Penulis: Jacobus E Lato | Editor: Yobie Hadiwijaya
KREDONEWS.COM-Amerika Serikat (AS) dikabarkan telah melarang pegawai pemerintah yang bekerja di China menjalin hubungan asmara atau seksual dengan warga negara China. Ini merupakan laporan dari Associated Press yang mengutip beberapa orang yang mengetahui masalah ini, Kamis (3/4/2025).

Menurut empat orang yang mengatahui hal ini, kebijakan tersebut diberlakukan oleh Duta Besar AS untuk China Nicholas Burns pada Januari lalu sesaat sebelum ia meninggal China. Kebijakan ini juga berlaku bagi keluarga dan kontraktor yang memiliki izin keamanan.
Kebijakan ini berlaku pada misi-misi AS di daratan China, termasuk kedutaan besar di Beijing dan konsulat-konsulat di Guangzhou, Shanghai, Shenyang dan Wuhan, serta konsulat AS di wilayah semi-otonom Hong Kong, demikian laporan AP.
Personel AS yang ditempatkan di luar China dan staf yang memiliki hubungan dengan warga China dikecualikan, menurut kantor berita tersebut.
Ketika dikonfirmasi Bloomberg News, Kementerian Luar Negeri China menyarankan agar pertanyaan tersebut diajukan kepada pihak AS. Departemen Luar Negeri AS mengatakan bahwa mereka tidak mengomentari masalah-masalah internal, kata AP.
Larangan tersebut menunjukkan adanya peningkatan kecurigaan Washington terhadap Beijing, karena kedua negara terus bergulat dalam isu-isu perdagangan dan pengaruh global.
China bersumpah untuk mengambil tindakan balasan yang tegas setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan tarif baru pada negara Asia dan mitra dagang lainnya di sebuah acara di Gedung Putih pada Rabu malam.
Di Tiongkok, larangan menyeluruh terhadap hubungan semacam itu tidak berlaku selama bertahun-tahun. Hingga larangan baru pada bulan Januari, personel AS di Tiongkok diharuskan melaporkan setiap kontak intim dengan warga negara Tiongkok kepada atasan mereka, tetapi tidak secara tegas dilarang melakukan hubungan seksual atau romantis.
Para diplomat dan pakar intelijen AS mengatakan bahwa Beijing terus secara agresif menggunakan apa yang disebut honeypots untuk mengakses rahasia Amerika. Dalam presentasi sebelum ditempatkan di Tiongkok, personel AS diberi pengarahan tentang studi kasus di mana badan intelijen Tiongkok mengirim wanita-wanita cantik untuk merayu diplomat Amerika, dan memperingatkan bahwa puluhan agen keamanan negara Tiongkok dapat ditugaskan untuk memantau setiap diplomat yang menarik perhatian.**