Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

News

Nawal El Saadawi: Demokrasi Adalah Ilusi

badge-check


					Nawal El Saadawi: Demokrasi Adalah Ilusi Perbesar

Penulis: Jayadi  |  Editor: Aditya Prayoga 

KREDONEWS.COM- SURABAYA-Nawal El Saadawi dikenal sebagai penulis, dokter, psikiater, sekaligus aktivis feminis berpengaruh dari Mesir. Karya-karyanya, baik fiksi maupun nonfiksi, menjadi rujukan penting bagi mahasiswa dan aktivis di berbagai belahan dunia.

Novel terkenalnya Perempuan di Titik Nol lahir dari kisah nyata seorang narapidana perempuan yang ditemuinya di penjara. Sementara itu, buku Woman and Sex (1972) sempat dilarang di Mesir selama dua dekade karena dianggap terlalu kontroversial.

Dalam forum internasional, Nawal kerap melontarkan kritik tajam terhadap politik global. Ia menegaskan, “Tidak ada demokrasi di dunia.” Pengalaman dua puluh tahun tinggal di Amerika justru memperkuat pandangannya bahwa sistem politik negara besar tidak benar-benar demokratis. Ia berkata, “Bill Clinton tidak dikeluarkan dengan demokratis. Obama tidak dikeluarkan dengan demokratis. Donald Trump tidak dikeluarkan dengan demokratis.”

Bagi Nawal, contoh-contoh tersebut menunjukkan bahwa politik lebih sering digerakkan oleh kepentingan ekonomi dan elite, bukan suara rakyat.

Di Mesir, kritiknya tak kalah keras. Ia mempertanyakan pergantian kekuasaan dengan bertanya, “Anda pikir bahwa Morsi dikeluarkan dengan demokratis?” Menurutnya, campur tangan asing, dukungan finansial, dan keberpihakan politik internasional berperan besar dalam perubahan kepemimpinan di negaranya. Ia bahkan menyinggung keterlibatan tokoh Barat sebagai bukti adanya kepentingan eksternal.

Sebagai latar, Mohamed Morsi adalah presiden kelima Mesir (2012–2013) yang terpilih setelah Revolusi 2011 menggulingkan Hosni Mubarak. Ia mewakili Partai Kebebasan dan Keadilan yang berafiliasi dengan Ikhwanul Muslimin. Pada Juni 2013, demonstrasi massal menuntut pengundurannya berujung pada kudeta militer oleh Jenderal Abdel Fattah el-Sisi. Konstitusi ditangguhkan, Morsi ditangkap, dan kemudian menjalani tahanan hingga wafat pada 17 Juni 2019 akibat serangan jantung di pengadilan Kairo.

Lebih jauh, Nawal menilai kekuatan kolonial dan imperialis cenderung mendukung kelompok berbasis agama karena dianggap mampu mencegah lahirnya pemerintahan revolusioner. Baginya, selama kapitalisme, imperialisme, patriarki, dan otoritas religius masih berkuasa, kebebasan sejati sulit tercapai.

Pada akhirnya, ia menutup pandangannya dengan pernyataan tegas: “Demokrasi adalah ilusi.” Menurut Nawal, demokrasi sejati hanya mungkin tumbuh ketika pengaruh kapitalisme, imperialisme, dan kontrol religius dihapuskan. Baginya, “Demokrasi adalah kebebasan yang benar. Kebebasan.”

Melalui kritik konsisten dan keberanian intelektualnya, Nawal El Saadawi dikenang sebagai sosok yang menantang struktur kekuasaan, baik nasional maupun global. Pemikirannya tetap menjadi referensi penting dalam diskusi feminisme, politik, dan keadilan sosial.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Bupati Probolinggo dan Suami Anggota DPR RI Dituntut 6 Tahun Penjara, Wajib Kembalilan Uang Rp147 M

31 Juli 2026 - 11:41 WIB

Menelisik Akar Terorisme (43): Para Budak Pun Merantai Dirinya Sendiri

31 Juli 2026 - 09:56 WIB

Reskrim Polres Jombang Mulai Selidiki KPRI Sejahtera, Kasus Dana Rp124 Miliar Tidak Cair

30 Juli 2026 - 19:00 WIB

Pemkab Jombang Resmi Buka MPLS Sekolah Rakyat 1 Ajaran 2026/2027

30 Juli 2026 - 18:00 WIB

KAIST Korsel Temukan ‘Sakelar Genetik’ Pengubah Sel Kanker Jadi Sel Normal

30 Juli 2026 - 16:43 WIB

Zoom Meeting Wabub Salmanudin dengan OJK, Penilaian Awal TPAKD Award 2025

29 Juli 2026 - 20:44 WIB

Peringatan Harganas 33, Bupati Warsubi dan Istri Peroleh Penghargaan dari Kementrian KPPK/ BKKBN

29 Juli 2026 - 20:03 WIB

Menelisik Akar Terorisme (42): Boudicca Bantai Orang Romawi di Tiang Gantungan

29 Juli 2026 - 19:43 WIB

BPK Jatim Temukan Angka Rp554 Juta Bansos Masuk Kantong Pejabat Dispendik Jember

29 Juli 2026 - 16:02 WIB

Trending di News