Menu

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Nasional

Warsubi Tegaskan Siap Jadi Daerah Eliminasi TBC: Hingga Agustus Tercatat 1.474 Penderita Baru

badge-check


					Forum 8 Gubernur dan Bupati/Wali Kota mebahas penanggulangan penyakit TBC,  yang digelar di Gedung Sasana Bhakti Praja, Kemendagri, Jakarta, pada Selasa, 26 Agustus 2025. Foto: jombangkab.go.id Perbesar

Forum 8 Gubernur dan Bupati/Wali Kota mebahas penanggulangan penyakit TBC, yang digelar di Gedung Sasana Bhakti Praja, Kemendagri, Jakarta, pada Selasa, 26 Agustus 2025. Foto: jombangkab.go.id

Penulis: Arief Hendro Soesatyo   |    Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, JOMBANG- Bupati Jombang, Warsubi, menegaskan komitmennya untuk mempercepat penanggulangan tuberkulosis (TBC) di Kabupaten Jombang.

Pernyataan ini disampaikannya usai menghadiri Forum 8 Gubernur dan Bupati/Wali Kota yang digelar di Gedung Sasana Bhakti Praja, Kemendagri, Jakarta, pada Selasa, 26 Agustus 2025.

Eliminasi tuberkulosis (TBC) adalah pengurangan kasus TBC secara berkesinambungan hingga menekan angka penyakit ini serendah mungkin agar tidak lagi menjadi masalah kesehatan masyarakat.

Dalam konteks Indonesia, eliminasi TBC ditargetkan tercapai pada tahun 2030 dengan menurunkan angka kejadian TBC menjadi 65 kasus per 100.000 penduduk dan angka kematian menjadi 6 per 100.000 penduduk.

Eliminasi berarti bukan hanya menurunkan kasus tapi juga mengendalikan dan menghentikan penularan penyakit ini secara efektif.

Upaya eliminasi melibatkan strategi terintegrasi seperti deteksi dini, pengobatan tuntas, serta keterlibatan berbagai sektor dan masyarakat secara luas.

Menurutnya, Kabupaten Jombang telah memiliki fondasi kuat melalui keberadaan Tim Percepatan Penanggulangan Tuberkulosis (TP2TB) dan pelaksanaan Rencana Aksi Daerah (RAD) yang sudah berjalan efektif.

Forum strategis yang dipimpin langsung Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, bertujuan mendorong pemerintah daerah mengaktifkan TP2TB secara serius sebagai langkah konkret dalam mengatasi TBC.

Bupati Warsubi menyambut baik arahan Mendagri tersebut dan menjelaskan bahwa dengan dukungan lintas sektor, Jombang telah mengimplementasikan rencana aksi terstruktur melalui TP2TB dan RAD. “Jombang siap melaksanakan upaya eliminasi TBC,” tegasnya.

Dalam upaya ini, Jombang terus memperkuat layanan kesehatan primer, memperluas deteksi dini hingga ke desa-desa, dan memastikan pasien TBC mendapatkan pengobatan yang tuntas.

“Pemerintah kabupaten akan terus berkolaborasi dengan pemerintah pusat, provinsi, serta masyarakat,” ujar Warsubi.

Bupati juga menekankan pentingnya pendekatan kolaboratif melibatkan tenaga kesehatan, pemerintah desa, dan tokoh agama agar edukasi masyarakat tentang pencegahan dan pengobatan TBC berjalan efektif.

Ia pun mengajak seluruh masyarakat Jombang untuk berperan aktif dalam gerakan eliminasi TBC.

“Pemerintah bisa membuat kebijakan, tetapi keberhasilan program sangat tergantung partisipasi warga, keluarga, dan lingkungan. Bersama-sama kita wujudkan Jombang sehat dan bebas TBC,” pungkas Warsubi.

Selain itu, Pemkab Jombang telah mengeluarkan Peraturan Bupati Nomor 57 Tahun 2025 tentang Rencana Aksi Daerah Penanggulangan HIV-AIDS, TBC, dan Malaria sebagai panduan strategis eliminasi TBC.

Strategi lain yang diterapkan adalah pemantauan kepatuhan pasien lewat aplikasi Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB) serta edukasi masif mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Forum ini juga dihadiri Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Menteri Kesehatan, Kepala Staf Kepresidenan, dan perwakilan dari delapan provinsi: Sumatera Utara, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, dan Nusa Tenggara.

Kehadiran Bupati Jombang dalam forum tersebut menjadi momentum penting memperkuat kolaborasi lintas sektor dan memastikan Jombang menjadi salah satu daerah terdepan dalam mencapai target eliminasi TBC nasional.

Data penderita tuberkulosis (TBC) di Kabupaten Jombang tahun 2025 menunjukkan jumlah kasus yang cukup signifikan. Hingga pertengahan Agustus 2025, terdapat 1.474 kasus baru TBC yang tercatat dari sekitar 11.300 warga yang telah diperiksa oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang.

Selain itu, sepanjang tahun 2023 tercatat ada 2.238 warga Jombang yang mengidap TBC, termasuk sejumlah anak-anak.

Dinas Kesehatan juga melaporkan bahwa sepanjang tahun 2025, terdapat 206 pasien TBC yang menjalani rawat inap di Jombang.

Pemerintah daerah terus menggalakkan upaya deteksi dini, pengobatan tuntas, dan edukasi kesehatan agar bisa menekan angka kasus ini.

Data tersebut menegaskan perlunya dukungan berbagai pihak dalam upaya percepatan eliminasi TBC di Jombang. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

5 Jurusan Kuliah dengan Jumlah Pengangguran Terbanyak di Indonesia

12 Agustus 2026 - 17:07 WIB

Harga Pertalite Dijamin Tidak Naik sampai Desember 2026

12 Agustus 2026 - 16:58 WIB

Kapal Putri Yasmin Terbakar di Selat Lombok, 1 Penumpang Meninggal

12 Agustus 2026 - 16:47 WIB

Fatwa MUI: Pria Haram Berpakaian Wanita dan Sebaliknya saat Rayakan 17 Agustus

11 Agustus 2026 - 20:40 WIB

Alasan SPAI Tolak Status Ojol jadi UMKM, Sudah Ada UU

11 Agustus 2026 - 19:39 WIB

Diskon Khusus Bus Trans Jatim di HUT RI ke-81

11 Agustus 2026 - 19:30 WIB

Festival Gambus Misri Muncul di Sumobito setelah 40 Tahun Menghilang

11 Agustus 2026 - 16:17 WIB

Bupati Warsubi Lantik Pusoko Jadi Kades Antar Waktu Sumberteguh Kudu

11 Agustus 2026 - 16:07 WIB

Dugaan Permintaan Aborsi Seret Runner-up Raka Raki Jatim 2026, Begini Respons Pemkot Surabaya

10 Agustus 2026 - 20:54 WIB

Trending di Nasional