Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

Kolom

Leo Tolstoy: Menakar Keimanan Lewat Perilaku Sehari-hari

badge-check


					Leo Tolstoy: Menakar Keimanan Lewat Perilaku Sehari-hari Perbesar

Penulis: Jayadi | Editor: Aditya Prayoga

KREDONEWS.COM, SURABAYA– Kutipan “Biarkan saya melihat agamamu dalam perilakumu” yang sering dikaitkan dengan Leo Tolstoy, menekankan pentingnya tindakan nyata sebagai wujud keimanan.

Leo Tolstoy (Lev Nikolayevich Tolstoy) adalah seorang sastrawan Rusia yang lahir pada 9 September 1828 dan meninggal pada 20 November 1910. Ia dikenal sebagai salah satu novelis terbesar sepanjang masa, terutama melalui karya-karyanya yang monumental seperti Perang dan Damai dan Anna Karenina yang menggambarkan kehidupan Rusia dengan realisme mendalam. Selain sebagai penulis novel, Tolstoy juga seorang filsuf moral, pembaharu sosial, pasifis.

Pada jamannya banyak orang pandai berbicara agama, memiliki dalil-dalil yang hebat, ilmu yang kuat, tapi sayangnya tidak menjalankannya dalam kehidupan sehari-hari.

Ketika ia berbicara cinta kasih misalnya, tapi dalam praktik kehidupannya, ia hidup dengan penuh kebencian, suka merendahkan orang, menyakiti orang, tidak menghormati orang, dan seterusnya.

Artinya apa guna ilmu agama yang dia miliki? Karena itu Leo Tolstoy mengatakan, biarkan saya melihat agamamu dalam perilakumu.

Tolstoy menolak agama yang hanya sebatas ritual atau dogma tanpa tercermin dalam perilaku sehari-hari. Bagi dia, iman sejati terlihat dari kasih, kejujuran, kerendahan hati, dan tindakan baik terhadap sesama. Dalam konteks ini, ajaran moral lebih bermakna daripada sekadar kata-kata atau simbol keagamaan.

Bagi Tolstoy, agama bukanlah sekadar seperangkat kepercayaan abstrak, melainkan sebuah panduan untuk menjalani kehidupan sehari-hari. Ini berarti bagaimana seseorang berinteraksi dengan orang lain, menghadapi kesulitan, mengambil keputusan, dan memperlakukan lingkungan di sekitarnya adalah cerminan dari keyakinan terdalamnya.

Kutipan Tolstoy sebenarnya sejalan dengan pesan universal banyak agama:
Seperti

– Kristen “Iman tanpa perbuatan adalah mati” (Yakobus 2:17)

– Islam “2. Wahai orang-orang yang beriman! Mengapa kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan?
3. (Itu) sangatlah dibenci di sisi Allah jika kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan.” QS. As-Saff 61:2-3 dalam Islam

Pada akhirnya, kutipan ini adalah sebuah tantangan bagi kita semua untuk mengevaluasi apakah nilai-nilai yang kita pegang, baik itu agama, filosofi, atau kode etik pribadi, benar-benar termanifestasi dalam cara kita hidup. Ini mengingatkan kita bahwa bukti terbaik dari apa yang kita yakini adalah bagaimana kita bertindak.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Ketika Rumah Kebudayaan Menjadi Arena Perebutan Panggung

11 Mei 2026 - 18:17 WIB

Cerdas Tanpa Etika atau Santun Tanpa Ilmu: Mana Lebih Berbahaya?

24 Februari 2026 - 19:20 WIB

KUHP Baru: Pemukulan karena Provokasi Bisa Hapus Pidana

11 Januari 2026 - 21:08 WIB

Malam Jumat Legi Diyakini Bukan Sekadar Malam Biasa

8 Januari 2026 - 15:08 WIB

Jeritan di Hari Guru: Tiga Masalah Mendesak Guru Honorer Indonesia

25 November 2025 - 18:30 WIB

Mengingat Sejarah Perjuangan Mas TRIP: Malam Mencekam di Markas Belanda

21 November 2025 - 17:31 WIB

Pemerintah AS Berikan Jutaan Dolar Kepada Kaum Ikhwanul Muslimin Malaysia

17 November 2025 - 07:25 WIB

Hubungan Faksi Houthi – Sudan Berkembang, AS Perlu Waspada!

12 November 2025 - 20:33 WIB

Pelajaran dari Ayah Mas TRIP, Kekonyolan di Balik “Tenang Belanda Masih Jauh”

12 November 2025 - 18:12 WIB

Trending di Kolom