Menu ✖

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Nasional

426 Siswa di Yogyakarta Alami Demam-Diare Usai Santap MBG

badge-check

Makanan Bergizi Gratis tetap dibagikan usai dugaan keracunan makanan MBG kemarin (15/10/2025).

KREDONEWS.COM, YOGYAKARTA – Program Makan Bergizi Gratis Kembali memakan korban. Sebanyak 426 siswa SMA Negeri 1 Yogyakarta mengalami sakit perut setelah mengonsumsi menu MBG pada Rabu (15/10/2025).

Para siswa mengeluh sakit perut hingga diare setelah menyantap menu MBG. Gejala itu terus dirasakan oleh para siswa hingga hari ini, Kamis (16/10/2025) dini hari. Mereka mengaku merasa trauma dan enggan makan MBG.

Kepala SMAN 1 Yogyakarta, Ngadiya menuturkan, laporan awalnya diterima dari para siswa pada Kamis dini hari sekitar pukul 01.00 hingga 03.00.

“Ada yang diare dua kali, tiga kali, tapi ada juga yang sakit perut saja. Sakit perut meliit,” tutur Ngadiya.

Pengecekan dan penyelidikan pun dilakukan oleh pihak internal sekolah. Dari total 972 siswa SMAN 1 Yogyakarta, sebanyak 426 di antaranya mengalami gejala demikian. Hari ini, sebagian besar dari siswa yang mengalami gejala keracunan tetap berangkat sekoah dan hanya 33 saja yang absen.

“Cek lagi yang tidak masuk ada 33 siswa. Itu ada yang sakit dan ada juga yang alasan lain,” tuturnya.

Penyedia MBG di SMAN 1 Yogyakarta berasal dari Satuan Pelayananan Pemenuhan Gizi (SPPG) Wirobrajan. Pihak SPPG telah mendatangi sekolah untuk memberikan klarifikasi atas kejadian tersebut.

“Tadi pagi SPPG Wirobrajan sudah kesini didampingi Puskesmas. Konfirmasi tadi pagi SPPG mengakui kemungkinan ada keracunan dari MBG, kemungkinan dari ayamnya,” ucap Ngadiya

Menurut penjelasan dari SPPG, menu ayam saus barbeque yang dihidangkan diduga dimasak terlalu dini sehingga saat tiba di sekolah dalam kondisi kurang baik. Jaraknya terlalu lama dengan waktu penyajian pukul 11.45 WIB.

“SPPG mengaku yang masak kemruputen (terlalu pagi), sehingga dikirim kesini agak lama,” ujarnya.

Hingga Kamis pagi, masih ada siswa yang berdatangan ke Unit Kesehatan Sekolah (UKS) untuk meminta obat.

Menurut Ngadiya, beberapa siswa ada yang menyadari kejanggalan pada menu tersebut. Tapi kemudian mereka mengira itu hanya masalah perbedaan bumbu masak saja. Menurut Ngadiya, ada beberapa anak yang sempat dibawa ke Puskesmas. Tapi beruntung tak seorang pun sampai menjalani rawat inap.

Kejadian dugaan keracunan MBG, klaim Ngadiya, baru pertama kali sejak program ini menjangkau sekolahnya Agustus 2025 lalu. Hari ini program makan bergizi gratis juga masih diberikan kepada siswa-siswi SMAN 1 Yogyakarta.

Ngadiya berujar, pihak sekolah berkomitmen untuk meningkatkan pengawasan pasca kejadian ini.

“Tadi pokoknya (SPPG) akan tanggung jawab, yang ke puskesmas dan sebagainya akan dicover,” ujar Ngadiya.

 

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Jalin Sinergitas, Kapolres Jombang Bertemu Ketua Pengadilan Negeri

21 Oktober 2026 - 12:37 WIB

Gerak Cepat, Polsek Perak Bekuk Pelaku Curanmor

21 Oktober 2026 - 12:18 WIB

Kepala Bapenda Sholahuddin Gunakan ‘Layar Jebol’ dan ‘Pasti Bayar’ Realisasi PAD Jombang 77,69 %

21 Oktober 2026 - 12:02 WIB

Pengeroyokan Massal di Empunala, Polres Mojokerto Ringkis 21 Orang Terduga Pelaku

21 Oktober 2026 - 11:47 WIB

Kadinkes Dr Hexawan Tjahja: MelaluI Anting Berlian, Tekan Stunting Hingga 3,17 Persen

21 Oktober 2026 - 09:24 WIB

Diduga Keracunan MBG, Sekitar 100 Siswa SD di Cirebon Masuk Rumah Sakit

21 Oktober 2026 - 07:53 WIB

ESDM Akui Ada Antrean BBM di Jatim, Target Tuntas Maksimal 2 Hari

20 Oktober 2026 - 18:23 WIB

Berada di Zona Hijau, IHSG Kembali ke Level 5.000an hingga Jeda Siang Perdagangan

20 Oktober 2026 - 18:13 WIB

Karhutla Mengancam hingga 2027, Ambil Langkah Konkret

20 Oktober 2026 - 18:00 WIB

Trending di Nasional