Menu

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Headline

Indikasi Kabel Bawah Laut, Dirut PLN Darmawan Prasodjo Belum Tahu Pasti Penyebab Black Out 5 Jam di Bali

badge-check


					Masih misteri penyebab terjadinya blackout alias listrik padam total di Bali selama lima jam. Ada dugaan akibat gangguan kabel bawah laut. Foto: Dok/PLN Perbesar

Masih misteri penyebab terjadinya blackout alias listrik padam total di Bali selama lima jam. Ada dugaan akibat gangguan kabel bawah laut. Foto: Dok/PLN

Penulis: Eko Wienarto    |   Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, JAKARTA- Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo mengindikasikan gangguan pada sistem kabel laut bawah laut sebagai penyebab pemadaman listrik massal di Bali pada 2 Mei 2025, meskipun penyebab pastinya masih dalam penyelidikan.

Selain itu, Humas PLN UID Bali, Anom Silaparta, juga menyebutkan bahwa blackout terjadi akibat gangguan pada kabel laut yang mengalirkan listrik dari Jawa ke Bali. Namun, PLN secara resmi masih melakukan investigasi untuk memastikan penyebab pasti gangguan tersebut.

Gangguan kabel bawah laut yang menjadi penyebab blackout listrik di Bali adalah gangguan pada kabel interkoneksi listrik bawah laut yang menghubungkan Pulau Jawa dengan Pulau Bali, khususnya kabel transmisi listrik dari PLTU Paiton di Jawa Timur ke Bali.

Kabel ini merupakan jalur utama penyaluran listrik antar pulau yang mengalami gangguan sehingga menyebabkan terhentinya pasokan listrik ke Bali dan memicu pemadaman total di hampir seluruh wilayah Bali pada 2 Mei 2025.

Penyebab utama blackout atau mati listrik total di Bali pada 2 Mei 2025 adalah gangguan pada kabel bawah laut yang mengalirkan listrik dari Jawa ke Bali. Kabel ini merupakan jalur utama transfer listrik antar pulau, terutama dari PLTU Paiton di Jawa Timur ke Bali.

Gangguan pada kabel ini menyebabkan terhentinya pasokan listrik secara menyeluruh di Bali dan memicu gangguan operasional pada pembangkit listrik di pulau tersebut, termasuk PLTU Celukan Bawang Unit #2 serta beberapa pembangkit lain seperti PLTG Gilimanuk, PLTG Pemaron, dan PLTG Pesanggaran.

PLN mengonfirmasi bahwa indikasi awal gangguan berasal dari kabel interkoneksi bawah laut Jawa-Bali, namun penyebab pastinya masih dalam proses investigasi lebih lanjut. Selain itu, gangguan di PLTU Celukan Bawang Unit #2 juga menjadi faktor yang memperparah kondisi blackout tersebut.

Pemulihan listrik dilakukan secara bertahap dengan mengerahkan ratusan personel dan peralatan lengkap, dan listrik berhasil dipulihkan sekitar 90-100% dalam beberapa jam setelah kejadian. Meski pemadaman berlangsung sekitar 5 jam, dampaknya terhadap sektor pariwisata dan fasilitas umum dapat diantisipasi karena banyak tempat sudah memiliki genset cadangan.

Singkatnya, blackout listrik di Bali disebabkan oleh kerusakan pada kabel bawah laut yang menghubungkan pasokan listrik dari Jawa ke Bali, diperparah oleh gangguan di pembangkit listrik lokal seperti PLTU Celukan Bawang.

Sistem interkoneksi kabel listrik Jawa-Bali merupakan jaringan transmisi listrik yang menghubungkan pasokan listrik dari Pulau Jawa ke Pulau Bali melalui kabel bawah laut tegangan tinggi. Kabel ini berfungsi sebagai jalur utama transfer daya listrik yang memungkinkan Bali mendapatkan sekitar 40% kebutuhan listriknya dari pembangkit listrik di Jawa.

Detail sistem interkoneksi Jawa-Bali:

  • Kabel bawah laut yang digunakan adalah Saluran Kabel Laut Tegangan Tinggi (SKLT) dengan tegangan 150 kV.
  • Saat ini terdapat empat sirkuit kabel bawah laut yang menghubungkan Ketapang (Jawa Timur) ke Gilimanuk (Bali), yaitu sirkuit 1 & 2 yang beroperasi sejak 1999 dan sirkuit 3 & 4 yang mulai beroperasi sejak 2014.
  • Kapasitas total daya listrik yang dapat ditransfer melalui kabel ini mencapai sekitar 396,5 MW, namun secara operasional hanya digunakan sekitar 80% dari kapasitas tersebut, yaitu sekitar 356,74 MW, untuk menjaga keamanan dan keandalan sistem.
  • Sistem transmisi ini terintegrasi dengan jaringan listrik Jawa yang menggunakan saluran udara tegangan ekstra tinggi 500 kV dan tegangan tinggi 150 kV sebagai tulang punggung distribusi listrik antar wilayah di Jawa dan Bali.
  • Operasi sistem kelistrikan Jawa-Bali dibagi menjadi beberapa region yang dikendalikan oleh Regional Control Center (RCC) dan satu pusat pengendalian utama, Jawa-Bali Control Center (JCC), yang mengatur kestabilan frekuensi, tegangan, dan manajemen energi secara keseluruhan.

Interkoneksi ini memungkinkan Bali untuk mengandalkan pasokan listrik dari Jawa, mengurangi kebutuhan membangun pembangkit listrik besar di Bali, sejalan dengan visi Bali untuk energi bersih dan ramah lingkungan.

Namun, karena ketergantungan ini, gangguan pada kabel interkoneksi bawah laut dapat menyebabkan pemadaman listrik besar-besaran di Bali, seperti yang terjadi pada blackout Mei 2025. Sistem interkoneksi ini merupakan infrastruktur vital yang memerlukan pemeliharaan dan pengawasan ketat agar pasokan listrik tetap stabil dan andal.**

 

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Rudal Houthi Sasar Bandara Raja Khaled dan Mengenai Fasilitas Perminyakan Aramco

20 September 2026 - 08:57 WIB

Penelisik Akar Terorisme (58): Pemberontak Chang Hsien-chung Hingga Jejak Perang Salib di Tiongkok

20 September 2026 - 08:30 WIB

100 Tahun Pondok Darussalam Gontor, Presiden Tiga Kali Pekikan Free Palestine! Mau Heboh, Terserah

19 September 2026 - 16:06 WIB

Ratusan Orang Tuntut PT Annisa Ahmada Kembalikan Ongkos Umrah: Total Rp57 Miliar

19 September 2026 - 15:13 WIB

Sidang Gratifikasi Rp 1,08 M Dirjen BC Jaka Budi Utama, Faisyal Assegap Ancam Datangkan Massa di PN Tipikor

19 September 2026 - 14:30 WIB

Hilang Saat Liputan Erupsi G. Anak Krakatau: SAR Hentikan Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Kru

19 September 2026 - 12:30 WIB

Empat Bulan Jalani Hukuman Kasus Rp22 Juta, Hellyana Duduk Kembali ke Singgasana Wagub Babel

19 September 2026 - 11:06 WIB

Penyeberangan Pelabuhan Jangkar-Celukan Bawang Dioptimalkan

18 September 2026 - 20:39 WIB

Harga Emas Antam Jumat Naik Rp25.000 Jadi Rp2,623 Juta per Gram

18 September 2026 - 20:26 WIB

Trending di News