Menu ✖

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Life Style

Manus Asisten Digital AI Buatan China Picu Bermacam Reaksi

badge-check


					Asisten Digital Buatan China
Perbesar

Asisten Digital Buatan China

Penulis: Jacobus E Lato | Yobie Hadiwijaya

KREDONEWS.COM, SURABAYA-Sebuah agen kecerdasan buatan (AI) baru asal China yang diklaim mampu bekerja secara mandiri tanpa campur tangan manusia telah memicu perbincangan di kalangan industri, di mana sejumlah pihak merespons kemunculan AI tersebut dengan kekhawatiran, sementara yang lainnya merasa kecewa.

Perusahaan startup Butterfly Effect telah mengembangkan asisten digital berbasis AI bernama Manus secara diam-diam selama setahun terakhir, ungkap salah satu pendirinya, Yichao “Peak” Ji, dalam video peluncuran yang diunggah di YouTube.

“Kami melihatnya sebagai paradigma baru dalam kolaborasi antara manusia dan mesin, serta kemungkinan gambaran awal dari AGI,” ujarnya, merujuk pada artificial intelligence umum (AGI) yang bertujuan untuk berpikir seperti manusia.

Manus memulai tahap peluncuran dengan undangan terbatas pada minggu lalu, dengan akses yang sangat terbatas ke acar tersebut.

Ulasan terhadap Manus yang muncul di media sosial beragam, dari yang sangat antusias hingga mengecewakan.

“Sudah mencoba, dan ini benar… Manus adalah alat AI paling mengesankan yang pernah saya coba,” kata Kepala Desain Produk Hugging Face, Victor Mustar, dalam sebuah unggahan di X.

“Kemampuan agensinya luar biasa, mendefinisikan ulang apa yang mungkin dilakukan.”

Namun, kritik juga muncul, termasuk keluhan bahwa Manus kesulitan dalam tugas sederhana seperti memesan tiket pesawat, serta sering mengalami kesalahan atau terjebak di loop yang tak berujung.

Karena pemrosesan AI ini berbasis cloud, beberapa pengguna mengkhawatirkan keamanan data mereka.

Kemungkinan akan perusahaan-perusahaan China memimpin dalam bidang AI telah menjadi topik hangat sejak DeepSeek, perusahaan berbasis di China, muncul pada Januari lalu.

Model AI DeepSeek menantang model yang dikembangkan oleh OpenAI, Google, dan pesaing lainnya dari AS, namun beroperasi dengan biaya yang jauh lebih rendah.

Tren terbaru dalam AI adalah agen digital yang dikhususkan untuk mengerjakan tugas atau bidang tertentu.

Anthropic dan OpenAI telah menambahkan kemampuan tersebut ke dalam platform AI mereka sejak akhir tahun lalu.

Butterfly Effect mengklaim bahwa Manus mampu melakukan tugas seperti membeli properti di New York atau mengedit siniar.

Namun, jurnalis TechCrunch, Kyle Wiggers, melaporkan bahwa Manus gagal ketika diminta untuk memesan sandwich atau menemukan tiket pesawat ke Jepang saat uji coba.

Kemajuan pesat AI di China, meskipun terdapat pembatasan ekspor cip komputer canggih oleh AS, menjadi perhatian di Silicon Valley.

Selain itu, pelepasan agen AI di internet tanpa regulasi yang ketat menimbulkan kekhawatiran akan potensi kesalahan atau penyalahgunaan, seperti kekacauan pasar saham akibat agen digital yang membuat kesalahan faktual.

CEO Corpora.ai, Mel Morris, tidak menganggap Manus sebagai “lompatan revolusioner” dibandingkan model AI yang sudah ada, tetapi ia melihat kemampuannya mengakses server komputer jarak jauh sebagai potensi risiko terhadap kerahasiaan data.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Sydney Sweeney Masuk Favorit Bond Girl 2026

9 Oktober 2026 - 19:13 WIB

Facebook Berubah Jadi Mirip TikTok, Isinya Video Semua

7 Oktober 2026 - 21:28 WIB

Tulisan Angelina Jolie Bikin Pusing Netizen

5 Oktober 2026 - 20:03 WIB

“The Lisa Effect”: Strategi Ekonomi Pariwisata Thailand Hasilkan Nilai Publisitas Rp258 Miliar

1 Oktober 2026 - 18:54 WIB

Jatim Park Group dan Investor Malaysia Bangun Aquarium Underwater Senilai Rp120 Miliar

24 September 2026 - 20:11 WIB

Adegan Berani Nana di “The Scandal” Picu Perdebatan Netizen

22 September 2026 - 19:55 WIB

Solar MAMAMOO Jadi Korban Teror Kursi Terbang di Los Angeles

20 September 2026 - 18:10 WIB

Baifern Pimchanok Siap Menghibur di Film Action-Romance Terbaru ‘My Dearest Assassin’

15 September 2026 - 18:07 WIB

Miss Indonesia Audrey Bianca Raih Prestasi di Panggung Dunia

8 September 2026 - 18:59 WIB

Trending di Life Style