Menu

Mode Gelap

Nasional

Rasio Tenaga Kesehatan RI Setara Yaman dan Tonga, Kalah dari Timor Leste

badge-check


					: Menkes RI Budi dan Menkes Swedia dalam high-level dialogue advancing cooperation for healthier future. (CNBC Indonesia/Fergi Nadira) Perbesar

: Menkes RI Budi dan Menkes Swedia dalam high-level dialogue advancing cooperation for healthier future. (CNBC Indonesia/Fergi Nadira)

Penulis: Satwiko Rumekso | Editor: Yobie Hadiwijaya

KREDONEWS.COM, SURABAYA-Menteri Kesehatan (Menkes) RI Budi Gunadi Sadikin menyoroti kesenjangan sistem kesehatan antara Indonesia dan Swedia dalam pembukaan Sweden-Indonesia Sustainability Partnership (SISP) Healthcare Conference 2025 pada Selasa (27/5/2025).

Menkes Budi menyoroti rasio tenaga kesehatan di Swedia yang jauh lebih tinggi. Swedia memiliki 128 ribu perawat untuk 10 juta penduduk (12 per 1.000), sementara Indonesia hanya memiliki sekitar 600 ribu perawat untuk 280 juta penduduk (2,1 per 1.000). Jumlah dokter Indonesia juga sangat rendah, yakni 0,6 per 1.000 penduduk.

“Kita setara dengan Tonga, Yaman, dan Bangladesh. Bahkan Filipina dan Timor-Leste lebih tinggi,” katanya.

Budi menyebut salah satu kunci panjangnya usia harapan hidup masyarakat Swedia yang mencapai 84 tahun adalah pencatatan rekam medis nasional yang sudah dilakukan sejak tahun 1749. “Sementara kita baru memulai rekam medis elektronik secara nasional pada 2022,” kata Budi dalam sambutannya di Jakarta.

Ia mencontohkan bagaimana warga Swedia bisa menunjukkan seluruh riwayat kesehatan, mulai dari vaksinasi hingga kadar kolesterol lima tahun terakhir hanya melalui aplikasi ponsel. “Ini memungkinkan pemantauan kesehatan secara berkelanjutan, baik oleh pasien maupun tenaga medis,” ujarnya.

Budi juga mengkritisi kebijakan moratorium pembukaan fakultas kedokteran yang menghambat penambahan jumlah dokter. Untuk mengatasi hal ini, Kemenkes berencana mengirim tim ke Swedia dalam tiga bulan ke depan untuk mempelajari sistem pendidikan dokter dan perawat, serta implementasi task shifting, di mana perawat diberi peran lebih besar dalam pelayanan pasien.

“Harapannya, kita bisa mempercepat reformasi sistem kesehatan nasional agar masyarakat Indonesia bisa hidup lebih sehat dan lebih lama” kata Budi.

SISP Healthcare Conference 2025 merupakan bagian dari inisiatif kerja sama keberlanjutan antara Swedia dan Indonesia. Tahun iniemgambil tema “Advancing Cooperation for a Healthier Future.” Acara ini diselenggarakan oleh Kedutaan Besar Swedia di Jakarta bersama Team Sweden dan Kementerian Kesehatan RI.

Konferensi juga menandai kunjungan resmi Menteri Kesehatan Swedia Acko Ankarberg Johansson ke Indonesia, serta penandatanganan Nota Kesepahaman antar pemerintah di bidang kesehatan. Melalui platform SISP Healthcare, kedua negara memperkuat kolaborasi dalam enam bidang prioritas, yakni: perawatan kanker, kegawatdaruratan, diabetes, kesehatan ibu-anak, penyakit paru, serta digitalisasi layanan kesehatan.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Jembatan Baru BH 275 Siap Amankan Jalur KA

20 Mei 2026 - 19:24 WIB

Prabowo Marah, Praktik Ilegal Under Invoicing Tembus Rp 16.000 Triliun

20 Mei 2026 - 18:59 WIB

Harga Tempe-Tahu Naik 10 Persen Bukan karena Dolar

19 Mei 2026 - 18:19 WIB

Bulog Jatim Pastikan Harga Minyakita Sesuai HET

19 Mei 2026 - 18:09 WIB

Pegawai Pojok Obat Supermarket Harus Bersertifikat

19 Mei 2026 - 17:56 WIB

Menkeu Purbaya Jelaskan Pernyataan Prabowo soal Dolar

18 Mei 2026 - 20:25 WIB

Prabowo Terus Tambah Alutsista Militer, Berikut Daftarnya

18 Mei 2026 - 20:16 WIB

Mobilitas Libur Panjang Ternyata Bikin UMKM dan Penginapan Senyum Lebar

17 Mei 2026 - 20:07 WIB

Mendikdasmen: Bahasa Inggris Wajib di SD Mulai 2027

17 Mei 2026 - 19:23 WIB

Trending di Nasional