Penulis: Mulawrman| Editor: Yobie Hadiwijaya
KREDONEWS.COM, JAKARTA-Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menargetkan nilai transaksi program Belanja di Indonesia Aja (BINA) Lebaran 2026 dapat mencapai sekitar Rp 53 triliun. Target tersebut meningkat sekitar 20% dibandingkan realisasi tahun lalu.
Program ini diharapkan dapat mendorong konsumsi domestik sekaligus menopang pertumbuhan ekonomi pada kuartal pertama tahun 2026. Airlangga mengatakan pengusaha sudah berkomitmen untuk memberikan diskon 70-80%.
“Dan saya monitor BINA targetnya sekarang Rp 53 triliun. Dan ini naik 20% dibandingkan tahun yang lalu. Dan kami berharap ini akan terus meningkatkan konsumsi dalam negeri. Tadi janjinya diskonnya 70-80%,” kata Airlangga dalam peluncuran acara BINA Lebaran di Senayan City, Jakarta, Jumat (6/3/2026).
Menurutnya, momentum program BINA penting untuk mendongkrak konsumsi rumah tangga yang menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional. Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi kuartal I 2026 bisa mencapai sekitar 5,5%, lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
“Tahun lalu tumbuhnya agak rendah. Kita sudah lihat inflasinya juga sudah relatif tinggi karena tahun lalu juga terjadi deflasi. Karena kita memberikan subsidi 50% untuk listrik, kali ini tidak. Jadi inflasi dibanding base lainnya naik. Demikian pula dengan pertumbuhan ekonomi. Kita berharap kuartal pertama ini bisa mencapai 5,5%,” beber Airlangga.
Airlangga menambahkan dorongan konsumsi menjadi semakin penting di tengah ketidakpastian global, termasuk dampak konflik di Timur Tengah yang berpotensi mengganggu transportasi dan rantai pasok internasional.
Sebagai bagian dari program BINA Lebaran tahun ini, sekitar 800 brand dan 80.000 toko dari berbagai sektor seperti makanan-minuman, fesyen, hingga elektronik ikut terlibat dalam program diskon tersebut. Program ini berlaku sejak 6 sampai 30 Maret 2026.
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja mengatakan pusat perbelanjaan telah melakukan persiapan panjang untuk menghadapi periode belanja Ramadan hingga Lebaran.
Sekitar 414 pusat perbelanjaan di seluruh Indonesia diperkirakan ikut serta dalam program BINA Lebaran tahun ini. Transaksi selama periode ini ditargetkan naik sebesar 10–15%.
Menurut Alphonzus, puncak penjualan diperkirakan terjadi dalam dua minggu menjelang Lebaran, terutama pada akhir pekan ketika masyarakat mulai mempersiapkan kebutuhan mudik dan hari raya.
“Puncak penjualan akan terjadi minggu ini. Mulai hari ini Jumat, besok sampai dengan hari Minggu akan terus berlanjut sampai dengan nanti Minggu depan. Sebelum masyarakat pulang mudik, persiapan mudik. Jadi saya kira akan terjadi puncaknya di 2 minggu ini. Nanti kemudian akan terjadi lagi puncak kunjungan pada hari Idulfitri ke-2,” papar Alphonzus.***











