Menu ✖

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Internasional

Helikopter Iran Ancam Kapal Perang AS di Teluk Oman

badge-check


					Heli Iran usir kapal perang AS Perbesar

Heli Iran usir kapal perang AS

Penulis: Jacobus E Lato | Editor: Yobie Hadiwijaya

KREDONEWS.COM, JAKARTA-Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali memanas setelah sebuah helikopter angkatan laut Iran dikerahkan untuk mengusir kapal perusak milik Angkatan Laut AS di wilayah Teluk Oman.

Insiden ini, menurut media pemerintah Iran, memaksa kapal perang AS untuk mundur dari wilayah itu setelah sempat mengancam akan menargetkan helikopter tersebut.

Kejadian itu terjadi saat USS Fitzgerald disebut mencoba mendekati perairan yang berada di bawah pengawasan Iran.

“Pilot Iran menegaskan kembali peringatan untuk menjauh dari perairan Iran,” lapor televisi pemerintah Iran dalam laporannya.

Konfrontasi tersebut dilaporkan terjadi sekitar pukul 10.00 waktu setempat pada Rabu (23/7/2025).

Seorang pilot terdengar memanggil kapal tersebut dan memerintahkan agar mengubah arah serta menghindari perairan teritorial Iran.

Sampai berita ini diturunkan, tidak ada tanggapan resmi dari pihak Angkatan Laut AS terkait insiden tersebut.

Kantor berita Tasnim, sebagaimana dikutip Newsweek, melaporkan kapal perusak USS Fitzgerald mengancam akan menembak jatuh helikopter Iran jika tidak segera meninggalkan lokasi. Namun, pilot Iran tetap berada di tempat, dan akhirnya kapal perusak AS mengubah arah pelayarannya.

Tasnim bahkan membagikan sebuah video yang diklaim sebagai rekaman insiden tersebut.

Insiden ini terjadi di tengah periode ketegangan yang meningkat antara Washington dan Teheran, terutama menyusul serangan udara AS terhadap fasilitas nuklir Iran pada Juni lalu. Serangan itu dilakukan selama konflik 12 hari antara Israel dan Iran, dengan tujuan melumpuhkan kemampuan pengayaan uranium milik Teheran.

Presiden AS Donald Trump mendesak Iran untuk kembali ke meja perundingan terkait program nuklirnya. Ia memperingatkan bahwa Amerika Serikat akan kembali menyerang jika Iran berupaya membangun kembali fasilitas nuklir yang dihancurkan.

“Iran tidak boleh dibiarkan mengembangkan bom nuklir,” tegas Trump, meskipun pihak Iran terus membantah bahwa mereka sedang mengembangkan senjata nuklir.

Di sisi lain, Iran juga menunjukkan sinyal keras dalam diplomasi internasional. Kazem Gharibabadi, perunding utama nuklir Iran sekaligus Wakil Menteri Luar Negeri untuk urusan hukum dan internasional, menyatakan bahwa Iran mempertimbangkan untuk mundur dari Perjanjian Non-Proliferasi Senjata Nuklir (Treaty on the Non-Proliferation of Nuclear Weapons/NPT) jika negara-negara Eropa memutuskan untuk kembali memberlakukan sanksi internasional.

“Jika Eropa menerapkan kembali sanksi, kami tidak akan punya pilihan selain meninjau ulang komitmen kami terhadap NPT,” kata Gharibabadi dalam sebuah konferensi pers di New York menjelang pertemuannya dengan perwakilan Prancis, Jerman, dan Inggris di Turki.

Meski Amerika Serikat telah menarik diri dari perjanjian nuklir 2015 atau Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA) pada 2018, ketiga negara Eropa itu-Prancis, Jerman, dan Inggris-masih menjadi bagian dari kesepakatan tersebut, bersama dengan Iran.

Namun, ketiganya telah memperingatkan akan menerapkan sanksi terhadap Iran jika tidak ada kesepakatan baru yang tercapai hingga akhir Agustus.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Kardinal Pietro Parolin Gantikan sementara Tugas Paus Leo XIV

15 Oktober 2026 - 19:06 WIB

Dari Matras Kamar Sempit hingga Raksasa Teknologi: Kisah Ren Zhengfei Membangun Huawei Lewat Badai Krisis

10 Oktober 2026 - 13:31 WIB

Dari Inggris hingga Singapura, Penolakan Gugatan Ijazah Wapres Jadi Perhatian

7 Oktober 2026 - 21:09 WIB

Christa Pike Dua Kali Diinjeksi Mati, Namun Tetap Hidup

2 Oktober 2026 - 20:22 WIB

Drama Berdarah di Balik Kokpit Flydubai Tujuan Israel 

1 Oktober 2026 - 18:40 WIB

Kemenpar- KJRI Dukung Rute Baru Hong Kong-Surabaya

29 September 2026 - 20:48 WIB

Kian Liar, AI Gemini Bobol 3 Perusahaan Nyata Saat Uji Coba Keamanan

21 September 2026 - 18:49 WIB

Setiap Ketukan “Prompt” AI Diam-Diam Menguras Listrik Jepang dan Air Afrika

20 September 2026 - 17:38 WIB

“Cium” Asisten Cantik di Lapangan Golf, Trump Gemparkan Netizen

17 September 2026 - 16:00 WIB

Trending di Internasional