Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

Life Style

Gawat! Data Pribadi Pengemudi Diduga Dibocorkan Produsen Mobil

badge-check


					Gawat! Data Pribadi Pengemudi Diduga Dibocorkan Produsen Mobil Perbesar

Penulis: Jayadi | Editor: Aditya Prayoga

KREDONEWS..COM, WHASHINGTON-Penelitian terbaru dari para pegiat hak konsumen mengungkap tren mencemaskan di industri otomotif: sejumlah produsen mobil tak hanya memantau perilaku pengemudi, tetapi juga membagikan data tersebut kepada perusahaan pihak ketiga.

Pengumpulan data yang masif ini menimbulkan kekhawatiran akan privasi, sebab banyak pengemudi tak sepenuhnya mengetahui jenis informasi yang direkam maupun siapa saja yang bisa mengaksesnya.

Dari laman Forbes, lembaga advokasi konsumen Australia, Choice, melaporkan bahwa merek-merek besar seperti Hyundai, Kia, Tesla, Ford, dan Toyota mengumpulkan berbagai data pribadi dari kendaraan. Mulai dari kebiasaan berkendara, riwayat lokasi, hingga data biometrik seperti suara dan wajah.

Hyundai dan Kia, misalnya, mengumpulkan data suara lewat sistem pengenal suara di mobil, lalu membagikannya ke perusahaan Cerence yang bergerak di bidang teknologi AI otomotif.

Sementara Tesla, yang dikenal dengan teknologi bantuan pengemudinya, mengumpulkan perintah suara serta cuplikan video singkat dari mobil untuk pengembangan sistem swakemudi.

Tingkat pengumpulan data ini berbeda-beda antar produsen. Ford dan Toyota cenderung hanya mengumpulkan data performa kendaraan, yang dianggap lebih aman ketimbang data biometrik.

Ada juga Mazda yang mengakui merekam data suara, meski tujuannya tidak dijelaskan. Meski para produsen berdalih bahwa data ini digunakan demi peningkatan pengalaman pengguna dan keselamatan, risiko penyalahgunaan dan pembagian ke pihak ketiga tetap menjadi sorotan pegiat privasi.

Praktik ini bukan hanya berdampak pada privasi, tetapi juga memunculkan pertanyaan tentang keamanan data, mengingat belum jelas bagaimana informasi tersebut disimpan serta siapa yang benar-benar mengaksesnya.

Karena itu, kelompok pegiat konsumen kini mendesak adanya aturan yang lebih ketat mengenai batasan data yang boleh dikumpulkan, serta transparansi dalam pengelolaannya.****

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Fans Sepakbola Ini Disangka Produk AI Saking Cantiknya

26 Juni 2026 - 19:32 WIB

Ahli Gizi Ingatkan Risiko Makanan Rusak saat Listrik Padam

24 Juni 2026 - 18:44 WIB

Facebook Dipenuhi Video Porno, Cukup Satu Kta Kunci Pencarian

24 Juni 2026 - 18:21 WIB

Presenter Piala Dunia ASAL Italia Ini Sosmednya Dibanjiri Ribuan Like

18 Juni 2026 - 19:47 WIB

Izabel Kovacic akan Panaskan Tribun Piala Dunia

17 Juni 2026 - 18:52 WIB

Fans Terseksi Piala Dunia Menurut Survei, Argentina Nomor Satu

16 Juni 2026 - 20:16 WIB

Meski Neymar Tak Bermain, Pacarnya Pamer Tubuh Seksi di Piala Dunia 2026

15 Juni 2026 - 20:01 WIB

Kecantikan Brasil Ciptakan Sensasi di Piala Dunia 2026

14 Juni 2026 - 19:28 WIB

Cara Aman Nikmati Piala Dunia 2026 Tanpa Merusak Kesehatan

12 Juni 2026 - 19:41 WIB

Trending di Life Style