Menu

Mode Gelap

Nasional

Bandara Dhoho Senilai Rp13 T Berhenti Operasi Belum Genap Setahun Setelah Diresmikan

badge-check


					Bandara Dhoho Kediri Perbesar

Bandara Dhoho Kediri

Penulis: Mulawarman | Editor: Yobie Hadiwijaya

KREDONEWS.COM, JAKARTA-Bandara Dhoho di Kediri, Jawa Timur yang dibangun PT Surya Dhoho Investama (SDhI), anak usaha PT Gudang Garam Tbk (GGRM), salah satu pabrik rokok terbesar di Indonesia berhenti beroperasi belum genap setahun.

Bandara yang diresmikan pada 18 Oktober 2024 dengan biaya Rp 13 T  itu, harus berhenti operasi hingga 31 Juli 2025. Bandara itu dipastikan kosong alias tidak ada pesawat yang beroperasi.

Legal, Compliance, and Stakeholder Manager di PT Angkasa Pura I Bintari Ariyani mengemukakan, saat ini, untuk penerbangan di Bandara Kediri yang beroperasi hanya maskapai Citilink.

“Bandara tetap melayani penerbangan sesuai jam operasional, namun saat ini beberapa armada milik maskapai Citilink sedang dalam masa maintenance sehingga berdampak pada beberapa rute penerbangan, salah satunya Bandara Kediri,” kata Bitari, Jakarta, Selasa (17/6/2025).

Ia menyebut bahwa untuk maintenance tersebut dari informasi yang diterima akan berlangsung hingga akhir Juli 2025. “Pemberitahuan dari pihak maskapai tidak beroperasi sementara hingga 31 Juli 2025,” kata dia.

Bandar Udara Dhoho dibangun dengan standar internasional, dengan landasan pacu sepanjang 3.300 meter dan lebar 45 meter, mampu menampung pendaratan pesawat jet berbadan lebar.

Terminal penumpang di bandara tersebut dirancang untuk menampung hingga 1 ,5 juta penumpang setiap tahunnya pada tahap awal, dan akan mampu menampung hingga 10 juta penumpang per tahunnya pada tahap ultimatenya, memastikan kenyamanan dan kemudahan bagi para penumpang pesawat udara.

Untuk penerbangan pertama, maskapai Citilink Indonesia, menawarkan rute Jakarta – Kediri pulang dan pergi menggunakan pesawat tipe A320 CEO dengan kapasitas 180 penumpang. Penerbangan perdana tersebut dilakukan pada Jumat, 5 April 2024, menggunakan pesawat tipe A320 CEO dengan kapasitas 180 penumpang.

Bandar Udara Dhoho Kediri tersebut dioperasikan oleh Angkasa Pura Indonesia sejak 29 Maret 2023 berdasarkan Kerja Sama Operasional antara PT Angkasa Pura I dengan PT Surya Dhoho Investama (SDhI) yang dilengkapi dengan infrastruktur penunjang seperti runway dengan dimensi 3.300 meter x 45 meter yang mampu melayani pesawat berbadan besar (wide body) Boeing 777-300ER.

Selain itu, juga ada terminal penumpang seluas 28.000 meter persegi berkapasitas 1,5 juta penumpang/tahun, apron komersial dengan kapasitas 12 pesawat narrow body dan tiga wide body, serta apron VIP dengan kapasitas empat small aircraft atau satu narrow body.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Jembatan Baru BH 275 Siap Amankan Jalur KA

20 Mei 2026 - 19:24 WIB

Prabowo Marah, Praktik Ilegal Under Invoicing Tembus Rp 16.000 Triliun

20 Mei 2026 - 18:59 WIB

Harga Tempe-Tahu Naik 10 Persen Bukan karena Dolar

19 Mei 2026 - 18:19 WIB

Bulog Jatim Pastikan Harga Minyakita Sesuai HET

19 Mei 2026 - 18:09 WIB

Pegawai Pojok Obat Supermarket Harus Bersertifikat

19 Mei 2026 - 17:56 WIB

Menkeu Purbaya Jelaskan Pernyataan Prabowo soal Dolar

18 Mei 2026 - 20:25 WIB

Prabowo Terus Tambah Alutsista Militer, Berikut Daftarnya

18 Mei 2026 - 20:16 WIB

Mobilitas Libur Panjang Ternyata Bikin UMKM dan Penginapan Senyum Lebar

17 Mei 2026 - 20:07 WIB

Mendikdasmen: Bahasa Inggris Wajib di SD Mulai 2027

17 Mei 2026 - 19:23 WIB

Trending di Nasional