Menu

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

News

Behenti Memperkerjakan Manusia, Iklan Menohok Muncul di San Francisco

badge-check


					Kemajuan AI mengubah dunia dan kekhdiupan manusia, kini sudah muncul sebuah ikaln dari sebuah perusahaan AI, berisi imbauan untuk memperkerjakan manusia. Instagram@balichannel.tech Perbesar

Kemajuan AI mengubah dunia dan kekhdiupan manusia, kini sudah muncul sebuah ikaln dari sebuah perusahaan AI, berisi imbauan untuk memperkerjakan manusia. [email protected]

Penulis: Yuven Sugiarno  | Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, SAN FRANCISCO- Artisan AI, sebuah perusahaan rintisan yang berbasis di San Francisco, telah meluncurkan kampanye iklan yang sangat kontroversial dengan slogan “Stop Hiring Humans.” (Berhentilah Memperkerjakan Manusia).

Kampanye ini bertujuan untuk mempromosikan produk mereka yang disebut “AI Employees” atau “Artisans,” yang dirancang untuk menggantikan tenaga kerja manusia dalam berbagai fungsi pekerjaan.

Iklan ini, yang ditampilkan di papan reklame besar, menciptakan reaksi negatif di kalangan publik, terutama di tengah krisis ekonomi dan tunawisma yang melanda San Francisco

CEO Artisan, Jaspar Carmichael-Jack, mengakui bahwa iklan tersebut memang sengaja dibuat provokatif untuk menarik perhatian. Ia menjelaskan bahwa pesan-pesan dalam iklan tersebut mencerminkan pandangan dystopian mengenai masa depan pekerjaan, dan ia berusaha untuk memicu diskusi tentang pergeseran dinamika tenaga kerja akibat kemajuan teknologi AI.
Meskipun banyak orang mengecam iklan ini sebagai simbol ketidakpekaan dan ancaman terhadap pekerjaan manusia, Carmichael-Jack menegaskan bahwa perusahaan mereka tetap menghargai kontribusi manusia dan sedang mencari karyawan baru.
Reaksi publik terhadap kampanye ini sangat beragam. Banyak orang di media sosial menganggapnya sebagai “mimpi buruk distopia” dan menyatakan keprihatinan tentang dampak otomatisasi terhadap lapangan kerja. Beberapa bahkan merusak poster iklan sebagai bentuk protes terhadap pesan yang dianggap melecehkan pekerja manusia.
Meskipun demikian, Artisan melaporkan peningkatan kesadaran merek dan penjualan yang signifikan setelah peluncuran kampanye ini, menunjukkan bahwa strategi kontroversial ini berhasil menarik perhatian media dan publik secara luas.
Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Dituntut Hukuman Seumur Hidup, Hakim Jatuhkan Vonis Hukuman Mati kepada Agus Sulaiman Pembunuh Adik Ipar

23 September 2026 - 15:40 WIB

Puluhan Ibu dan Anak Diangkut ke RSUD Kalisari, Diduga Keracunan PMT dari Posyandu Rawabelang Batang

23 September 2026 - 00:21 WIB

Kasus Hoki Minaya Terulang di Lumajang, Holi Menguber dan Tabrak Pencuri Motor Miliknya Hingga Tewas di Ranuyoso

22 September 2026 - 20:34 WIB

Adegan Berani Nana di “The Scandal” Picu Perdebatan Netizen

22 September 2026 - 19:55 WIB

Pejabat, Jenderal TNI dan Ulama Dalam Kasus TPPU Rp237 M, Gus Yazid Cabut BAP atas Letjen Widi Prasetijono

22 September 2026 - 14:50 WIB

Menelisik Akar Terorisme (59): Masyarakat Rahasia Tiongkok

21 September 2026 - 22:40 WIB

Jaksa Tuntut 8 Tahun 6 Bulan, Pendukung Sudewo Ngamuk di PN Tipikor Jakarta

21 September 2026 - 22:16 WIB

Valuta Asing Rp2,8 M Disimpan di Plafon Rumah Madyopura Malang, Jejak Gatot Heroe Pejabat Dirjen Bea Cukai

21 September 2026 - 20:46 WIB

Kian Liar, AI Gemini Bobol 3 Perusahaan Nyata Saat Uji Coba Keamanan

21 September 2026 - 18:49 WIB

Trending di Internasional