Menu ✖

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Nasional

Angka PHK 2026 Lebih Rendah dari Tahun Lalu

badge-check


					Ilustrasi Perbesar

Ilustrasi

Penulis: Jacobus E Lato | Editor: Yobie Hadiwijaya

KREDONEWS.COM, JAKARTA-Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mencatat jumlah Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) periode Januari-April 2026 mencapai 15.425 orang. Jumlah ini lebih rendah dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, mencapai 39.092 orang.

Kepala Badan Perencanaan dan Pengembangan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Anwar Sanusi pun menjelaskan penyebabnya.

Menurut Anwar jumlah PHK tahun lalu disumbang penutupan pabrik PT Sri Rejeki Isman Tbk atau Sritex yang menyebabkan lebih dari 10.000 karyawan menjadi korban.

Berbeda dengan tahun ini, sektor ketenagakerjaan mulai menunjukkan sinyal baik.

“Pada tahun yang lalu pada bulan Februari ada PHK Sritex yang berkontribusi besar terhadap melonjaknya PHK. Selain itu, tentunya ada signal yang cukup baik terkait dengan ketenagakerjaan kita,” ujar Anwar kepada detikcom, Sabtu (9/5/2026).

Kemnaker telah merilis data terbaru angka Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) periode Januari-April 2026. Berdasarkan data yang diunggah di situs Satudata Kemnaker, angka PHK pada periode tersebut mencapai 15.425 orang.

“Pada periode Januari sampai dengan April 2026 terdapat 15.425 orang tenaga kerja ter-PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) yang terklasifikasi sebagai peserta program JKP,” seperti tertulis di situs tersebut, dikutip Sabtu (9/5/2026).

Namun dibandingkan periode yang sama tahun lalu, angka PHK pada Januari-April tahun 2026 masih lebih rendah. Kemnaker mencatat angka PHK pada Januari-April 2025 mencapai 39.092 orang.

Sebelumnya, Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) menjelaskan bahwa kondisi ekonomi dunia saat ini memang masih penuh tantangan akibat perang dan gejolak geopolitik global. Meski demikian, pemerintah meminta seluruh pihak tetap tenang menghadapi situasi tersebut.

“Ya, sekarang ini kita sedang menghadapi situasi yang memang global, ya. Artinya, pemerintah tetap waspada menyikapi akan terjadinya dampak situasi perekonomian. Pertama karena perang, kemudian juga ada masalah soal globalisasi yang luar biasa,” jelas Afriansyah di Jakarta.

Hal tersebut, kata dia, juga telah disampaikan oleh Presiden Prabowo Subianto. Afriansyah menyebut bahwa Prabowo telah mengimbau industri untuk tetap tenang dan tak perlu takut.

“Jadi, kita tetap tenang di bawah kepemimpinan Bapak Presiden. Dan jelas kemarin Presiden juga mengimbau agar semua industri juga tetap menghadapinya dengan situasi yang tenang. Jadi, tidak usah perlu takut lah, gitu,” tuturnya.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Gubernur Khofifah Buka 4.807 Lowongan Kerja di Job Fair Inklusif 2026

29 Oktober 2026 - 19:25 WIB

Menkomdigi: Jika Internet Dipotong, 80 Persen Konektivitas Singapura Lumpuh

28 Oktober 2026 - 19:45 WIB

Rupiah Rp18.183/US$ Rekor Terlemah Sepanjang Sejarah, Ini Kata BI

28 Oktober 2026 - 19:22 WIB

Meriahkan Operasi Patuh Semeru 2026 Satlantas Polres Gresik Bagikan Cokelat

28 Oktober 2026 - 09:57 WIB

Pemkab Gresik Lakukan Seleksi Sertifikasi BNSP Pelaku Kuliner

28 Oktober 2026 - 09:55 WIB

Catat, Daftar Rute dan Kota Tujuan Mudik Gratis Nataru

27 Oktober 2026 - 20:43 WIB

Mendadak Menlu Singapura Vivian Balakrishnan, Kunjungi Jakarta

27 Oktober 2026 - 20:31 WIB

Kemnaker Resmi Buka Pendaftaran Magang Nasional Batch 3 Angkatan II 2026

27 Oktober 2026 - 20:16 WIB

Gresik Bangkitkan Kembali Jaga Ketertiban Dalam Masyarakat Melalui Aslinmas

27 Oktober 2026 - 07:45 WIB

Trending di Nasional