Menu

Mode Gelap

News

Prabowo Koreksi Kepala BNPB: Jangan ‘Uang Lelah’ Ganti dengan ‘Uang Semangat’

badge-check


					Presiden Prabowo kembali melakukan kunjungan ke Aceh, dan rapat bersama menerti, dan kepala BNPB, untuk mempercepat pemuluhan akibat bencana, Kamis 1 Januari 2026. Foto: prisidenrepublikindonesia Perbesar

Presiden Prabowo kembali melakukan kunjungan ke Aceh, dan rapat bersama menerti, dan kepala BNPB, untuk mempercepat pemuluhan akibat bencana, Kamis 1 Januari 2026. Foto: prisidenrepublikindonesia

Penulis: Yusran Hakim   |    Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, ACEH– Presiden Prabowo Subianto mengoreksi pernyataan Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto yang menyebut adanya “uang lelah” bagi prajurit TNI yang bertugas menangani bencana di Sumatera dan Aceh. Menurut Prabowo, prajurit TNI tidak pantas disebut lelah.

Acara koreksi Prabowo terhadap Kepala BNPB Suharyanto terjadi pada Kamis, 1 Januari 2026, di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh.

Pernyataan itu terjadi saat rapat penanganan bencana ketika Kepala BNPB Suharyanto menjelaskan ada uang makan dan “uang lelah” Rp165.000 per prajurit TNI yang bertugas di lapangan.

Prabowo langsung memotong dan menegaskan bahwa untuk tentara istilah yang tepat bukan “uang lelah” karena prajurit TNI dianggap tidak boleh lelah dalam menjalankan tugasnya.

Prabowo menolak istilah “uang lelah” dan menyebut lebih tepat disebut uang semangat, sebagai bentuk penghargaan terhadap dedikasi dan pengabdian prajurit.

Ia menekankan bahwa dalam doktrin dan etos TNI, prajurit tidak mengenal lelah ketika mengemban tugas, apalagi dalam operasi kemanusiaan seperti penanganan bencana.

Konteks pernyataan

  • Momen ini terjadi dalam kunjungan kerja Prabowo ke Aceh Tamiang/Sumatera untuk meninjau penanganan bencana dan hunian bagi warga terdampak, di mana BNPB melaporkan dukungan anggaran termasuk untuk pasukan TNI.

  • Suharyanto menjelaskan tiap prajurit mendapat uang makan dan uang lelah, yang kemudian langsung diluruskan oleh Prabowo di hadapan peserta rapat sehingga menimbulkan sorotan publik atas pilihan istilah tersebut.

  • Koreksi itu menunjukkan upaya Prabowo membangun citra TNI sebagai prajurit yang selalu siap dan bersemangat, bukan sekadar “dibayar” karena kelelahan.

  • Pergeseran istilah ke “uang semangat” juga memberi pesan bahwa negara mengapresiasi kerja TNI dalam bencana, tanpa mengurangi narasi bahwa tugas tersebut adalah bentuk pengabdian, bukan pekerjaan biasa berbasis hitungan lelah.

BNPB merespons koreksi Presiden Prabowo dengan menerima dan menyetujui pengubahan  istilah “uang lelah” menjadi “uang semangat” bagi prajurit TNI yang bertugas menangani bencana.
Respons ini disampaikan langsung oleh Kepala BNPB Suharyanto saat rapat dan melalui pernyataan resmi BNPB pasca-koreksi.
  • Saat Prabowo mengoreksi, Suharyanto segera menjawab “Siap, tidak mengenal lelah, siap” dan “Uang saku, Bapak, siap”, menunjukkan penerimaan penuh tanpa penolakan.

  • Ia melanjutkan pemaparannya setelah koreksi, menegaskan tidak ada masalah keuangan untuk dukungan operasional TNI.

  • BNPB secara resmi berencana mengubah nomenklatur “uang lelah” menjadi “uang semangat” di dokumen dan laporan mereka, sesuai arahan Prabowo untuk menghormati etos TNI.

  • Penjelasan awal Suharyanto menyebutkan uang tersebut sesuai Peraturan Menteri Keuangan untuk kondisi darurat (Rp165.000 per prajurit), tapi kini disesuaikan dengan istilah baru.

  • Respons ini memperkuat narasi pengabdian TNI tanpa lelah dalam penanganan bencana Sumatera, sejalan dengan doktrin militer yang ditegaskan Prabowo.

  • Tidak ada indikasi konflik; BNPB justru menunjukkan koordinasi cepat dengan presiden dalam rapat di Aceh Tamiang pada 1 Januari 2026.

Rapat tersebut merupakan rapat koordinasi penanganan bencana yang dipimpin langsung Presiden Prabowo Subianto, melibatkan 10 menteri, anggota kabinet, 15 direktur utama BUMN, Gubernur Aceh, Wakil Gubernur, Bupati Tamiang, dan pejabat K/L terkait.

Tujuannya membahas percepatan penanganan dampak bencana besar di Aceh Tamiang dan wilayah sekitar, termasuk koordinasi BNPB, TNI, dan pemerintah daerah untuk menghindari tumpang tindih bantuan.

Lokasi dan Agenda

  • Dilaksanakan di tenda rapat terbatas seusai Prabowo meninjau 600 unit hunian sementara Danantara dari target 15.000 rumah untuk korban bencana.

  • Fokus pada evaluasi kerusakan sungai (seperti Sungai Tamiang), pendalaman alur dari laut, pengerahan alat berat, dan anggaran besar pemerintah pusat.

Acara ini bagian dari serangkaian kunjungan Prabowo ke daerah terdampak bencana Sumatera, termasuk Aceh Tamiang yang mengalami dampak signifikan seperti pendangkalan sungai dan kerusakan luas, dengan penekanan pada terobosan teknis TNI.

Terkait
Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Basarnas Telah Temukan Reruntuhan Helikopter di Tapang Tingang Sekadau

16 April 2026 - 22:28 WIB

Kades Sampurno Ketawa-ketawa, Dikeroyok 15 Orang dan Dibacok di Rumahnya Pakel Lumajang

16 April 2026 - 21:24 WIB

155 Siswa SD-SMP dan SMA di Anambas Keracunan MBG, Pemkab Langsung Menutup MBG

16 April 2026 - 18:12 WIB

Pembakar Sampah Keputih Mangkrak 25 Tahun, Beban Utang Pemkot Surabaya Rp 104 Miliar

16 April 2026 - 17:34 WIB

Sosialisasi Opsen Pajak Kendaraan di Plandaan Jombang Dorong PAD untuk Infrastruktur Desa

16 April 2026 - 17:11 WIB

Pemkab Jombang Salurkan Insentif Rp1 Juta/ Guru TPQ, Sasar 6.500 Pengajar di 1.816 Lembaga

16 April 2026 - 16:42 WIB

Perayaan 115 ASN Purna Bhakti, Bupati Warsubi: Regenerasi Birokrasi Wajar demi Keberlanjutan

16 April 2026 - 16:26 WIB

Kriminologi 500 Tahun Jakarta (Seri 7): Ketika Negara Menjadi Bandar Candu

16 April 2026 - 16:12 WIB

BMKG: Solo Masih Hujan, Dua Hari Banjir Melanda 11 Kalurahan 715 KK

16 April 2026 - 15:54 WIB

Trending di News