Menu

Mode Gelap

Life Style

Gejala Hantavirus: Demam hingga Sesak Napas

badge-check


					Penyebab hantavirus Perbesar

Penyebab hantavirus

Penulis: Jacob E Lato | Editor: Yobie Hadiwijaya

KREDONEWS.COM, JAKARTA-Hantavirus merupakan penyakit zoonosis yang ditularkan melalui tikus dan hewan pengerat lain seperti celurut. Virus tersebut berasal dari genus Orthohantavirus yang menyerang sistem pernapasan maupun ginjal manusia.

Kementerian Kesehatan mencatat kasus Hantavirus ditemukan di Jawa Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Utara, dan DIY. Pada pertengahan Juni 2025, pemerintah melaporkan delapan kasus terkonfirmasi virus Hanta tipe HFRS.

Seluruh pasien dalam kasus tersebut dilaporkan telah sembuh setelah menjalani penanganan medis di fasilitas kesehatan. Gejala yang dialami pasien antara lain demam, nyeri badan, hingga kondisi tubuh menguning.

Mengutip laman Kementerian Kesehatan, penyakit hantavirus memiliki dua bentuk gejala klinis utama berbeda. Kedua tipe tersebut adalah Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome atau HFRS dan Hantavirus Pulmonary Syndrome.

Berikut gejala hantavirus berdasarkan tipe penyakitnya:

Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS)

Tipe ini paling banyak ditemukan di wilayah Asia dan Eropa termasuk Indonesia saat ini. Masa inkubasi penyakit berkisar satu hingga dua minggu setelah terpapar virus.

Gejala HFRS meliputi:

Demam
Sakit kepala
Nyeri badan
Malaise atau tubuh terasa lemas
Ikterik atau kondisi tubuh menguning

Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS)

Tipe HPS umumnya ditemukan di kawasan Benua Amerika dengan tingkat kematian lebih tinggi dibandingkan HFRS. Masa inkubasinya berkisar 14 hingga 17 hari setelah paparan virus terjadi.

Gejala HPS meliputi:

Demam
Nyeri badan
Malaise atau tubuh lemas
Batuk
Sesak napas

Kementerian Kesehatan menyebut kasus hantavirus di Indonesia sejauh ini hanya menunjukkan manifestasi klinis tipe HFRS. Pemerintah juga mengimbau masyarakat segera memeriksakan diri bila mengalami gejala setelah kontak dengan tikus.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

BPOM Umumkan 11 Kosmetik Berbahaya

7 Mei 2026 - 19:59 WIB

Pakar Estetik Bedah Plastik, Dr Sophia Heng: Penyempurnaan, Bukan Perubahan Total

26 April 2026 - 10:40 WIB

Kupeluk Kamu Selamanya, Kisah Keluarga yang Menyentuh dan Menggugah Empati

24 April 2026 - 19:38 WIB

KPJ Sabah Specialist Hospital, Pusat Perawatan Kesehatan yang Makin Mendunia Pilihan Pasien Indonesia

22 April 2026 - 11:39 WIB

Setelah Membuat Tato, Perempuan Alami Nyeri dan Mata Kanan Kabur

20 April 2026 - 21:12 WIB

no na, Menyatukan Akar Lokal dan Musik Global

19 April 2026 - 20:30 WIB

Jennie Masuk Daftar 100 Orang Paling Berpengaruh di Tahun 2026

17 April 2026 - 20:31 WIB

Manis yang Terkendali: Rekomendasi Konsumsi Gula Berdasarkan Usia

15 April 2026 - 17:23 WIB

1 Juta Akun TikTok di RI Diblokir, Menkomdigi: Ini Adalah Kemenangan

14 April 2026 - 20:31 WIB

Trending di Life Style