Menu

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Life Style

Media Sosial Mendorong Warga Singapura di Bawah Usia 30 Tahun Oplas

badge-check


					Dj dan influencer Singapura Jade Rasif oplas usia 19 tahun Perbesar

Dj dan influencer Singapura Jade Rasif oplas usia 19 tahun

Penulis: Jacobus E Lato | Editor: Yobie Hadiwijaya

KREDONEWS.COM, JAKARTA-Semakin banyak warga Singapura berusia di bawah 30 tahun yang menjalani operasi plastik (oplas), tetapi dokter memperingatkan tren tersebut dapat memicu kecanduan terhadap perawatan kecantikan dan menyebabkan lebih banyak pekerjaan yang gagal, CNA melaporkan hari ini.

Permintaan untuk pekerjaan kosmetik telah melonjak 30 persen tahun lalu, dengan klien yang lebih muda kini mencapai porsi yang terus bertambah, portal berita Singapura melaporkan, mengutip dokter bedah plastik lokal.

“Anda ingin mencegah generasi muda kecanduan operasi plastik,” kata Dr. Janna Joethy, konsultan senior di Nassim Plastic Surgery.

Menurut laporan berita, tren saat ini yang berlaku di kalangan mereka yang berusia di bawah 30 tahun adalah operasi kelopak mata, pembentukan ulang hidung, dan kontur tubuh, dan mereka sering kali dipengaruhi oleh apa yang mereka lihat di media sosial.

Namun seiring meningkatnya permintaan, jumlah prosedur yang cacat juga meningkat, termasuk kasus yang terkait dengan klinik luar negeri dan praktisi yang tidak terdaftar.

Pengacara R Shankar dari Advox Law mengatakan kepada CNA bahwa ada peningkatan kesadaran akan hak-hak pasien, tetapi menambahkan bahwa membuktikan kelalaian itu sulit dan sebagian besar perselisihan diselesaikan secara pribadi.

“Tidak semua perawatan berjalan lancar. Beberapa bahkan menimbulkan konsekuensi serius seperti kebutaan. Lakukan uji tuntas. Kunjungi praktisi terdaftar yang tepat,” ujarnya.

Dokter veteran juga mengakui bahwa laju pesat dan sifat kompetitif bidang ini memberi tekanan pada klinik untuk mengadopsi prosedur baru dengan cepat, terkadang sebelum hasil jangka panjang diketahui.

DJ dan influencer Singapura Jade Rasif, yang mengaku menjalani operasi plastik pertamanya di usia 19 tahun, mengatakan penting untuk berpikir jangka panjang sebelum menjalani operasi.

“Ketika orang menjalani operasi, terutama di usia muda, termasuk saya, Anda seperti berusaha membuat diri Anda sesuai dengan sebuah ideal, dan ideal itu adalah ideal orang lain,” ujarnya kepada CNA .***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Lagu Ikonik Kebyar Kebyar Diciptakan saat Gombloh Kerokan

19 Agustus 2026 - 21:19 WIB

Wajah Anak Tak Diekspos Mahalini Tuai Pro Kontra

18 Agustus 2026 - 21:08 WIB

KPJ Damansara Specialist Hospital 2, Rumah Sakit Layaknya Hotel

18 Agustus 2026 - 07:39 WIB

Siti Si Vampir Tayang Oktober 2026, Satine Zaneta Jadi Pemeran Utama

6 Agustus 2026 - 19:19 WIB

Lagu Terbaru No Na ‘honk!’ Buktikan Musik Indonesia Bisa Mendunia

3 Agustus 2026 - 18:27 WIB

Nabila Gardena Mendadak Viral, Benarkah Terseret Isu Korupsi BUMN?

28 Juli 2026 - 20:09 WIB

Putri Kamboja Menciptakan Sensasi di Piala ASEAN 2026

26 Juli 2026 - 19:34 WIB

Drama di Balik Gol Juara Ferran Torres, Putus Cinta Jelang Final Piala Dunia

22 Juli 2026 - 18:31 WIB

Penggemar Sepakbola Takjub Lihat Kaki Jenjang Presenter

21 Juli 2026 - 19:07 WIB

Trending di Life Style