Menu

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Headline

Tiga Mitos Karier Menyesatkan dan Kata Riset Tentang Cara Naik Jabatan

badge-check


					Strategi karir naik cepat Perbesar

Strategi karir naik cepat

Penulis: Jayadi | Editor: Aditya Prayoga

KREDONEWS.COM, JAKARTA– Banyak dari kita tumbuh dengan nasihat-nasihat klasik soal dunia kerja. Tapi menurut Rez Harditya—seorang profesional berpengalaman 19 tahun di bidang teknologi, learning & development, dan konsultasi—banyak nasihat itu justru menyesatkan. Dalam video yang ia unggah di Instagram pribadinya pada 28 Mei, Rez mengungkap tiga kebohongan terbesar soal karier.

1. “Asal kerja bagus, karier pasti naik”

Menurut Rez, kenyataannya tidak sesederhana itu. Sebagus apa pun performa kerja, tanpa dukungan pemimpin yang merekomendasikan, karier bisa mandek. “Jadi selain perform, kamu juga harus bangun hubungan baik dengan orang-orang yang bisa bantu kamu naik level,” ujarnya.

Hal ini sejalan dengan riset dari The Muse dan Harvard Business Review yang menekankan pentingnya membangun jaringan strategis. Kinerja yang unggul memang fondasi utama, tapi hubungan profesional dengan rekan kerja, manajer, dan mentor adalah katalisator nyata dalam kemajuan karier.

2. “Kamu harus rendah diri”

Di dunia kerja yang dinamis, hasil kerja bisa saja tak terlihat jika kita terlalu merendah. “Kalau kamu terus merendah, orang lain nggak bakal lihat hasil kerjamu,” kata Rez. Ia menyarankan untuk secara aktif menunjukkan pencapaian, bukan demi pamer, tapi agar orang tahu bahwa kita bisa diandalkan.

Ini diperkuat oleh LinkedIn Talent Blog yang menyebutkan bahwa kepemimpinan bahkan tanpa jabatan formal dan kemampuan kolaborasi adalah keterampilan krusial untuk menonjol. Menunjukkan kontribusi secara terbuka merupakan bagian dari kepemimpinan dan membangun kepercayaan tim.

3. “Perusahaan itu seperti keluarga”

“Perusahaan itu bukan keluarga, kecuali memang milik keluarga kamu,” ujar Rez dengan tegas. Hubungan kerja bersifat profesional: kamu memberi nilai, perusahaan memberi kompensasi. Jangan baper jika tidak diperlakukan seperti saudara sendiri.

Pernyataan ini mencerminkan realitas hubungan kerja modern. Bersikap profesional dan menjaga ekspektasi realistis adalah bagian penting dari membangun karier berkelanjutan.

Faktor Nyata yang Mendorong Kenaikan Karier

Sejumlah sumber kredibel menyebutkan bahwa kemajuan karier bukan semata hasil dari kerja keras diam-diam. Berikut faktor-faktor yang terbukti penting:

1. Kinerja Unggul dan Konsisten
(Harvard Business Review) Menjadi andal, menyelesaikan proyek tepat waktu, dan memberi hasil melebihi ekspektasi adalah fondasi utama.

2. Kemampuan Memimpin dan Bekerja Sama
(LinkedIn Talent Blog) Karier akan sulit naik jika kita tidak mampu memengaruhi orang lain secara positif dan menunjukkan kepemimpinan dalam tim.

3. Membangun Jaringan dan Hubungan Strategis
(The Muse) Sponsor, mentor, dan jaringan luas membuka jalan pada promosi dan peluang baru.

4. Pengembangan Keterampilan Relevan
Terus memperbarui keterampilan teknis dan soft skills jadi nilai tambah penting.

5. Inisiatif dan Kemampuan Menyelesaikan Masalah
Karyawan yang bisa memecahkan masalah dan membawa ide baru lebih cepat diperhitungkan untuk posisi lebih tinggi.

Kesimpulan

Naiknya karier bukan hanya soal kerja keras dan keahlian teknis. Ia bergantung pada kombinasi kinerja unggul, kepemimpinan, kolaborasi, jaringan strategis, serta kemampuan menunjukkan nilai diri. Jadi, jangan hanya bekerja keras dalam diam tunjukkan dampaknya, bangun koneksi, dan terus belajar hal baru.

Penulis: Jayadi | Editor: Aditya Prayoga

KREDONEWS.COM, JAKARTA- Banyak dari kita tumbuh dengan nasihat-nasihat klasik soal dunia kerja. Tapi menurut Rez Harditya—seorang profesional berpengalaman 19 tahun di bidang teknologi, learning & development, dan konsultasi—banyak nasihat itu justru menyesatkan. Dalam video yang ia unggah di Instagram pribadinya pada 28 Mei, Rez mengungkap tiga kebohongan terbesar soal karier.

1. “Asal kerja bagus, karier pasti naik”

Menurut Rez, kenyataannya tidak sesederhana itu. Sebagus apa pun performa kerja, tanpa dukungan pemimpin yang merekomendasikan, karier bisa mandek. “Jadi selain perform, kamu juga harus bangun hubungan baik dengan orang-orang yang bisa bantu kamu naik level,” ujarnya.

Hal ini sejalan dengan riset dari The Muse dan Harvard Business Review yang menekankan pentingnya membangun jaringan strategis. Kinerja yang unggul memang fondasi utama, tapi hubungan profesional dengan rekan kerja, manajer, dan mentor adalah katalisator nyata dalam kemajuan karier.

2. “Kamu harus rendah diri”

Di dunia kerja yang dinamis, hasil kerja bisa saja tak terlihat jika kita terlalu merendah. “Kalau kamu terus merendah, orang lain nggak bakal lihat hasil kerjamu,” kata Rez. Ia menyarankan untuk secara aktif menunjukkan pencapaian, bukan demi pamer, tapi agar orang tahu bahwa kita bisa diandalkan.

Ini diperkuat oleh LinkedIn Talent Blog yang menyebutkan bahwa kepemimpinan bahkan tanpa jabatan formal dan kemampuan kolaborasi adalah keterampilan krusial untuk menonjol. Menunjukkan kontribusi secara terbuka merupakan bagian dari kepemimpinan dan membangun kepercayaan tim.

3. “Perusahaan itu seperti keluarga”

“Perusahaan itu bukan keluarga, kecuali memang milik keluarga kamu,” ujar Rez dengan tegas. Hubungan kerja bersifat profesional: kamu memberi nilai, perusahaan memberi kompensasi. Jangan baper jika tidak diperlakukan seperti saudara sendiri.

Pernyataan ini mencerminkan realitas hubungan kerja modern. Bersikap profesional dan menjaga ekspektasi realistis adalah bagian penting dari membangun karier berkelanjutan.

Faktor Nyata yang Mendorong Kenaikan Karier

Sejumlah sumber kredibel menyebutkan bahwa kemajuan karier bukan semata hasil dari kerja keras diam-diam. Berikut faktor-faktor yang terbukti penting:

1. Kinerja Unggul dan Konsisten
(Harvard Business Review) Menjadi andal, menyelesaikan proyek tepat waktu, dan memberi hasil melebihi ekspektasi adalah fondasi utama.

2. Kemampuan Memimpin dan Bekerja Sama
(LinkedIn Talent Blog) Karier akan sulit naik jika kita tidak mampu memengaruhi orang lain secara positif dan menunjukkan kepemimpinan dalam tim.

3. Membangun Jaringan dan Hubungan Strategis
(The Muse) Sponsor, mentor, dan jaringan luas membuka jalan pada promosi dan peluang baru.

4. Pengembangan Keterampilan Relevan
Terus memperbarui keterampilan teknis dan soft skills jadi nilai tambah penting.

5. Inisiatif dan Kemampuan Menyelesaikan Masalah
Karyawan yang bisa memecahkan masalah dan membawa ide baru lebih cepat diperhitungkan untuk posisi lebih tinggi.

Kesimpulan

Naiknya karier bukan hanya soal kerja keras dan keahlian teknis. Ia bergantung pada kombinasi kinerja unggul, kepemimpinan, kolaborasi, jaringan strategis, serta kemampuan menunjukkan nilai diri. Jadi, jangan hanya bekerja keras dalam diam tunjukkan dampaknya, bangun koneksi, dan terus belajar hal baru.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Cara Buat WhatsApp Offline Padahal Online

20 Agustus 2026 - 18:27 WIB

Lagu Ikonik Kebyar Kebyar Diciptakan saat Gombloh Kerokan

19 Agustus 2026 - 21:19 WIB

Wajah Anak Tak Diekspos Mahalini Tuai Pro Kontra

18 Agustus 2026 - 21:08 WIB

KPJ Damansara Specialist Hospital 2, Rumah Sakit Layaknya Hotel

18 Agustus 2026 - 07:39 WIB

Siti Si Vampir Tayang Oktober 2026, Satine Zaneta Jadi Pemeran Utama

6 Agustus 2026 - 19:19 WIB

Lagu Terbaru No Na ‘honk!’ Buktikan Musik Indonesia Bisa Mendunia

3 Agustus 2026 - 18:27 WIB

Nabila Gardena Mendadak Viral, Benarkah Terseret Isu Korupsi BUMN?

28 Juli 2026 - 20:09 WIB

Putri Kamboja Menciptakan Sensasi di Piala ASEAN 2026

26 Juli 2026 - 19:34 WIB

Drama di Balik Gol Juara Ferran Torres, Putus Cinta Jelang Final Piala Dunia

22 Juli 2026 - 18:31 WIB

Trending di Life Style