Penulis: Wibisono | Editor: Yobie Hadiwijaya
KREDONEWS.COM, JOMBANG-Lagu Kebyar-kebyar yang kerap kita dengar terutama di bulan Agustus ini, sudah dianggap sebagai unofficially anthem atau juga lagu kebangsaan kedua oleh beberapa kalangan. Ya, karena saking kerap diperdengarkan, juga dinyanyikan.
Siapa yang tak tergetar mendengar alunan lirik tersebut dalam nada menggelora? Gombloh, musisi pencipta lagu itu, sepertinya memang sangat mengenali saripati jiwa anak bangsa ini terhadap negerinya. Ia juga sangat jitu menggambarkannya lewat pilihan kata dan nada.
Tapi, tahukah anda bahwa proses penciptaan lagu ini sangat unik? Menurut John Pa’I, sahabat almarhum, karya itu tercipta spontan begitu saja. Bibir sang musisi nyentrik tiba-tiba saja mengalunkan kata-kata tersebut, saat ia sedang dikeroki oleh John!
Sapaan “Gombloh” disematkan kepada Soedjawoto kecil oleh teman-teman sepermainannya. Sebabnya, ia sering mengucapkan kata itu saat melintas di depan kendang sapi tetangganya. “Gombloh kate dibeleh (Gombloh akan disembelih),” ucap dia. Gombloh adalah nama sapi itu. Saking seringnya dia berucap demikian, akhirnya nama itu justru disematkan pada dirinya.
Gombloh juga bergaul dengan musisi asing saat ia menetap di Pulau Bali. Dari mereka yang datang ke Bali itu, ia bisa memperkaya wawasan musiknya. Gombloh yang fasih berbahasa Inggris berdiskusi dengan, antara lain, Livingstone Taylor, James Taylor, dan Shirley Bassey. Beberapa kali ia pun main satu panggung dengan mereka.
Seorang musisi Prancis pernah bertanya dari mana Gombloh menggali inspirasi lagu-lagunya. Kurang lebih Gombloh menjawab, ”Dari sekelilingku.”
Mengenal Kembali “Kebyar-Kebyar” Karya Gombloh: Simbol Nasionalisme Abadi dan Klarifikasi Hoaks OlimpiadeLagu “Kebyar-Kebyar” yang diciptakan oleh musisi legendaris Gombloh pada tahun 1979 tetap menjadi salah satu karya patriotik paling monumental dan melekat di hati masyarakat Indonesia.
Dipopulerkan bersama grup musik Lemon Tree’s Anno ’69, lagu ini mendobrak pola lagu kepahlawanan konvensional melalui tempo dan melodi yang bersemangat, menjadikannya asupan jiwa nasionalisme yang tak pernah surut setiap kali perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tiba.
Lirik ikonik seperti “Indonesia merah darahku, putih tulangku” merefleksikan seruan jati diri dan kecintaan tanpa batas kepada Ibu Pertiwi. Majalah Rolling Stone Indonesia bahkan menempatkan “Kebyar-Kebyar” pada peringkat ke-2 sebagai Lagu Indonesia Terbaik Sepanjang Masa, menegaskan kekuatan magis dari karya mendiang Gombloh tersebut.
Kebyar kebyar berarti Semangat yang Menyala-nyala, Menggambarkan jiwa dan semangat nasionalisme yang berkobar, bersinar terang, serta hidup bergejolak bagaikan nyala api yang tak pernah padam di dalam dada rakyat Indonesia.
Gombloh—yang memiliki nama asli Soedjarwoto Soemarsono—adalah seorang penyanyi dan penulis lagu legendaris Indonesia yang dikenal luas sebagai maestro musik balada dan lagu-lagu bertema nasionalisme. Ia lahir di Tawangsari, Jombang, Jawa Timur pada 12 Juli 1948 dan wafat di Surabaya pada 9 Januari 1988 di usia 39 tahun.Latar Belakang dan Karier MusikAsal-usul Nama: Nama panggung “Gombloh” didapat sejak kecil dari kata “nggomblohi” yang berarti pura-pura bodoh, namun justru membawa keberuntungan dalam jalur keseniannya.
Ini Lirik Lagu Kebyar Kebyar dan Chord Gitar
[Intro]
D G D G D E C#m A [2x]
G A Bb C D
Bb C D
haa ha haa..
[Reff]
D
Indonesia..
G D G D
merah darahku..putih tulangku
E C#m A
bersatu dalam semangatmu..
D
Indonesia..
G D G D
debar jantungku..getar nadiku
E C#m A
berbaur dalam angan anganmu..
G A
kebyar kebyar.
Bb C D
pelangi..jingga…
Bb C D
haa ha haa….
D
Indonesia..
G D G D
nada laguku..symphony perteguh..
E (-C#m) A
selaras dengan symphonimu
G A
kebyar kebyar..
Bb C D
pelangi..jingga…
Bb C D
haa…ha..haa..
C
…biar pun bumi berguncang
Bm D E A
…kau tetap Indonesia-ku
C
…andaikan matahari terbit dari barat
Bm D E A
…kau pun Indonesia-ku
Am
… tak sebilah pedang yang tajam
Dm
…dapat palingkan daku darimu
[Interlude]
Am Dm A Dm C#m Dm
Am Dm
….kusingsingkan lengan
D#
…rawe-rawe rantas
D#m
malang-malang tuntas..
A#
denganmu..
[Interlude]
A#m C Cm D
G A Bb C D
D G D G D E C#m A [2x]
G A Bb C D
Bb C D
haa ha haa..

























