Menu ✖

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Headline

Sirene EWS Tsunami Kulon Progo Tiba-tiba Meraung-raung: Warga Panik, BPBD Bilang Error|

badge-check


					Tower EWS Tsunami yang diinstalasi di dusun  di Dusun Karangwuni, Wates, Kulon Progo, mendadak berbunyi selama kurang lebih 20 menit pada Sabtu (6/9) malam. Setelah diperiksa, tidak ada gempa yang terdeteksi maupun instruksi peringatan dari BMKG. Foto: Istimewa Perbesar

Tower EWS Tsunami yang diinstalasi di dusun di Dusun Karangwuni, Wates, Kulon Progo, mendadak berbunyi selama kurang lebih 20 menit pada Sabtu (6/9) malam. Setelah diperiksa, tidak ada gempa yang terdeteksi maupun instruksi peringatan dari BMKG. Foto: Istimewa

Penulis: Adi Wardhono    |   Editor: Priyo Suwarno

KREDNONEWS.COM, KULON PROGO– Sistem Early Warning System (EWS) Tsunami yang diinstalasi  di dusun Karangwuni, Wates, Kulon Progo,Yogyakarta,  secara tiba-tiba meraung selama sekitar 20 menit pada Sabtu malam, 6 September 2025.

Saat itu, selalin bunyi sirene muncul pengumuman mengejutkan: Telah terjadi gempa berpotensi tsunami, mohon masyarakat waspada!

Penjelasan resmi dari pihak BPBD Kulon Progo mengenai kasus bunyi sirine EWS Tsunami secara tiba-tiba di Karangwuni diberikan oleh Sunardi, yang menjabat sebagai Komandan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kulon Progo. Sunardi menjelaskan bahwa bunyi sirine tersebut terjadi, karena gangguan atau error pada sistem EWS yang masih dalam tahap investigasi.

Oleh karena itu, pihak BPBD memutuskan mematikan EWS itu sampai ada perbaikan dari pihak vendor untuk memperbaiki dan tidak lagi muncul suara yang seolah-olah memberi sinyal ada tsunami.

Kejadian ini membuat geger dan panik warga hingga beberapa memilih mengungsi. Penyebab bunyi sirine EWS tersebut hingga kini belum diketahui secara pasti, karena tidak ditemukan kerusakan fisik maupun aktivitas manusia yang mengaktifkan sirine itu.

Sistem EWS tsunami di Karangwuni memang menggunakan pengaktifan manual yang hanya bisa dioperasikan dengan menekan tombol khusus di ruang operator, dan saat diperiksa tombol tersebut dalam kondisi mati dan panel boks terkunci.

Karena belum ditemukan penyebab teknisnya, dugaan di masyarakat berkembang bahwa bunyi sirine itu mungkin dipicu oleh makhluk halus yang diyakini menghuni kawasan Balai Desa Karangwuni.

Beberapa warga bahkan melaporkan sering muncul penampakan makhluk gaib di sekitar lokasi EWS, sehingga fenomena ini dikaitkan dengan hal mistis oleh sebagian warga.

Pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulon Progo dan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Karangwuni menjelaskan bahwa saat ini masih menunggu hasil pemeriksaan dari vendor penyedia EWS yang belum melakukan pengecekan di lokasi.

Meski demikian, secara resmi penyebab bunyi mendadak ini dinyatakan sebagai error sistem teknis yang belum teridentifikasi, bukan karena bencana alam.

Namun, belum adanya penjelasan teknis dan kondisi tombol yang tidak aktif membuat warga setempat mengaitkan hal ini dengan kehadiran makhluk halus sebagai sumber bunyi sirine misterius tersebut.

Ia juga menegaskan tidak ada aktivitas kegempaan ataupun potensi tsunami di wilayah Kulon Progo saat sirine berbunyi. Sunardi menambahkan bahwa vendor penyedia EWS yang bertanggung jawab atas alat tersebut belum melakukan pemeriksaan langsung di lokasi sampai saat ini, dan kondisi panel box EWS ditemukan terkunci tanpa gangguan fisik dari luar.

Selain itu, Kepala Bidang Pencegahan, Kesiapsiagaan, Rehabilitasi dan Konstruksi BPBD Kulon Progo, Muh Juaini, juga sempat memberi keterangan bahwa EWS tsunami yang berbunyi itu adalah alat baru yang dipasang tahun 2025 dan saat pengecekan dalam kondisi baik.

Dengan demikian, penjelasan utama datang dari Sunardi sebagai komandan TRC BPBD Kulon Progo yang membenarkan bunyi sirine karena error sistem, bukan akibat aktivitas manusia ataupun bencana alam.

Ketua Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Karangwuni, Sunardi, menjelaskan bunyi sirine yang cukup keras itu bahkan disertai pesan suara peringatan tsunami.

“Kejadian pada hari Sabtu pukul 23.15 WIB berbunyi sampai 23.35 WIB jadi kurang lebih 20 menit berbunyi terus-menerus,” kata Sunardi saat dihubungi Pandangan Jogja, Senin, 8 September 2025.

“Bunyi sirine itu diawali bahwa kata-katanya ‘Telah terjadi gempa berpotensi tsunami, mohon masyarakat waspada’, begitu bahasanya! Orang yang tertidur langsung terbangun serta-merta tanpa kompromi langsung ngambil motor pakai helm keluarganya dibawa ke titik kumpul,” tambahnya.

Menurut Sunardi, sirine berbunyi tanpa kendali manual maupun perintah dari pusat. Seluruh sistem EWS kemudian dimatikan sementara sambil menunggu pihak vendor datang untuk melakukan pemeriksaan.

“Saat sirine kondisi tidak ada yang mengendalikan, panel terkunci rapat, kalau bahasa ilmiahnya mungkin eror,” ujarnya.

Sunardi menambahkan, peristiwa ini menunjukkan kesiapsiagaan warga menghadapi bencana cukup baik. Namun, ia mengingatkan agar insiden serupa berulang, kepercayaan masyarakat terhadap sistem peringatan dini bisa menurun.

“Sisi negatifnya jika itu sering terjadi seperti itu timbul kegaduhan. Ditakutkan nanti jika ada kejadian yang sebenarnya, masyarakat tidak peduli lagi, tidak percaya,” ucapnya.**

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Nekad Gadaikan Motor Teman, Pria Dukuhklopo Diringkus Polisi

15 Oktober 2026 - 15:43 WIB

Panitia Jor Joran Mancing Jombang 2026: Ini 10 Larangan yang Tidak Boleh Dilanggar

15 Oktober 2026 - 14:09 WIB

Ringin Contong Carnival 2026 Acara Spektakuler 17 Oktober, Simak Rekayasa Arus Lantas

15 Oktober 2026 - 12:39 WIB

Durian Madu Milik Lukman Juara I Kontes Durian Wonosalam, Bupati Warsubi: Upaya Gali Potensi Jombang

15 Oktober 2026 - 11:40 WIB

Pemakzulan Disetujui, Mendagri Copot Bupati Gowa, Sitti Husniah: Saya Lawan Lewat PTUN

15 Oktober 2026 - 10:23 WIB

63 Siswa SMA dan SD di Konawe Keracunan MBG, Korban Dirawat Puskesmas Angata

14 Oktober 2026 - 21:16 WIB

Bantuan Pangan Oktober-Desember Mulai Disalurkan Via Kopdes

14 Oktober 2026 - 20:24 WIB

Akibat Modifikasi, KM Feronia Tak Tahan Digempur Hukum Fisika

14 Oktober 2026 - 20:06 WIB

Menelisik Akar Terorisme (68): 550.000 Penunggang Kuda Berwajah Pucat

14 Oktober 2026 - 18:36 WIB

Trending di News