Menu ✖

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Life Style

Internet Indonesia Lemot Kalah dari Filipina dan Laos

badge-check


					Internet Ingonesia lemot Perbesar

Internet Ingonesia lemot

Penulis: Mulawarman | Editor: Yobie Hadiwijaya

KREDONEWS.COM-Internet Indonesia kerap dikeluhkan karena dinilai lambat. Kecepatannya sangat lemot terutama ketika ingin mengunduh.

Menurut data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), jumlah pengguna teknologi internet di Indonesia diproyeksikan mencapai 231 juta jiwa pada 2025. Namun, pertumbuhan jumlah pengguna ini tidak diimbangi dengan peningkatan kualitas layanan internet yang memadai.

Laporan Ookla menunjukkan bahwa kecepatan unduh rata-rata jaringan fixed broadband di Indonesia hanya mencapai 32,07 Mbps, menempatkannya di peringkat ke-121 dunia.

Sementara itu, kecepatan unduh jaringan internet mobile rata-rata sebesar 28,80 Mbps menempatkan Indonesia di posisi ke-86 global.

Jika dibandingkan dengan negara lain di ASEAN, Indonesia masih tertinggal jauh.

Singapura mencatat kecepatan unduh jaringan internet mobile tertinggi dengan 129,13 Mbps, diikuti Malaysia (105,36 Mbps) dan Vietnam (86,96 Mbps).

Bahkan, negara seperti Laos dan Filipina yang sering dianggap memiliki infrastruktur digital yang berkembang lebih lambat, mencatat kecepatan internet lebih baik daripada Indonesia.

Ketua Umum Working Group Spectrum Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI), Rudi Purwanto, menjelaskan bahwa kecepatan unduh dan unggah di Indonesia masih rendah karena tingginya latensi, yang disebabkan oleh belum optimalnya implementasi jaringan 5G.

“Latensi tinggi karena implementasi 5G itu belum optimal. Beda kalau kita pakai 5G dengan kita pakai 4G, itu latensinya pasti berbeda. Hampir 10 kali lipat,” jelas Rudi dalam Selular Business Forum di Jakarta, Senin (10/2), dikutip dari detikInet.

Menurutnya, salah satu penyebab tingginya latensi adalah teknologi Carrier Aggregation (CA), yang memungkinkan penggunaan lebih dari satu spektrum frekuensi untuk meningkatkan kualitas layanan internet.

Rudi menilai bahwa penambahan spektrum frekuensi baru sangat diperlukan untuk meningkatkan kecepatan internet.

Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital berencana menggelar lelang frekuensi 700 MHz, 1,4 GHz, 2,6 GHz, dan 26 GHz pada tahun ini.

“Lelang spektrum ini sangat penting untuk segera mengoptimalkan 5G di Indonesia dengan spektrum yang ideal guna menjawab persoalan latensi dan kecepatan internet,” kata Rudi.

Ia menambahkan bahwa beberapa negara ASEAN seperti Vietnam, Thailand, Filipina, Myanmar, Singapura, dan Laos telah mengalokasikan spektrum 2,6 GHz, sementara Filipina dan Vietnam telah mengalokasikan pita frekuensi 26 GHz.

Investasi dalam pengembangan jaringan 5G diharapkan dapat menjadi solusi jangka panjang untuk memperbaiki kecepatan internet di tanah air.

Selain keterbatasan spektrum, infrastruktur jaringan yang belum merata di seluruh Indonesia juga menjadi kendala utama.

Banyak daerah terpencil dan pulau-pulau kecil masih menghadapi akses internet yang lambat atau bahkan tidak tersedia.

Kapasitas jaringan yang terbatas serta jumlah pengguna yang terus bertambah turut berdampak pada penurunan kecepatan internet secara keseluruhan.***

 

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Jatim Park Group dan Investor Malaysia Bangun Aquarium Underwater Senilai Rp120 Miliar

24 September 2026 - 20:11 WIB

Adegan Berani Nana di “The Scandal” Picu Perdebatan Netizen

22 September 2026 - 19:55 WIB

Solar MAMAMOO Jadi Korban Teror Kursi Terbang di Los Angeles

20 September 2026 - 18:10 WIB

Baifern Pimchanok Siap Menghibur di Film Action-Romance Terbaru ‘My Dearest Assassin’

15 September 2026 - 18:07 WIB

Miss Indonesia Audrey Bianca Raih Prestasi di Panggung Dunia

8 September 2026 - 18:59 WIB

Inilah Putri Bungsu, Tercantik dan Pintar Sultan Brunei

2 September 2026 - 19:18 WIB

Mi Goreng, Paling Disuka Konsumen Indonesia

30 Agustus 2026 - 19:19 WIB

KPJ Perdana Kelantan Bangun Gedung Baru 13 Lantai, Siap Menyambut Ledakan Pasien

28 Agustus 2026 - 19:56 WIB

Modal Miliaran Jadi Triliunan, Intip Kesuksesan Bisnis Skincare Zhang Ziyi

26 Agustus 2026 - 19:03 WIB

Trending di Life Style