Menu

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

News

Kopdes Merah Putih Terancam Tutup atau Dipaksa Tutup, Ini Penjelasannya

badge-check


					Prof Darmadi, sumber TV Parlemen Perbesar

Prof Darmadi, sumber TV Parlemen

Penulis: Jayadi | Editor: Aditya Prayoga:

KREDONEWS.COM, SURABAYA- Prof. Dr. Darmadi Durianto, Anggota DPR RI Komisi VI dari Fraksi PDIP, menyoroti keberadaan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih dalam rapat kerja di Gedung Parlemen pada 9 September 2025. Ia menilai keberadaan koperasi tersebut masih menimbulkan sejumlah persoalan di lapangan.

Dalam forum tersebut, Darmadi menyinggung persoalan operasional koperasi yang dinilainya belum jelas. Ia mempertanyakan apakah keberadaan kantor saja bisa disebut sudah beroperasi?

Sebab mengingat temuan di lapangan menunjukkan kondisi berbeda. Beberapa koperasi yang ia kunjungi, menurutnya, hanya tampak seperti formalitas tanpa pengelolaan serius.

“Salah-salah Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di demo di sana,” ujar Darmadi mengingatkan potensi resistensi dari masyarakat bila masalah ini dibiarkan. Ia mencontohkan pengalaman di daerah Hambalang, di mana setelah peresmian, koperasi justru ditutup.

Lebih jauh, Darmadi menekankan dampak yang lebih luas terhadap ekonomi lokal. Ia khawatir kehadiran Kopdes Merah Putih justru mematikan usaha kecil yang sudah lama berjalan, seperti pangkalan gas, warung sembako, maupun pedagang tradisional.

Dikutip dari YouTube Gen Banteng, 10 September 2025, Kondisi itu, kata dia, berisiko menimbulkan persaingan yang tidak sehat dan mengancam jutaan UMKM di seluruh Indonesia.

Ia memperingatkan agar pemerintah tidak mengabaikan fakta ini. “Kalau yang tumbuh 80 ribu, kemudian yang terbunuh 30 juta, ini juga tidak bagus, Pak,” kata Darmadi di tengah rapat.

Menurutnya, bila koperasi desa dikelola tanpa konsep yang matang, dampaknya bisa menimbulkan kecemburuan sosial bahkan potensi konflik di masyarakat.

Ia meminta pihak terkait lebih serius menata Kopdes Merah Putih agar benar-benar berfungsi sesuai tujuan awal dan tidak menimbulkan gejolak di kemudian hari.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Rudal Houthi Sasar Bandara Raja Khaled dan Mengenai Fasilitas Perminyakan Aramco

20 September 2026 - 08:57 WIB

Penelisik Akar Terorisme (58): Pemberontak Chang Hsien-chung Hingga Jejak Perang Salib di Tiongkok

20 September 2026 - 08:30 WIB

100 Tahun Pondok Darussalam Gontor, Presiden Tiga Kali Pekikan Free Palestine! Mau Heboh, Terserah

19 September 2026 - 16:06 WIB

Ratusan Orang Tuntut PT Annisa Ahmada Kembalikan Ongkos Umrah: Total Rp57 Miliar

19 September 2026 - 15:13 WIB

Sidang Gratifikasi Rp 1,08 M Dirjen BC Jaka Budi Utama, Faisyal Assegap Ancam Datangkan Massa di PN Tipikor

19 September 2026 - 14:30 WIB

Hilang Saat Liputan Erupsi G. Anak Krakatau: SAR Hentikan Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Kru

19 September 2026 - 12:30 WIB

Empat Bulan Jalani Hukuman Kasus Rp22 Juta, Hellyana Duduk Kembali ke Singgasana Wagub Babel

19 September 2026 - 11:06 WIB

Harga Emas Antam Jumat Naik Rp25.000 Jadi Rp2,623 Juta per Gram

18 September 2026 - 20:26 WIB

Dudung Abdurrahman: Jargas Sudah Siap 100 %, Gresik Bangun 7.363 Sambungan Rumah

18 September 2026 - 19:42 WIB

Trending di News