Menu

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

News

MBG Kini Menjadi Momok Menakutkan, Puluhan Siswa SMP di Ciamis Tumbang

badge-check


					Siswa yang diduga keracunan MBG Perbesar

Siswa yang diduga keracunan MBG

Penulis: Jayadi | Editor: Aditya Prayoga

KREDONEWS.COM, CIAMIS– Sebanyak 52 siswa SMPN 4 Pamarican, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, mengalami mual, muntah, dan pusing setelah menyantap hidangan Makanan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah, Senin (29/9/2025) sekitar pukul 12.00 WIB.

Menu MBG hari itu berupa nasi, ayam goreng, sayur labu siam dan jagung, tahu goreng, serta buah jeruk. Setelah muncul keluhan, pihak sekolah segera mengevakuasi siswa yang terdampak.

Adapun menu berasal dari Dapur SPPG Sukajadi yang dikelola Yayasan Nurul Falah Sedekan di Dusun Sukajadi, Desa Sukajadi, Kecamatan Pamarican.

Dalam distribusi hari itu, sebanyak 2.689 paket MBG dibagikan ke 27 titik, dengan SMPN 4 Pamarican menerima jumlah terbesar, yaitu 608 paket. Sisanya tersebar ke sejumlah SD, madrasah, serta MTs di wilayah sekitar.

Dikutip dari CNN, Kapolres Ciamis AKBP Hidayatullah menyebutkan dua siswa dirawat di RSUD Kota Banjar, 14 di Puskesmas Pamarican, empat dirujuk ke Puskesmas Banjar, sedangkan 32 lainnya hanya memerlukan perawatan ringan di sekolah dan sudah dipulangkan.

Polres Ciamis telah melakukan olah TKP, mengamankan sampel makanan, serta meminta keterangan dari pihak sekolah, siswa, dan pengelola dapur. Kapolres menegaskan kasus ini akan ditangani secara menyeluruh, termasuk kemungkinan adanya unsur kelalaian.

Saat ini, mayoritas siswa yang terdampak dilaporkan sudah mulai membaik setelah mendapat perawatan medis.

Sebelumnya, karena Kasus keracunan ini sering terjadi maka timbul keresahan para orang tua. Mereka menilai program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebaiknya dihentikan karena dianggap membahayakan anak-anak. Agus, ayah dari Neng Nesa Agustin (18) korban dari MBG di Kabupaten Bandung Barat mengungkapkan putrinya mengalami kejang hingga harus mendapat infus dan oksigen.

“Kalau makanannya seperti ini, bisa membahayakan anak-anak. Lebih baik bantuannya diberikan uang tunai,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Siti Aisyah, yang anaknya kembali dirawat akibat kondisi kesehatan memburuk.

Ada pula orang tua siswa yang melarang anaknya mengkonsumsi MBG dan lebih memilih membawa bekal dari rumah.

Sebemumnya kasus serupa juga ditemukan di Cianjur, Sukabumi, Subang, dan Sumedang, dengan total 1.315 siswa menjadi korban di lima kabupaten Jawa Barat.***

 

 

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Rudal Houthi Sasar Bandara Raja Khaled dan Mengenai Fasilitas Perminyakan Aramco

20 September 2026 - 08:57 WIB

Penelisik Akar Terorisme (58): Pemberontak Chang Hsien-chung Hingga Jejak Perang Salib di Tiongkok

20 September 2026 - 08:30 WIB

100 Tahun Pondok Darussalam Gontor, Presiden Tiga Kali Pekikan Free Palestine! Mau Heboh, Terserah

19 September 2026 - 16:06 WIB

Ratusan Orang Tuntut PT Annisa Ahmada Kembalikan Ongkos Umrah: Total Rp57 Miliar

19 September 2026 - 15:13 WIB

Sidang Gratifikasi Rp 1,08 M Dirjen BC Jaka Budi Utama, Faisyal Assegap Ancam Datangkan Massa di PN Tipikor

19 September 2026 - 14:30 WIB

Hilang Saat Liputan Erupsi G. Anak Krakatau: SAR Hentikan Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Kru

19 September 2026 - 12:30 WIB

Empat Bulan Jalani Hukuman Kasus Rp22 Juta, Hellyana Duduk Kembali ke Singgasana Wagub Babel

19 September 2026 - 11:06 WIB

Harga Emas Antam Jumat Naik Rp25.000 Jadi Rp2,623 Juta per Gram

18 September 2026 - 20:26 WIB

Dudung Abdurrahman: Jargas Sudah Siap 100 %, Gresik Bangun 7.363 Sambungan Rumah

18 September 2026 - 19:42 WIB

Trending di News