Menu ✖

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

News

SpaceSail, Siap Mengudara di 30 Negara Saingi Starlink

badge-check


					Satelit orbit rendah China saingi Starlink
Perbesar

Satelit orbit rendah China saingi Starlink

Penulis: Jacobus E Lato | Editor: Yobie Hadiwijaya

KREDONEWS.COM, JAKARTA-Rival Starlink dari China, SpaceSail, sedang bersiap untuk hadir di sedikitnya 30 negara dalam waktu dekat.

Pada November 2024, SpaceSail telah menandatangani perjanjian untuk memasuki Brasil. Awal tahun ini, mereka mulai bekerja di Kazakhstan.

Perluasan jangkauan itu jelas bisa menjadi langkah awal bagi SpaceSail untuk bersaing di pasar internet satelit global, yang dulunya sangat eksklusif.

Mengutip CCTV, SpaceSail meluncurkan 18 satelit pertamanya untuk konektivitas Low-Earth Orbit (LEO) pada 6 Agustus 2024. Hingga Januari 2025, terdapat 72 satelit di orbit.

SpaceSail juga telah mengumumkan rencana untuk menyebarkan 648 satelit LEO tahun ini.

Tujuan akhir dari program ini adalah membangun konstelasi “Thousand Sails” (Qianfan) yang dapat mencakup hingga 15.000 satelit pada tahun 2030.

Teknologi LEO, yang digunakan oleh penyedia layanan internet ini, diklaim mampu mengurangi penundaan transmisi dan meningkatkan kapasitas data.

Satelit LEO mengorbit pada ketinggian di bawah 2.000 kilometer dan menyediakan konektivitas internet berkecepatan tinggi dengan penundaan transmisi minimal.

Berdasarkan kemampuan itu, satelit jenis ini dianggap akan sangat bermanfaat bagi komunitas terpencil, kapal laut, dan aplikasi militer.

Program SpaceSail dirintis oleh Shanghai Spacecom Satellite Technology (SSST), sebuah perusahaan teknologi satelit yang didukung pemerintah kota Shanghai.

Mengutip Reuters, SSST berdiri pada tahun 2018 dengan tujuan untuk menyediakan layanan internet berdasarkan LEO.

Pada Februari 2024, SSST telah berhasil mengumpulkan dana 6,7 miliar yuan untuk pembangunan konstelasi LEO.

Firma investasi ventura dan inkubator China, CAS Star, mengatakan bahwa SSST telah mendapatkan dukungan dari sejumlah investor top, seperti Guosheng Capital yang berafiliasi dengan otoritas Shanghai, Hengxu Capital yang didukung oleh produsen mobil SAIC, dan CAS Capital yang merupakan perusahaan investasi lain yang berafiliasi dengan Akademi Ilmu Pengetahuan China. ***

 

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Launching Media APPI: Menyuguhkan Talkshow ‘Jangan Asal Viral’

26 September 2026 - 22:57 WIB

Disidak Inspektur Imipas: Lima Kebohongan Kalapas Cibinong Wisnu H. Putranto Terbongkar

26 September 2026 - 21:57 WIB

Efek Sidak Ombudsman, Inspektur Imipas Nonaktifkan Lima Pejabat LP Cibinong

26 September 2026 - 18:12 WIB

Terbakar Hebat, Dua Ruangan SMPN 2 Perak Ludes Dilalap Api

26 September 2026 - 15:12 WIB

Suhu Naik 1,2 Derajat Celcius Akibat Super El Nino, 451 Ribu Nyawa Melayang

25 September 2026 - 21:11 WIB

Ada Ruang Menyerupai Kantor Polres, RS O Smach untuk Ambil Paksa Organ Manusia

25 September 2026 - 18:55 WIB

Menteri Yusril Minta Ombudsman Buka Semuanya, Izinkan Wartawan Masuk ke LP Cibinong

25 September 2026 - 13:11 WIB

Komisi C Soroti Proyek Revitalisasi 128 Gedung SD/ SMP Jombang dengan Anggaran Rp77,5 Miliar

25 September 2026 - 12:44 WIB

Menelisik Akar Terorisme (61): Nechayev Sang Teroris Muda Kharismatik

25 September 2026 - 11:52 WIB

Trending di News