Menu

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Headline

Kacau-balau di Musdaliffah ke Mina, Ribuan Jemaah Jalan Kaki 8 Km Gegara tak Ada Jemputan Bus

badge-check


					Ribuan jamaan dalam perjalanan dari Musdaliffah ke Mina, terlunta-lunta karena tidak ada jemputan bus. Mereka terpaksa jalan kaki sejauh 8 km. Hal serupa dialami jamaah yang mendapat jamputan bus, macet 7 jam tidak bisa bergerak, karena jalanan dipenuhi pejalan kaki. Foto: Dok pribadi/ Sari Perbesar

Ribuan jamaan dalam perjalanan dari Musdaliffah ke Mina, terlunta-lunta karena tidak ada jemputan bus. Mereka terpaksa jalan kaki sejauh 8 km. Hal serupa dialami jamaah yang mendapat jamputan bus, macet 7 jam tidak bisa bergerak, karena jalanan dipenuhi pejalan kaki. Foto: Dok pribadi/ Sari

Penulis: Mbah Muryanto     |    Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, MINA– Carut-marut dan penuh kekacauan pelaksanaan haji yang dialami para jamaah haji Indonesia saat hendak meninggalkan Musdalifah ke Mina terjadi dengan mengenaskan. Gara-gara kesulitan bus, ribuan jamaah haji terpaksa harus jalan kaki sekitar 8 km dari Musdalifah ke Mina.

Orang-orang tua dan orang-orang yang punya penyakit khusus banyak yang bertumbangan di jalan-jalan. Mereka tidak kuat harus berdesak-desakan dengan ribuan jamaah dari berbagai negara.

Sari,  seorang  jamaah haji dari Kabupaten Kediri kepada Kredonews.com, Jumat, 6 Mei 2025,  melaporkan bahwa banyak orang yang menangis di jalan-jalan, karena tidak kuat menghadapi situasi seperti itu.

Ia mengatakan, teman-temannya yang sudah naik bus juga sudah 7 jam berada di dalam bus, karena bus tidak dapat berjalan akibat banyak orang yang memenuhi jalan-jalan.

Kekacauan pelaksanaan haji tersebut bukan disebabkan oleh pemerintah Indonesia dan petugas haji Indonesia, tetapi akibat perubahan kebijakan dari Pemerintah Arab Saudi yang tidak dikomunikasikan dengan baik kepada negara-negara yang mengirim jamaah haji.

Mulai tahun ini, penanganan jamaah haji di Arab Saudi tidak ditangani satu syarikah, tetapi delapan sayarikah. Mereka masing-masing menangani rombongan jamaah haji berdasarkan urutan visa, padahal rombongan jamaah haji Indonesia berangkat berdasarkan kloter yang urutan visanya tidak sama.

Akibatnya saat mereka tiba di Arab Saudi, mereka harus berpencar-pencar hotel, karena satu kloter ditangani syarikah berbeda-beda.

Repotnya ketika terjadi kekacauan jamaah haji di Musdalifah yang hendak ke Mina yang tidak mendapat bus, mereka kebingungan harus mengadu kemana. Petugas haji Indonesia yang ada juga kebingungan hendak mengadu kemana.

Petugas syarikah dari Arab Saudi juga tidak ada di tempat. Mereka yang jumlahnya ratusan ribu akhirnya mengambil keputusan sendiri-sendiri dengan berjalan kaki beramai-ramai ke Mina.

Sejumlah jamaah mengalami ketidaknyamanan serius, termasuk soal keterlambatan penempatan kamar dan kekacauan dalam penempatan maktab.  sejumlah jamaah harus menunggu dalam waktu yang cukup lama sebelum akhirnya mendapatkan kamar.

Pelaksanaan haji tahun ini benar-benar amburadul.  Penempatan maktab (pemondokan) yang menyebabkan sejumlah jamaah terpisah dari keluarganya setibanya di Arab Saudi.

Setelah kejadian perjalanan dari Musdalifah ke Mina yang kacau, semoga saat pelaksanaan lempar jumroh di Mina nantinya tidak terjadi kekacauan lagi. Namun kata Sari, banyak jamaah yang khawatir nantinya akan terjadi kekacauan.

Ia berharap agar pemerintah segera turun tangan melakukan kordinasi dengan pemerintah Arab Saudi. Kuota jemaah haji Indonesia 2025 mencapai 220.000 orang. Dari jumlah itu, sebanyak 203.320 merupakan haji reguler sisanya 16.680 jemaah haji khusus yang ditangani melalui travel atau biro perjalanan haji. **

 

 

 

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Banyak Polemik, Pemerintah Akan Kaji Ulang Penentuan Desil

21 Agustus 2026 - 19:19 WIB

Balik Nama Kendaraan Bekas di Jatim  Bebas Bea

21 Agustus 2026 - 19:07 WIB

Segini Ancar-ancar Harga Motor Listrik Nasional

21 Agustus 2026 - 18:58 WIB

KPK Angkut Rektor dan Wakil ke Gedung Jakarta, Hasil OTT di Unsoed Purwokerto

21 Agustus 2026 - 11:05 WIB

Sadis Bully Pelajar di Kebumen: Pelaku Simpan 15 Rekaman, Motif Cemburu

21 Agustus 2026 - 08:21 WIB

Warga RI Simpan 1.800 Ton Emas di Bawah Bantal, Nilainya Tembus Rp 4.460 T

20 Agustus 2026 - 18:58 WIB

Guru PPPK Bisa Ikut Seleksi PNS, Purbaya Jamin APBN Aman

20 Agustus 2026 - 18:43 WIB

Siap-siap Kuota BBM Subsidi Turun Tajam Tahun 2027, Ini Alasannya

19 Agustus 2026 - 21:31 WIB

Ferry Irwandi & Ekspedisi KitaBisa Tiba di Flores: Salurkan Donasi Rp4 Miliar untuk Korban Gempa

19 Agustus 2026 - 21:07 WIB

Trending di News