Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

News

Olahraga Bisa Turunkan atau Naikkan Asam Urat, Ini Kata Dr. Hans Tandra

badge-check


					Dr. dr. Hans Tandra, Sp.PD-KEMD, Ph.D., FINASIM, FACE, FACP, Perbesar

Dr. dr. Hans Tandra, Sp.PD-KEMD, Ph.D., FINASIM, FACE, FACP,

Penulis: Jayadi |. Editor: Aditya Prayoga

KREDONEWS.COM, SURABAYA-Dalam tayangan Good Talk TV lima bulan lalu, Dr. dr. Hans Tandra, Sp.PD-KEMD, Ph.D., FINASIM, FACE, FACP, kembali menekankan pentingnya mengatur pola olahraga secara tepat bagi penderita asam urat.

Ketika ditanya oleh host, “Benar enggak sih, Dok, kalau olahraga itu bisa nurunin asam urat?” Dr. Hans menjawab tegas, “Benar.” Ia menjelaskan bahwa olahraga yang dilakukan dengan cara yang benar dapat membantu tubuh membakar kalori, memecah lemak dan gula, serta menurunkan berat badan.

Penurunan berat badan ini berperan penting karena purin—zat yang memicu asam urat—banyak dihasilkan dari pemecahan sel, terutama pada orang dengan berat badan berlebih. Dengan kata lain, olahraga yang efektif bisa mengurangi produksi purin dan menurunkan kadar asam urat.

Namun, Dr. Hans mengingatkan bahwa olahraga tidak boleh dilakukan secara ekstrem. “Akan tetapi kadang-kadang kita dapatkan ada orang olahraga kencang, olahraga hebat-hebatan, kuat-kuatan. Itu namanya intensitas berat,” ujarnya.

Olahraga dengan intensitas tinggi justru bisa memicu pemecahan sel secara berlebihan, sehingga purin yang dilepaskan meningkat drastis dan menyebabkan lonjakan asam urat keesokan harinya. Ia mencontohkan kasus pada atlet yang menjalani pertandingan berat seperti sepak bola 90 menit, maraton, atau tinju. Pemeriksaan pasca-pertandingan sering menunjukkan kadar asam urat yang melonjak akibat stres metabolik dan kerusakan sel.

Karena itu, Dr. Hans menyarankan olahraga dengan intensitas ringan hingga sedang. Waktu terbaiknya adalah “one hour after meal, 1 jam habis makan,” katanya. Ia juga menekankan pentingnya menjaga hidrasi dengan banyak minum air putih serta menghindari makanan olahan dan tinggi kalori.

Host Good Talk menyimpulkan dengan anjuran praktis: olahraga ringan yang menyenangkan cukup dilakukan di pagi hari. “Gak perlu pagi malam, pagi malam,” ujarnya. Dr. Hans pun mendukung saran tersebut, “Pagi habis makan 1 jam sambil berjemur matahari, sampai nyanyi dan ketawa. Nikmati sinar matahari 30 menit maka sehat.”

Kesimpulannya, olahraga memang bisa membantu menurunkan asam urat, asal dilakukan dengan bijak: intensitas cukup, durasi tidak berlebihan, waktu yang tepat, dan disertai gaya hidup sehat lainnya.****

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Pemkot Surabaya Launching Buku: Bung Karno, Arek Surabaya!

27 Juni 2026 - 10:29 WIB

Korban Meninggal Latsarmil KDMP Jadi 4 Orang, Kemenhan Lakukan Evaluasi Prosedur

27 Juni 2026 - 09:58 WIB

Pria Berkaca Mata dan Bermasker Abu-abu Pegang Setir Terekam CCTV Juanda, Tewasnya Wanita ASN Bangkalan

26 Juni 2026 - 14:58 WIB

Kasatreskrim dan Delapan Kapolsek Jajaran Polres Jombang Resmi Berganti

26 Juni 2026 - 13:46 WIB

Menelisik Akar Terorisme (26): Rahasia Kaum Freemanson

26 Juni 2026 - 12:26 WIB

Taubat Bersama di Ponpes Shiddiqiyyah, Kiai Tar: Koruptor Itu Hidup dari Mayat dan Darah Saudaranya

26 Juni 2026 - 11:25 WIB

10 Menit Standing Applause untuk Papermoon Puppet Theatre dari Yogya yang Mengguncang Jerman

25 Juni 2026 - 15:02 WIB

Temuan Jasad Wanita di Parkiran Juanda, Risang: Korban Janji Pulang Sabtu 20 Juni 2026

25 Juni 2026 - 09:10 WIB

Sudah Tiga Orang Meninggal Saat Mengikuti Larsarmil Calon Manajer KDMP di Tiga Lokasi Berbeda

25 Juni 2026 - 08:35 WIB

Trending di News