Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

Headline

Awas Copet dan Gendam Beroperasi di Terminal Porong, Korbannya Ibu Durrah dari Mojosari

badge-check


					Seorang ibu rumah tangga asal Mojokerto menjadi korban gendam saat hendak menaiki bus Trans Jatim Koridor VI rute Sidoarjo–Mojokerto di area di terminal Porong, Kabupaten Sidoarjo, Kamis sore, 29 Mei 2025. Tangkap layar video Instagram@kabarterdepanmojokerto
Perbesar

Seorang ibu rumah tangga asal Mojokerto menjadi korban gendam saat hendak menaiki bus Trans Jatim Koridor VI rute Sidoarjo–Mojokerto di area di terminal Porong, Kabupaten Sidoarjo, Kamis sore, 29 Mei 2025. Tangkap layar video Instagram@kabarterdepanmojokerto

Penulis: Saifuddin   |   Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, SIDOARJO- Seorang ibu rumah tangga asal Mojokerto menjadi korban gendam saat hendak menaiki bus Trans Jatim Koridor VI dengan rute Sidoarjo–Mojokerto,  saat berada di area di terminal Porong, Kabupaten Sidoarjo, Kamis sore, 29 Mei 2029.

Korban bernama Durrah An Nahara (48), warga Dusun Karangpoh, Desa Seduri, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto. Saat itu, ia bersama keluarganya berniat mencoba layanan bus Trans Jatim untuk pertama kalinya.

Saat ditemui di Terminal Mojosari, Durrah menjelaskan bahwa kejadian bermula ketika ia sedang antre menunggu bus di terminal. Tiba-tiba, seorang pria tidak dikenal menghampirinya dan mengajaknya berbincang.

“Tiba-tiba bapak-bapak ini memukul saya sambil memberi kertas karena katanya nggak jadi naik bus,” katanya, demikian wawancara akun instagram@kabarterdepanmojokerto, mewartakan Jumat 30 Mei 2025.
.
Setelah bus tiba, pria tersebut langsung kabur meninggalkan lokasi. Durrah pun tetap naik ke dalam bus. Namun, sesaat setelah berada di dalam kendaraan, ia baru menyadari bahwa dompetnya telah hilang.
.
“Di dalam tas ada uang 1 juta, kartu identitas, handphone juga ada,” keluhnya. Persitiwa ini terjadi, sesaat sebelum Durrah masuk ke bus Trans Jatim.

Selama ini memang belum pernah ada laporan korban kasus copet dan gendam terjadi di bus umum Trans Jatim secara keseluruhan. Namun, ada beberapa informasi terkait kasus gendam dan copet yang pernah terjadi:

Seorang ibu rumah tangga asal Mojokerto menjadi korban gendam saat hendak menaiki bus Trans Jatim Koridor VI.

Pelaku gendam dengan modus menipu dan mengincar perempuan yang naik bus antar kota dan provinsi di Surabaya berhasil ditangkap. Pelaku ini menyasar traveler perempuan yang naik bus antar kota, termasuk Trans Jatim.

Polres Malang melakukan langkah antisipatif untuk mencegah copet dan gendam dalam bus, termasuk pemasangan imbauan dan pengumuman keamanan.

Kasus-kasus tersebut menunjukkan bahwa copet dan gendam memang pernah terjadi di bus Trans Jatim, tetapi tidak ada data kuantitatif yang menyebutkan berapa kali kasus tersebut terjadi secara keseluruhan.

Selain itu, ada juga laporan terkait vandalisme dan kejahatan lain di armada bus Trans Jatim, namun bukan terkait copet atau gendam.

Jadi, meskipun kasus copet dan gendam pernah terjadi di bus Trans Jatim, data spesifik mengenai jumlah kejadian belum tersedia dari sumber yang ada.

Sejauh ini warga Jatim sangat diuntungkan oleh layanan Trans Jatim jarak pendek, Surabaya, Gresik, Sidoarjo, Mojokerto, Madura.**

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Harga BBM Nonsubsidi Naik, Tarif Bus Trans Jatim Dipastikan Tetap

16 Juni 2026 - 20:50 WIB

Korban PHK Masih Dapat Gaji Selama 6 Bulan, Ini Syaratnya

16 Juni 2026 - 20:36 WIB

Bukan Cuma Surat, Pencuri Datangi Korban Berdamai di Depan Polisi Polsek Pungging Mojokerto

16 Juni 2026 - 17:59 WIB

Kejadian menari, tersangka pelaku pencurian Pungging Mojokerto, mereka berdamai. Suwandi, memaafkan pelaku, dan ikhlas memaafkan plekai sekaligus mencabut laporan

Gempa Magnetudo 6.7 Guncang Sulawesi Tengah, Lokasi Darat 23 Km dari Palu

16 Juni 2026 - 16:21 WIB

Gempa berkekuatan magnetudo, guncang wilayah Sulawesi Tengah, tidak menimbulkan tsunami. Beberapa laporan rumah roboh, korban berjatuhan. Foto: ist

KA Pandalungan 2 Relasi Gambir-Jember Mulai 18 Juni, Diskon 30 Persen

15 Juni 2026 - 20:32 WIB

Menelisik Akar Terorisme (19): Betapa Kejam dan Kelam Perang Daud

15 Juni 2026 - 20:19 WIB

Harga BBM Pertamina, Shell, dan BP Pekan Ketiga Juni 2026, Ini Daftar Lengkapnya

15 Juni 2026 - 20:18 WIB

Nekad Maling Motor, Dua Remaja Diringkus Polisi

15 Juni 2026 - 12:52 WIB

Kemnaker Buka Pelatihan Kaigo dan Magang di Jepang

14 Juni 2026 - 20:28 WIB

Trending di Nasional