Penulis: Sri Muryanto | Editor: Priyo Suwarno
KREDONEWS.COM, SURABAYA — Hingga tulisan ini diunggah, perwakilan Gerakan Sopir Jawa Timur (GSJT) yang dipimpin Supriyono belum ditemui oleh pejabat terkait. Tidak ada pertemuan, tidak ada jawaban resmi, dan tidak ada keputusan.
Maka massa menegaskan ancaman: siap menginap, membokir jalan, dan memindahkan aksi ke Kantor Gubernur Jawa Timur jika tuntutan penghapusan sistem barcode pembelian BBM bersubsidi tidak segera dipenuhi.
Satu Tuntutan: Hapus Barcode
Supriyono, Koordinator GSJT, menyampaikan pesan yang sederhana namun tegas:
“Segera selesaikan persoalan barcode, kami bisa jalan urusan kami sampai. Hanya itu.”
Mereka tidak menuntut hal lain. Inti persoalan tetap sama: sistem barcode/QR Code pembelian solar bersubsidi yang dinilai memperlambat pengisian, memanjangkan antrean, menghambat distribusi barang, dan menekan pendapatan pengemudi truk.
Menginap
Hingga batas waktu yang ditetapkan berlalu, Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus belum memberikan tanggapan maupun mengirimkan perwakilan untuk berdialog. Supriyono menegaskan sikap massa:
“Kami akan tunggu di sini. Kami nongkrong di sini. Nanti kalau malam kami matikan semua, kami tetap bertahan di sini.”
Langkah konkret yang disiapkan:
- Menginap di lokasi aksi — Jalan Jagir Wonokromo, Surabaya
- Membokir ruas jalan tersebut jika perlu
- Beralih ke Kantor Gubernur Jatim jika sampai batas akhir 2 Oktober 2026 belum ada penyelesaian
- Tetap bertahan meski malam tiba, kendaraan diparkir rapi di sepanjang bahu jalan.
Lokasi dan Jadwal Aksi
- Titik saat ini Depan kantor Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, Jl. Jagir Wonokromo
- Rencana berlangsung 30 September – 2 Oktober 2026
- Status per 01.00 WIB Belum ada pertemuan / belum ditemui pejabat
- Ancaman berikutnya Menginap → pindah ke Kantor Gubernur Jatim
- Pemimpin aksi Supriyono (Koordinator GSJT), didampingi Angga Firdiansyah (Koordinator Lapangan)
- Kekuatan kendaraan ± 250–1.000 unit truk & towing
- Tuntutan Penghapusan total sistem barcode pembelian solar bersubsidi
Dampak Lalu Lintas
Kepadatan lalu lintas di Jl. Jagir Wonokromo dan sekitarnya masih terasa. Warga yang melintas diimbau mencari rute alternatif.
Pihak kepolisian mengamankan lokasi namun belum ada pendekatan negosiasi tingkat tinggi. Massa menyatakan: kami tidak pergi sebelum ada jawaban.**

















