Menu ✖

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Internasional

Penjarahan di Nepal Karena Pelarangan Penggunaan Media Sosial oleh Pemerintah

badge-check


					Istana kepresidenan Nepal dikepung massa, sumber Reuters Perbesar

Istana kepresidenan Nepal dikepung massa, sumber Reuters

Penulis: Jayadi | Editor: Aditya Prayoga

KREDONEWS.COM, KATHMANDU-Nepal diguncang oleh gelombang unjuk rasa besar-besaran yang dipimpin oleh kaum muda Generasi Z (Gen Z) pada awal September 2025.

Aksi ini dipicu oleh kebijakan pemerintah Nepal yang melarang penggunaan media sosial populer seperti Facebook, Instagram, WhatsApp, dan YouTube.

Sementara Gen Z menggunakan media sosial untuk menyuarakan dugaan korupsi, nepotisme pejabat dan minimnya lapangan kerja di negara tersebut.

Demonstrasi yang dimulai pada 5 September 2025 dengan tuntutan reformasi politik dan ekonomi berujung pada bentrokan besar dengan aparat keamanan dan kerusuhan di ibu kota Kathmandu, dikutip dari News, 9 September 2025.

Akibatnya, sedikitnya 22 orang tewas, ratusan lainnya luka-luka, dan ribuan tahanan melarikan diri dari beberapa penjara akibat rusuh yang terjadi .

Penjarahan dan Kekacauan

Gelombang demonstrasi disusul dengan aksi penjarahan dan perusakan. Banyak bank dan toko milik warga diserbu dan dirampok oleh kelompok kriminal yang memanfaatkan ketidakstabilan situasi.

Militer Nepal menangkap sedikitnya 27 tersangka pelaku penjarahan di wilayah Kathmandu dan Bhaktapur, serta memberlakukan patroli dan penjagaan ketat untuk mencegah kejadian serupa.

Gedung parlemen dan kediaman pejabat senior hingga mantan pejabat juga menjadi sasaran pembakaran dan kerusakan .

Pengunduran Diri Pemimpin Nepal
Situasi kacau ini memuncak dengan pengunduran diri Presiden Ram Chandra Poudel dan Perdana Menteri KP Sharma Oli pada 9 September 2025.

Menurut CNN, Pengunduran diri keduanya menciptakan kekosongan kepemimpinan pada saat negara sedang mengalami krisis. Demonstran kemudian menuntut pembentukan pemerintahan sipil yang dipilih secara universal dan penyelenggaraan pemilihan umum secara segera .

Darurat Militer dan Kontrol Keamanan
Militer Nepal mengambil alih kendali keamanan negara untuk menstabilkan situasi. Langkah ini termasuk penerapan jam malam tanpa batas waktu di berbagai distrik di Kathmandu, serta larangan beraktivitas di ruang publik.

Jenderal Ashok Raj Sigdel, Panglima Angkatan Darat Nepal, menyerukan agar semua pihak menghentikan kekerasan dan menyelesaikan krisis melalui dialog damai.

Tentara juga menyatakan akan menindak tegas segala bentuk vandalisme, penjarahan, dan aksi anarkis lainnya demi melindungi nyawa dan harta benda rakyat.****

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Elon Musk Pamer Mobil yang Bisa Terbang

16 Oktober 2026 - 20:27 WIB

Kardinal Pietro Parolin Gantikan sementara Tugas Paus Leo XIV

15 Oktober 2026 - 19:06 WIB

Dari Matras Kamar Sempit hingga Raksasa Teknologi: Kisah Ren Zhengfei Membangun Huawei Lewat Badai Krisis

10 Oktober 2026 - 13:31 WIB

Dari Inggris hingga Singapura, Penolakan Gugatan Ijazah Wapres Jadi Perhatian

7 Oktober 2026 - 21:09 WIB

Christa Pike Dua Kali Diinjeksi Mati, Namun Tetap Hidup

2 Oktober 2026 - 20:22 WIB

Drama Berdarah di Balik Kokpit Flydubai Tujuan Israel 

1 Oktober 2026 - 18:40 WIB

Kemenpar- KJRI Dukung Rute Baru Hong Kong-Surabaya

29 September 2026 - 20:48 WIB

Kian Liar, AI Gemini Bobol 3 Perusahaan Nyata Saat Uji Coba Keamanan

21 September 2026 - 18:49 WIB

Setiap Ketukan “Prompt” AI Diam-Diam Menguras Listrik Jepang dan Air Afrika

20 September 2026 - 17:38 WIB

Trending di Internasional