Menu

Mode Gelap

Headline

Budaya Feodalisme di Ponpes, Cak Sholeh Bersuara

badge-check


					Cak Sholeh, Sumber: IG Pribadi Perbesar

Cak Sholeh, Sumber: IG Pribadi

Penulis;: Jayadi | Editor: Aditya Prayoga

KREDONEWS.COM, SURABAYA- Ratusan santri dan alumni pesantren Lirboyo menggelar aksi protes ke kantor Trans7 pada 13 Oktober 2025.

Aksi ini dipicu tayangan program Expos yang dianggap menyinggung dunia pesantren dengan narasi bernada merendahkan, termasuk penggunaan istilah “ngesot” dan “kasih duit ke kiai”.

Menanggapi polemik tersebut, praktisi hukum sekaligus alumni pesantren, Cak Sholeh (Muhammad Sholeh) ikut bersuara lewat akun Instagram pribadinya pada 15 Oktober 2025.

“Saya terus terang, sudah lihat videonya, saya juga tersinggung. Ada bahasa ngesot, ada bahasa kasih duit ke kiai,” ujarnya.

Namun, Cak Sholeh menegaskan bahwa budaya ngesot kepada kiai tidak bisa dikatakan feodalisme apalagi digeneralisir

“Pesantren tempat saya mondok tidak ada feodalisme, tidak ada merangkak-merangkak, tidak ada itu ngesot-ngesot seperti yang ada di dalam tayangan Expos Trans7.” tegas Cak Sholeh.

Sementara untuk ngasih duit, menurutnya, tradisi tersebut bersifat sukarela dan penuh adab.

“Soal budaya ngasih duit itu tidak ada paksaan. Saya kadang ngasih duit ke seorang Kiai, kadang tidak.” terangnya.

Ia juga menilai tidak semua kiai pantas dicontoh, sehingga tidak bisa digeneralisasi bahwa pesantren identik dengan feodalisme.

“Tetapi banyak juga Kiai-Kiai yang saya temui, saya tidak mau cium tangan Karena bagi saya dia bukan sosok yang harus diteladani.” terangnya.

Namun saat ini banyak sekali kiai kiai muda yang santun dan tidak menampakkan feodalisme dan merendahkan orang lain.

“Sekarang ini muncul kiai-kiai muda seperti Gus Baha dan Gus Idam. Mereka santun, tidak menampakkan sikap minta dicium tangan, apalagi merendahkan orang lain,” jelasnya.

Sebagai solusi, Cak Sholeh mengajak publik bersikap objektif dan menempuh jalur hukum jika merasa tersinggung.

“Saya pun tidak setuju kalau Trans7 itu harus di-demo. Kalau tidak setuju, kalau kita merasa tersinggung, gugat secara hukum Trans7. Yang kedua, boikot Trans7. Tidak perlu harus dengan demo mendemo,” tegasnya.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Fadia Arafiq Keruk Uang APBD Pekalongan Rp 46 M, Menangkan Proyek untuk PT Miliknya Sendiri

4 Maret 2026 - 19:06 WIB

35 dari 125 Rudal Iran Lolos Jatuh di Tel Aviv, Iron Dome Israel Terbukti Tidak Sakti

4 Maret 2026 - 12:57 WIB

Kapal Induk USS Gerald Ford Sudah Merapat di Pantai Haifa Israel, Angkut Persenjataan Mutakhir

4 Maret 2026 - 12:38 WIB

Efek Perang Teluk, PT Chandra Asri Pacific Umumkan Kondisi Force Majeure

4 Maret 2026 - 12:05 WIB

Bupati Gresik Instruksikan Dinas PUTR Tambal Jalan Kartini dan Veteran, Meski Masuk Kewenangan Pusat

4 Maret 2026 - 11:00 WIB

11 Tersangka OTT Pekalongan Tiba di KPK, Termasuk Bupati Fadia Alrafiq dan Sekda Mohammad Yulian Akbar

3 Maret 2026 - 23:46 WIB

Delapan Orang Luka Berat dan Ringan, Kecelakaaan Beruntun 10 Kendaraan di Exit Tol Bawen

3 Maret 2026 - 23:19 WIB

JLS KM 16-17 Terjadi Longsor Jalur Trenggalek – Ponorogo Putus Total

3 Maret 2026 - 22:53 WIB

Gerakan Jombang Berinfaq, Pemkab dan BAZNAS Santuni 1.000 Anak Yatim Piatu

3 Maret 2026 - 19:31 WIB

Trending di Headline