Menu

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

News

WGI Menobatkan Indonesia sebagai Negara Paling Dermawan 6 Tahun Berturut-turut

badge-check


					WGI dan CAF umumkan bahwa Indonesia menjadi negara paling dermawan suka membantu tingkat global selama enam kali berturutu-turut. Foto: wiz.or.id Perbesar

WGI dan CAF umumkan bahwa Indonesia menjadi negara paling dermawan suka membantu tingkat global selama enam kali berturutu-turut. Foto: wiz.or.id

KREDONEWS.COM- Indonesia telah dinobatkan sebagai negara paling dermawan di dunia oleh World Giving Index (WGI) yang dirilis oleh Charities Aid Foundation (CAF) selama enam tahun berturut-turut, sejak 2018 hingga 2024. Pada tahun 2024, Indonesia meraih skor 68, mempertahankan posisinya di puncak daftar kedermawanan global.

  • 2018: Indonesia pertama kali menduduki posisi pertama dengan skor rata-rata 59%, menggeser Myanmar yang sebelumnya berada di puncak
  • 2019: Skor tetap di 59%, menunjukkan konsistensi dalam perilaku dermawan masyarakat
  • 2020: Skor meningkat menjadi 69%, mencerminkan peningkatan partisipasi dalam kegiatan amal dan sukarela
  • 2021: Indonesia kembali mencatatkan skor 69%, tetap memimpin dalam kontribusi uang dan partisipasi sukarelawan
  • 2022: Skor sedikit menurun menjadi 68%, namun masih cukup untuk mempertahankan posisi teratas
  • 2023: Indonesia kembali meraih skor 68, dengan Kenya sebagai negara kedua paling dermawan dengan skor 60

CAF menggunakan beberapa indikator untuk menentukan tingkat kedermawanan suatu negara, antara lain:

  • Menolong orang yang tidak dikenal: Persentase orang yang membantu orang asing.
  • Donasi uang: Persentase populasi yang menyumbangkan uang.
  • Kegiatan sukarelawan: Waktu yang dihabiskan untuk kegiatan sosial.

Indonesia menunjukkan performa yang sangat baik dalam ketiga kategori ini, dengan proporsi tinggi masyarakat yang terlibat dalam kegiatan amal dan sukarela. Misalnya, pada tahun 2021, sekitar 83% orang Indonesia dilaporkan menyumbangkan uang dan lebih dari 60% terlibat dalam kegiatan sukarela.

Beberapa faktor yang berkontribusi terhadap kedermawanan Indonesia meliputi:

  • Budaya Gotong Royong: Tradisi lokal yang mendorong masyarakat untuk saling membantu.
  • Pengaruh Agama: Ajaran agama, terutama dalam konteks zakat dan sedekah, memainkan peran penting dalam mendorong perilaku dermawan.
  • Resiliensi Sosial: Masyarakat Indonesia cenderung bersatu dalam menghadapi tantangan ekonomi dan sosial, meningkatkan semangat berbagi

Indonesia terus menjadi contoh global dalam hal kedermawanan, menunjukkan bahwa meskipun menghadapi berbagai tantangan, semangat untuk memberi dan membantu sesama tetap kuat. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Solar MAMAMOO Jadi Korban Teror Kursi Terbang di Los Angeles

20 September 2026 - 18:10 WIB

Rudal Houthi Sasar Bandara Raja Khaled dan Mengenai Fasilitas Perminyakan Aramco

20 September 2026 - 08:57 WIB

Penelisik Akar Terorisme (58): Pemberontak Chang Hsien-chung Hingga Jejak Perang Salib di Tiongkok

20 September 2026 - 08:30 WIB

100 Tahun Pondok Darussalam Gontor, Presiden Tiga Kali Pekikan Free Palestine! Mau Heboh, Terserah

19 September 2026 - 16:06 WIB

Ratusan Orang Tuntut PT Annisa Ahmada Kembalikan Ongkos Umrah: Total Rp57 Miliar

19 September 2026 - 15:13 WIB

Sidang Gratifikasi Rp 1,08 M Dirjen BC Jaka Budi Utama, Faisyal Assegap Ancam Datangkan Massa di PN Tipikor

19 September 2026 - 14:30 WIB

Hilang Saat Liputan Erupsi G. Anak Krakatau: SAR Hentikan Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Kru

19 September 2026 - 12:30 WIB

Empat Bulan Jalani Hukuman Kasus Rp22 Juta, Hellyana Duduk Kembali ke Singgasana Wagub Babel

19 September 2026 - 11:06 WIB

Harga Emas Antam Jumat Naik Rp25.000 Jadi Rp2,623 Juta per Gram

18 September 2026 - 20:26 WIB

Trending di News