Menu ✖

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

News

Menelisik Akar Terorisme (75): Martin Luther King Korban Keganasan Klan

badge-check


					Menelisik Akar Terorisme (75): Martin Luther King Korban Keganasan Klan Perbesar

Penulis: Jacobus E. Lato |  Editor: Hadi S. Purwanto

KREDONEWS.COM-– Pada tahun 1960, gerakan aksi duduk dengan teknik perlawanan diam kaum kulit hitam mencapai Selatan, Klan yang terpecah belah menyelenggarakan sebuah konvensi yang menyepakati federasi yang longgar.

Para anggota Klan di bawah Grand Dragon Georgia hadir ketika kerusuhan meledak pecah di Universitas Georgia, sebuah kampus para mahasiswa kulit hitam untuk pertama kalinya diterima sebagai mahasiswa.

Robert Shetlton, pemimpin United Klan yang tidak memiliki wilayah kekuasaan, berusaha merekrut anggota baru dari antara kalangan sopir.

Namun tidak berhasil kebencian Shelton terhadap kaum Yahudi, kaum kulit hitam, komunis dan Mahkamah Agung diindoktrinasi melalui kesehatan mental dan pembubuhan racun dalam air pun sampai ke telingka beberapa orang Amerika sayap kanan pinggiran yang fanatik.

Beragam kekuatan pembebasan menentang Klan dipimpin oleh Martin Luther King yang kharismatis dan terbunuh, mempertontonkan kepada Masyarakat standar buruk menyedihkan dari gerakan penting terakhir rasis Amerika.

United Klan menjadi sisa-sisa organisasi menyedihkan bagi Klan pertama dan kedua. Mereka berjuang mendapatkan medan pertempuran yang pelahan hilang sambil menentang kemajuan urbanisasi, industrialisasi Amerika serta kemajuan rakyat kulit hitam.

Upacara omong kosong mereka yang tidak tersentuh dunia modern, menjadi suara cegukan. Bukan lagi teriakan membahana.

Berbagai seruannya hanya membuat orang kulit putih miskin kaum kulit putih frustrasi, khususnya mereka yang tidak memiliki pendidikan memadai untuk menjaga kehormatan diri sendiri dalam masyarakat otomatis masa kita.

Nyaris lenyapnya kelompok teroris dan orde militer Kristen menyebabkan sisa-sisa kelompok mereka menjadi sekedar bahan penyulut percecokan kecil di bar-bar. (Bersambung).

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Truk Angkut Bunga Angrek Terbakar, BPBD Jombang Puji Bantuan Warga Plumbon Gambang

31 Oktober 2026 - 05:40 WIB

Pemerintah Siapkan Hadiah Rp1 Triliun bagi Pemprov dan Pemkab/ Pemkot Pendukung MBG Terbaik

29 Oktober 2026 - 14:58 WIB

Polres Jombang Ringkus 17 Pelaku Kriminal

29 Oktober 2026 - 10:20 WIB

Wasev Sterad Mabes TNI Turun ke Klitih Plandaan Meninjau dan Evaluasi TMMD 130

29 Oktober 2026 - 09:44 WIB

Yogya Mencekam, Sri Sultan Turun Tangan Temui Demonstran di Depan Polda Kamis Dinihari

29 Oktober 2026 - 07:35 WIB

Minyak Sawit RI Mengalir Sampai ke Israel Lewat Singapura Sejak 2023

28 Oktober 2026 - 18:52 WIB

Kunjungan Pasca Kebakaran, Bupati Warsubi Janjikan Pasar Cukir Bisa Dioperasikan sebelum Idul Fitri 2027

28 Oktober 2026 - 17:59 WIB

Pemkab Jombang Gelar Upacara Sumpah Pemuda, Ini Daftar Penghargaan Pemuda Berprestasi

28 Oktober 2026 - 16:57 WIB

Truk Angkut 14 Sapi Tabrak Dua Truk, hingga Terguling di Perak Jombang

28 Oktober 2026 - 15:38 WIB

Trending di News