Penulis: Arief H. Soesatyo | Editor: Priyo Suwarno
KREDONEWS.COM, JOMBANG— Perjuangan SAR gabungan tak kenal lelah mencari sisa jenazah korban KM Virgo Transpor 8. Setelah 13 hari terpisah di tengah samudra, jenazah Surono (37 tahun), warga Dusun Kedaton, Desa Bulurejo, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, akhirnya dipulangkan ke tanah kelahirannya.
Ia adalah kernet truk yang berangkat menaiki KM Virgo Transport 8 dalam perjalanan Surabaya–Banjarmasin, sebelum kapal tenggelam di perairan Laut Jawa pertengahan September lalu.
Tato Belati
Selama 13 hari keluarga menanti dengan cemas. Kepastian datang pada Minggu malam, 27 September 2026, ketika foto-foto jenazah dikirimkan melalui grup WhatsApp Basarnas.
Keluarga mengenali sosok yang dicari dari tanda-tanda yang tak akan pernah mereka lupakan: Tato berbentuk belati/pisau di lengan kanannya — ciri yang paling langsung dikenali.
Dompet di saku yang masih berisi karcis perjalanan, kartu identitas, dan dokumen pribadi, sera bentuk kaki serta susunan gigi yang khas, dikenali dengan pasti oleh keluarga. Tidak ada keraguan lagi. Ia adalah Surono yang dicari.
Kampung Halaman
Pada Selasa, 29 September 2026, jenazah Surono diterbangkan dari Banjarmasin menuju Bandara Juanda, Surabaya, beriringan dengan korban lain asal Jawa Timur.
Dari bandara, langsung dibawa ke rumah duka di Dusun Kedaton, Desa Bulurejo, untuk dimakamkan di pemakaman setempat.
Warga berdatangan, mengantar salah satu putra terbaik desa mereka ke peristirahatan terakhir. Namun duka belum sepenuhnya usai.
Empat Korban
Surono bukan sendirian saat berangkat. Bersama warga Desa Bulurejo lainnya, mereka menumpang kapal yang sama. Tercatat tiga orang dari desa itu berada di atas kapal, dan nasib mereka berbeda:
- Surono — ditemukan meninggal dunia, telah dipulangkan dan dimakamkan
- Yahya — ditemukan dalam keadaan selamat, telah kembali ke keluarga
- Satu warga lainnya — dilaporkan selamat, namun keterangan lebih lanjut masih dikumpulkan
Selain itu, dari kelompok kerabat yang berangkat bersama Surono, tiga orang lainnya masih belum ditemukan hingga saat ini. Keluarga besarnya kini menanti ganda: bersyukur Surono telah pulang, namun cemas menunggu kabar ketiga saudaranya yang belum diketahui keberadaannya.
Kepala Desa Bulurejo menyampaikan:
“Kami bersyukur Surono bisa pulang ke tanah kami. Yahya juga sudah diketahui selamat. Namun ada yang masih hilang, masih ditunggu. Semoga laut segera melepaskan mereka, agar keluarga bisa berkumpul kembali, sekalipun untuk terakhir kalinya.”
Salah satu kerabat Surono menambahkan dengan suara bergetar:”Kami sudah pasrah, tapi belum bisa tenang. Satu sudah di sisi Tuhan, satu sudah selamat, tapi yang lain masih di laut. Tolong jangan hentikan pencarian. Rumah mereka masih menanti.”
Doa Dikirim ke Laut
Tim SAR gabungan menyatakan upaya pencarian masih berjalan, meski cuaca dan arus laut menjadi tantangan berat. Warga Desa Bulurejo mengadakan doa bersama setiap malam — bukan hanya untuk yang telah pulang, tetapi juga untuk yang masih ditunggu kepulangannya.
Surono kini tenang di tanah yang membesarkannya. Namun bagi keluarga dan warga Bulurejo, perjalanan belum selesai. Doa mereka terus terarah ke Laut Jawa: pulangkan mereka, pulangkan saudara-saudara kami.**

















