Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

Life Style

Gejala Hantavirus: Demam hingga Sesak Napas

badge-check


					Penyebab hantavirus Perbesar

Penyebab hantavirus

Penulis: Jacob E Lato | Editor: Yobie Hadiwijaya

KREDONEWS.COM, JAKARTA-Hantavirus merupakan penyakit zoonosis yang ditularkan melalui tikus dan hewan pengerat lain seperti celurut. Virus tersebut berasal dari genus Orthohantavirus yang menyerang sistem pernapasan maupun ginjal manusia.

Kementerian Kesehatan mencatat kasus Hantavirus ditemukan di Jawa Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Utara, dan DIY. Pada pertengahan Juni 2025, pemerintah melaporkan delapan kasus terkonfirmasi virus Hanta tipe HFRS.

Seluruh pasien dalam kasus tersebut dilaporkan telah sembuh setelah menjalani penanganan medis di fasilitas kesehatan. Gejala yang dialami pasien antara lain demam, nyeri badan, hingga kondisi tubuh menguning.

Mengutip laman Kementerian Kesehatan, penyakit hantavirus memiliki dua bentuk gejala klinis utama berbeda. Kedua tipe tersebut adalah Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome atau HFRS dan Hantavirus Pulmonary Syndrome.

Berikut gejala hantavirus berdasarkan tipe penyakitnya:

Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS)

Tipe ini paling banyak ditemukan di wilayah Asia dan Eropa termasuk Indonesia saat ini. Masa inkubasi penyakit berkisar satu hingga dua minggu setelah terpapar virus.

Gejala HFRS meliputi:

Demam
Sakit kepala
Nyeri badan
Malaise atau tubuh terasa lemas
Ikterik atau kondisi tubuh menguning

Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS)

Tipe HPS umumnya ditemukan di kawasan Benua Amerika dengan tingkat kematian lebih tinggi dibandingkan HFRS. Masa inkubasinya berkisar 14 hingga 17 hari setelah paparan virus terjadi.

Gejala HPS meliputi:

Demam
Nyeri badan
Malaise atau tubuh lemas
Batuk
Sesak napas

Kementerian Kesehatan menyebut kasus hantavirus di Indonesia sejauh ini hanya menunjukkan manifestasi klinis tipe HFRS. Pemerintah juga mengimbau masyarakat segera memeriksakan diri bila mengalami gejala setelah kontak dengan tikus.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Fans Sepakbola Ini Disangka Produk AI Saking Cantiknya

26 Juni 2026 - 19:32 WIB

Ahli Gizi Ingatkan Risiko Makanan Rusak saat Listrik Padam

24 Juni 2026 - 18:44 WIB

Facebook Dipenuhi Video Porno, Cukup Satu Kta Kunci Pencarian

24 Juni 2026 - 18:21 WIB

Presenter Piala Dunia ASAL Italia Ini Sosmednya Dibanjiri Ribuan Like

18 Juni 2026 - 19:47 WIB

Izabel Kovacic akan Panaskan Tribun Piala Dunia

17 Juni 2026 - 18:52 WIB

Fans Terseksi Piala Dunia Menurut Survei, Argentina Nomor Satu

16 Juni 2026 - 20:16 WIB

Meski Neymar Tak Bermain, Pacarnya Pamer Tubuh Seksi di Piala Dunia 2026

15 Juni 2026 - 20:01 WIB

Kecantikan Brasil Ciptakan Sensasi di Piala Dunia 2026

14 Juni 2026 - 19:28 WIB

Cara Aman Nikmati Piala Dunia 2026 Tanpa Merusak Kesehatan

12 Juni 2026 - 19:41 WIB

Trending di Life Style