Menu ✖

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Kolom

Arti Panca Waluya, Apakah Hanya Slogan Dedi Mulyadi? Berikut Faktanya

badge-check


					Arti Panca Waluya, Apakah Hanya Slogan Dedi Mulyadi? Berikut Faktanya Perbesar

Penulis: Jayadi | Editor: Aditya Prayoga

KREDONEWS.COM, SURABAYA– Panca Waluya adalah filosofi hidup yang diusung Dedi Mulyadi sebagai dasar kepemimpinan dan pembangunan masyarakat Jawa Barat.

Konsep ini mencakup lima nilai utama yang harus dimiliki setiap individu: Cageur (sehat lahir batin), Bageur (bermoral dan baik hati), Bener (jujur dan berintegritas), Pinter (cerdas dan solutif), serta Singer (cekatan dan terampil).

Filosofi ini diterapkan dalam berbagai aspek kebijakan Dedi Mulyadi, baik saat menjabat sebagai Bupati Purwakarta maupun dalam kepemimpinannya di tingkat provinsi. Tujuannya adalah membentuk manusia seutuhnya seimbang secara fisik, mental, intelektual, dan sosial dengan berakar pada nilai-nilai budaya Sunda.

Penerapan nilai-nilai tersebut dilakukan secara praktis, seperti:

– Mendorong hidup sehat dan seimbang (Cageur),
– Menumbuhkan kepedulian dan etika sosial (Bageur),
– Menanamkan kejujuran dalam tindakan (Bener),
– Mengembangkan wawasan dan kreativitas (Pinter),
– Meningkatkan keterampilan dalam kehidupan sehari-hari (Singer).

Dedi Mulyadi membuktikan keberhasilan konsep ini melalui berbagai kebijakan populis yang konsisten dengan nilai Panca Waluya, seperti:

– Reformasi birokrasi dan pemangkasan anggaran jabatan,
– Penolakan penggunaan mobil dan seragam dinas untuk efisiensi,
– Prioritas pada layanan pendidikan dan kesehatan rakyat kecil,
– Larangan penahanan ijazah dan pelarangan study tour yang membebani orang tua.

Ia juga memperkuat identitas kepemimpinannya melalui citra “Bapa Aing” sosok pelindung rakyat Sunda yang makin mempertegas akar budaya dalam pendekatan pemerintahannya.

Dengan keberhasilan tersebut, Panca Waluya terbukti bukan hanya sebagai slogan, melainkan sebagai prinsip yang mampu membentuk tata kelola pemerintahan yang berpihak pada rakyat dan berlandaskan nilai lokal.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Waspada Impostor Content: Modus Baru Penipuan Digital yang Catut Nama Pejabat

7 Oktober 2026 - 21:00 WIB

Mendag Ungkap Penyebab Harga Kedelai Mahal

6 Oktober 2026 - 21:04 WIB

Menanti Kehadiran Nusron Wahid di Meja Saksi KPK Pekan Ini

6 Oktober 2026 - 20:52 WIB

Sepanjang 2026 Semeru Catatkan Letusan ke-1924, Termasuk Hari Ini

6 Oktober 2026 - 20:42 WIB

Tarif Listrik Q4 2026 Akan Ada Penyesuaian? Ini Kata Bahlil

5 Oktober 2026 - 20:11 WIB

Cabai Mahal dan Harga Ayam Hidup Anjlok, Begini Jawaban Mentan

5 Oktober 2026 - 19:46 WIB

Harga Ayam di Kandang Anjlok Lagi

4 Oktober 2026 - 18:59 WIB

Komitmen Investasi Rp2,3 Triliun Masuk ke Kawasan Industri Sidoarjo

4 Oktober 2026 - 18:50 WIB

Laporan Knight Frank 2026: Laju Pertumbuhan Orang Super-Kaya Indonesia Nomor Satu Dunia

4 Oktober 2026 - 18:36 WIB

Trending di Nasional