Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

Internasional

Mengenal Lebih Dekat Kapel Sistina yang Menjadi Tempat Konklaf Pemilihan Paus Baru

badge-check

Kapel Sistine, menjadi tempat digelarnya Konklaf 2025.

KREDONEWS, SURABAYA – Vatikan menutup sementara Kapel Sistina untuk pelaksanaan konklaf pemilihan Paus baru pada hari ini (7/5). 133 calon paus dari seluruh penjuru dunia akan dikumpulkan dan dipilih secara tertutup dan rahasia di Kapel Sistina.

Kapel Sistina berada di dalam kediaman resmi Paus di Vatikan, yaitu di Istana Apostolik. Kapel ini sudah sering digunakan utuk berbagai agenda penting, seperti konklaf kepausan, pembaptisan, hingga upacara resmi Paus lainnya. Beberapa Paus dinobatkan di kapel ini.

Kapel Sistina merupakan lokasi langganan digelarnya konklaf sejak 1878. Konklaf terakhir yang digelar di sana dilakukan pada tahun 2013, setelah pengunduran diri Benediktus XVI. Di tempat ini pula mendiang Paus Fransiskus terpilih.

Mengutip situs resmi Direktorat Museum dan Warisan Budaya Vatikan, sejarah Kapel Sistina dimulai pada abad ke-15, ketika Paus Sixtus IV della Rovere (1471-1484) memutuskan untuk merenovasi kapel kuno, yaitu Cappella Magna. Renovasi ini berlangsung antara tahun 1477 hingga 1480, dan kapel tersebut akhirnya diberi nama “Sistina” untuk menghormati Paus Sixtus IV.

Kapel Sistina terkenal akan lukisan-lukisan karya penulis terkenal yang indah di langit-langit dan dindingnya. Pelukis pertama yang diminta untuk mengerjakan interior Kapel Sistina adalah Perugino dan beberapa seniman Renaisans Firenze yang terkenal di masa itu. Dekorasi interior kapel tersebut mulai dibuat pada tahun 1481.

Seniman Matteo d’Amelia melukis langit berbintang (1481-1482) di langit-langit kapel. Lalu dilanjutkan mengerjakan lukisan pada layer, bilik paduan suara, dan lambang kepausan di atas pintu masuk.

Selanjutnya, pada tahun 1483, Paus Sixtus IV menambahkan kapel baru yang didekasikan untuk Bunda Maria Diangkat ke Surga.

Paus berikutnya, Paus Julius II, ingin mengubah sebagian dekorasi. Ia meminta Michaelangelo untuk melukis langit-langit dan kubah yang menggambarkan adegan-adegan dari Kitab Kejadian, termasuk penciptaan Adam (1508 dan 1512), Penghakiman Terakhir, kedatangan Kristus yang kedua pada salah satu dinding.

Michaelangelo melukis “Penghakiman Terakhir” di dinding altar tahun 1534 – 1541, yang menggantikan fresco lama. Lukisan ini menggambarkan kedatangan Kristus sebagai Hakim Dunia, yang didasarkan pada ajaran dalam Alkitab.

Lukisan paling terkenal di Kapel Sistina adalah Penciptaan Adam. Lukisan ini berada di langit-langit Kapel Sistina. Gambar tersebut menunjukkan bagaimana Tuhan memberikan kehidupan kepada Adam. Gambar ini berbentuk tangan kedua figure yang hampir bersentuhan, yang melambangkan penciptaan manusia pertama. Jari-jari mereka yang hampir bersentuhan merupakan salah satu gambar ikonik yang dikenal dan paling banyak ditiru di dunia.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

2027 Polri Minta Tambah Anggaran Rp61 Triliun Menjadi Rp184 Triliun

17 Juni 2026 - 17:17 WIB

Ketua DPRD Jombang Hadi Atmaji Hadiri Doa Bersama Sambut Tahun Baru Hijriah 1448

17 Juni 2026 - 13:46 WIB

Komisi D DPRD Jombang Hearing Rencana PHK 1.000 Orang PT SGS, Karyawan Minta Buka Data

17 Juni 2026 - 12:35 WIB

Harga Rp 1,340 Triliun, Pesawat Pembom Legendaris Boeing B‑52 Stratofortress Jatuh

17 Juni 2026 - 00:01 WIB

Harga BBM Nonsubsidi Naik, Tarif Bus Trans Jatim Dipastikan Tetap

16 Juni 2026 - 20:50 WIB

Bukan Cuma Surat, Pencuri Datangi Korban Berdamai di Depan Polisi Polsek Pungging Mojokerto

16 Juni 2026 - 17:59 WIB

Kejadian menari, tersangka pelaku pencurian Pungging Mojokerto, mereka berdamai. Suwandi, memaafkan pelaku, dan ikhlas memaafkan plekai sekaligus mencabut laporan

Gempa Magnetudo 6.7 Guncang Sulawesi Tengah, Lokasi Darat 23 Km dari Palu

16 Juni 2026 - 16:21 WIB

Gempa berkekuatan magnetudo, guncang wilayah Sulawesi Tengah, tidak menimbulkan tsunami. Beberapa laporan rumah roboh, korban berjatuhan. Foto: ist

Menelisik Akar Terorisme (19): Betapa Kejam dan Kelam Perang Daud

15 Juni 2026 - 20:19 WIB

Nekad Maling Motor, Dua Remaja Diringkus Polisi

15 Juni 2026 - 12:52 WIB

Trending di News