Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

Headline

Ternyata 9 Korban Bekerja di Lokasi Ledakan, Dedy Mulyadi Beri Santunan Rp 50 Juta/ Korban

badge-check


					Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bertemu dengan saksi mata insiden ledakan pemunsahan munisi kedaluarsa. Dedi juga memberi santunan Rp 50 juta kepada ahli waris korban, serta menjamin pendidikan anak-anaknya hingga ke perguruan tinggi. Instagram@dedmulyadi71 Perbesar

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bertemu dengan saksi mata insiden ledakan pemunsahan munisi kedaluarsa. Dedi juga memberi santunan Rp 50 juta kepada ahli waris korban, serta menjamin pendidikan anak-anaknya hingga ke perguruan tinggi. Instagram@dedmulyadi71

Penulis: Mayang K.  Mahardhika   |   Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, GARUT- Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi memberikan santunan Rp 50 juta kepada wahli waris serta jaminan pendidikan hingga perguruan tinggi kepada anak-anak korban  ledakan pemusnahan munisi kedaluarsa,

Hingga tanggal 15 Mei 2025, seluruh korban telah selesai diidentifikasi dan pihak keluarga sudah mendapatkan santunan, sesuai laporan terbaru. Pemerintah daerah juga memberikan pendampingan psikologis kepada keluarga korban untuk membantu proses pemulihan trauma.

Selain memberikan santunan sebesar Rp 50 juta kepada keluarga korban ledakan amunisi di Garut, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi berjanji akan menanggung biaya hidup dan pendidikan anak-anak korban hingga perguruan tinggi.

Ia menyatakan bahwa seluruh anak-anak korban yang belum berkeluarga akan menjadi tanggung jawabnya, termasuk biaya sekolah dan kebutuhan hidup sehari-hari. Dedi Mulyadi bahkan mengangkat anak-anak korban tersebut sebagai anak asuhnya agar kehidupannya terjamin dan tidak terlantar setelah kehilangan orang tua mereka dalam musibah tersebut.

Bagaimana Dedi Mulyadi memastikan biaya pendidikan anak-anak korban hingga perguruan tinggi
Apakah ada kebijakan khusus untuk anak-anak korban yang ingin melanjutkan pendidikan di luar Jawa Barat

Santunan itu diberikan, karena korban jiwa warga sipil dalam ledakan amunisi di Garut tidak dilindungi oleh asuransi. Hanya 4 anggota TNI yang menjadi korban yang menerima santunan asuransi dari PT ASABRI (Persero), perusahaan asuransi khusus bagi prajurit TNI, Polri, dan PNS Kementerian Pertahanan.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, memberikan santunan sebesar Rp 50 juta kepada masing-masing keluarga korban warga sipil yang meninggal dalam ledakan amunisi di Garut.

Santunan ini bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Jawa Barat dan diberikan untuk biaya pemulasaraan jenazah serta kebutuhan keluarga korban. Selain itu, Dedi Mulyadi juga berjanji akan menanggung biaya hidup dan pendidikan anak-anak korban hingga perguruan tinggi, serta mengangkat mereka sebagai anak angkat agar kehidupannya terjamin.

Santunan sebesar Rp 50 juta untuk keluarga korban ledakan amunisi di Garut telah dijanjikan oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan rencananya akan langsung diserahkan ke rumah masing-masing keluarga korban.

Pada pertemuan dengan keluarga korban di RSUD Pameungpeuk, Dedi menyatakan bahwa santunan tersebut akan diberikan segera, dan komitmen ini disambut dengan tangisan haru dari keluarga korban. Selain itu, pemerintah juga menanggung biaya pendidikan anak-anak korban hingga perguruan tinggi.

Berikut adalah daftar nama 13 korban tewas akibat ledakan amunisi di Garut, yang terdiri dari 9 warga sipil dan 4 anggota TNI:

Korban Warga Sipil:

  • Agus Bin Kasmin, warga Kampung Cimerak, Kecamatan Cibalong
  • Ipan Bin Obar, warga Kampung Cimerak, Kecamatan Cibalong
  • Anwar Bin Inon, warga Kampung Cidahon, Kecamatan Pameungpeuk
  • Endang, warga Singajaya, Garut
  • Yus Ibing Bin Inon, warga Kampung Cidahon, Kecamatan Pameungpeuk
  • Iyus Rijal, warga Kampung Cimerak, Kecamatan Cibalong
  • Toto, warga Kampung Cimerak, Kecamatan Cibalong
  • Dadang, warga Kampung Sakambang, Kecamatan Cibalong
  • Rustiawan, warga Kampung Cimerak, Kecamatan Cibalong

Korban Anggota TNI:
10. Kolonel CPL Antonius Hermawan, Tim GUPUSMU 3 Jakarta
11. Mayor COL Anda Rohanda, Tim GUPUSMU 3 Jakarta
12. Kopda Eri Dwi Priambodo, Tim GUPUSMU 3 Jakarta
13. Pratu April Setiawan, Tim GUPUSMU 3 Jakarta

Ledakan amunisi di Garut terjadi Senin, 12 Mei 2025, sekitar pukul 09.30 WIB di Desa Sagara, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Ledakan ini terjadi saat proses pemusnahan amunisi kedaluwarsa oleh Pusat Amunisi III Pusat Peralatan TNI AD di lokasi yang rutin digunakan untuk kegiatan pemusnahan amunisi tersebut. **

 

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Bantuan 9 Paket Senilai Rp1,48 M untuk Pengembangan Ayam Petelur Jombang

19 Juni 2026 - 13:29 WIB

Menelisik Akar Terorisme (21): Penjahat Jadi Simbol Perlawanan Rakyat

19 Juni 2026 - 12:43 WIB

Polisi Tahan Oknum Guru SMK di Pare, Pakai Akun Cewek untuk Berbuat Cabul kepada Siswanya

19 Juni 2026 - 05:40 WIB

Kiai Said dan Kiai Imjaz Serukan Pesantren Sudah Saatnya Menjadi Top of the Mind Masa Depan

19 Juni 2026 - 05:14 WIB

Tour de Mawil-4, 50 Aktivis Lingkungan Bersihkan Pesisir Taman Penyu Tatar Sepang Sumbawa Barat

18 Juni 2026 - 21:01 WIB

Siapkan Saldo Segini, Jakarta Surabaya Tanpa Diskon Libur Sekolah

18 Juni 2026 - 19:30 WIB

Wamenperin Ungkap Industri Kecil Belum Siap Ikut Wajib Halal Oktober

18 Juni 2026 - 19:23 WIB

Dinsos Jombang Sosialisasi Pembinaan: Hadirkan Narasumber dari Kejaksaan Pendamping Hukum LKS/LKSA

18 Juni 2026 - 18:35 WIB

MBG Dihentikan Sementara saat Libur Sekolah

17 Juni 2026 - 20:06 WIB

Trending di Nasional