Menu

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Headline

Hindari Marah Dalam Mendidik Anak, Dampaknya Bikin Ngeri

badge-check


					Hindari Marah Dalam Mendidik Anak, Dampaknya Bikin Ngeri Perbesar

Penulis: Jayadi | Editor: Aditya Prayoga

KREDONEWS.COM, NEW YORKS- Menghadapi perilaku anak yang sulit sering kali menguji kesabaran orang tua. Namun, banyak yang tanpa sadar mengandalkan kemarahan sebagai cara untuk mendisiplinkan. Meski terlihat efektif sesaat, pendekatan ini justru bisa membawa dampak buruk bagi perkembangan anak.

Artikel ini mengulas mengapa kemarahan sebaiknya dihindari dalam pengasuhan, disertai temuan ilmiah dikutip dari positive parenting dan sumber lainnya.

Berikut adalah alasan mengapa orang tua sebaiknya tidak menggunakan kemarahan untuk membuat anak menurut:

1. Kemarahan Menimbulkan Rasa Takut, Bukan Pemahaman
– Anak mungkin menuruti perintah karena takut, bukan karena memahami nilai atau konsekuensi alami dari tindakan mereka. Hal ini dapat menghambat perkembangan kemampuan pengambilan keputusan dan tanggung jawab.

2. Dampak Negatif pada Kesehatan Mental Anak
– Studi menunjukkan bahwa teriakan atau kemarahan orang tua dapat meningkatkan risiko depresi, kecemasan, dan masalah perilaku pada anak.

3. Anak Meniru Perilaku Orang Tua
– Anak belajar mengelola emosi dengan mengamati orang tua. Jika orang tua marah, anak mungkin mengadopsi respons emosional yang sama dalam situasi sulit.

4. Merusak Hubungan Orang Tua-Anak
– Kemarahan yang konstan dapat melemahkan ikatan kepercayaan antara orang tua dan anak, membuat anak enggan berkomunikasi secara terbuka.

5. Kemarahan Memicu Resistensi
– Anak-anak cenderung membangkang atau memberontak ketika merasa dihakimi atau diserang secara emosional.

Solusi

Disiplin Positif Lebih Efektif, Pendekatan seperti komunikasi tenang, penetapan batas jelas, dan konsekuensi logis terbukti lebih efektif dalam jangka panjang untuk membentuk perilaku anak.

Kemarahan mungkin menghasilkan kepatuhan jangka pendek, tetapi merusak perkembangan emosional dan hubungan jangka panjang.

Sumber-sumber di atas mendukung pendekatan berbasis empati, komunikasi jelas, dan disiplin konsisten tanpa agresi.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Cara Buat WhatsApp Offline Padahal Online

20 Agustus 2026 - 18:27 WIB

Lagu Ikonik Kebyar Kebyar Diciptakan saat Gombloh Kerokan

19 Agustus 2026 - 21:19 WIB

Wajah Anak Tak Diekspos Mahalini Tuai Pro Kontra

18 Agustus 2026 - 21:08 WIB

KPJ Damansara Specialist Hospital 2, Rumah Sakit Layaknya Hotel

18 Agustus 2026 - 07:39 WIB

Siti Si Vampir Tayang Oktober 2026, Satine Zaneta Jadi Pemeran Utama

6 Agustus 2026 - 19:19 WIB

Lagu Terbaru No Na ‘honk!’ Buktikan Musik Indonesia Bisa Mendunia

3 Agustus 2026 - 18:27 WIB

Nabila Gardena Mendadak Viral, Benarkah Terseret Isu Korupsi BUMN?

28 Juli 2026 - 20:09 WIB

Putri Kamboja Menciptakan Sensasi di Piala ASEAN 2026

26 Juli 2026 - 19:34 WIB

Drama di Balik Gol Juara Ferran Torres, Putus Cinta Jelang Final Piala Dunia

22 Juli 2026 - 18:31 WIB

Trending di Life Style