Menu

Mode Gelap

Headline

SBY Dituding Dalang Isu Ijazah Jokowi, Demokrat Tempuh Jalur Hukum

badge-check


					SBY Perbesar

SBY

Penulis: Jayadi | Editor: Aditya Prayoga

KREDONEWS.COM, SURABAYA– Partai Demokrat melayangkan somasi kepada akun TikTok SWBP (Sudiro Wi Budhius M Piliang) atas tuduhan yang menyebut Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai dalang isu ijazah palsu Presiden Jokowi.

Ultimatum diberikan selama 3×24 jam untuk klarifikasi, permintaan maaf terbuka, serta penghapusan konten. Isu ini mencuat pada akhir Desember 2025 dan disebut membuat SBY merasa terganggu oleh fitnah tersebut.

Isi Tuduhan TikTok

Pada 30 Desember 2025, akun SWBP mengunggah video yang menuding SBY menggunakan politik kotor dengan memutarbalikkan isu ijazah Jokowi dan Gibran demi melemahkan posisi Jokowi sebagai kingmaker Pilpres.

Video itu juga menyebut SBY berkolaborasi dengan pihak lain dan melibatkan Roy Suryo sebagai pion.

Respons Partai Demokrat

Badan Hukum dan Pengamanan Partai (BHPP) Demokrat, dipimpin Muhajir, menegaskan tuduhan tersebut adalah bohong, fitnah, dan merugikan nama baik partai serta SBY sebagai Ketua Majelis Tinggi.

Somasi mengacu pada UU Pidana dan ITE, menuntut jawaban dalam 3×24 jam sejak diterima, tanpa menyebut langkah hukum lanjutan bila diabaikan.

Dampak pada SBY

Politikus Demokrat Andi Arief menyatakan SBY merasa terganggu setelah bertemu langsung dengannya pada 31 Desember 2025. Ia membantah keras keterlibatan SBY dalam isu ijazah palsu Jokowi.

“Pak SBY cukup terganggu dengan isu ini karena tidak benar disebut berada di balik isu ijazah palsu,” ujar Andi dalam unggahan video di akun X pribadinya, Rabu (31/12/2025).

Andi menambahkan hubungan SBY dengan Jokowi selama ini masih baik, meski isu tersebut berpotensi mengganggu.
“Hubungan Pak SBY dan Pak Jokowi selama ini juga baik,” katanya.

Selain akun SWBP, Demokrat juga menargetkan sejumlah kanal YouTube yang dianggap menyebarkan narasi serupa, termasuk milik Zulfan Lindan, Agri Fanani, dan Kajian Online.

Somasi ini menjadi peringatan tegas bahwa Demokrat tidak akan tinggal diam menghadapi serangan digital yang dinilai merusak reputasi partai dan menodai nama besar SBY.****

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Fadia Arafiq Keruk Uang APBD Pekalongan Rp 46 M, Menangkan Proyek untuk PT Miliknya Sendiri

4 Maret 2026 - 19:06 WIB

35 dari 125 Rudal Iran Lolos Jatuh di Tel Aviv, Iron Dome Israel Terbukti Tidak Sakti

4 Maret 2026 - 12:57 WIB

Kapal Induk USS Gerald Ford Sudah Merapat di Pantai Haifa Israel, Angkut Persenjataan Mutakhir

4 Maret 2026 - 12:38 WIB

Efek Perang Teluk, PT Chandra Asri Pacific Umumkan Kondisi Force Majeure

4 Maret 2026 - 12:05 WIB

Bupati Gresik Instruksikan Dinas PUTR Tambal Jalan Kartini dan Veteran, Meski Masuk Kewenangan Pusat

4 Maret 2026 - 11:00 WIB

11 Tersangka OTT Pekalongan Tiba di KPK, Termasuk Bupati Fadia Alrafiq dan Sekda Mohammad Yulian Akbar

3 Maret 2026 - 23:46 WIB

Delapan Orang Luka Berat dan Ringan, Kecelakaaan Beruntun 10 Kendaraan di Exit Tol Bawen

3 Maret 2026 - 23:19 WIB

JLS KM 16-17 Terjadi Longsor Jalur Trenggalek – Ponorogo Putus Total

3 Maret 2026 - 22:53 WIB

Gerakan Jombang Berinfaq, Pemkab dan BAZNAS Santuni 1.000 Anak Yatim Piatu

3 Maret 2026 - 19:31 WIB

Trending di Headline