Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

News

Wapres Gibran Pimpin Upacara Haul 55 KH Wahab Chasbullah di Ponpes Tambakberas

badge-check

Penulis: Arief H. Soesatyo  |  Editor: Priyo Suwarno

KREDONREWS.COM, JOMBANG— Ribuan jamaah, ulama, tokoh agama, dan masyarakat berbondong-bondong memadati halaman Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Desa Tambakberas, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Minggu pagi, 10 Mei 2026.

Lokasi ini menjadi pusat perhatian nasional saat Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka didampingi Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo hadir langsung memimpin peringatan Haul ke-55 Almaghfurlah K.H. Abdul Wahab Chasbullah — ulama besar, pendiri Nahdlatul Ulama, dan Pahlawan Nasional Indonesia .

Kehadiran orang nomor dua di negara dan pucuk pimpinan kepolisian ini menjadi bukti nyata penghormatan negara atas jasa-jasa besar Mbah Wahab, yang dikenal sebagai tokoh ulama sekaligus pejuang kemerdekaan yang meletakkan dasar kuat persatuan umat dan kebangsaan Indonesia .

Ziarah
Rombongan Wapres Gibran tiba sekitar pukul 08.30 WIB, disambut hangat oleh pengasuh pondok pesantren K.H. M. Hasib Wahab Chasbullah, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Bupati Jombang Warsubi, serta jajaran tokoh masyarakat dan ulama se-Jawa Timur.

Mengenakan kemeja putih, jas abu-abu, dan kopiah hitam, Wapres langsung menuju makam almarhum yang berada di kompleks pemakaman keluarga pesantren untuk berziarah dan mendoakan keberkahan serta amal jariyah beliau .

Tak lama kemudian, Kapolri Jenderal Listyo Sigit tiba dan bergabung dalam barisan doa. Suasana berlangsung khusyuk, diiringi lantunan ayat suci Al-Qur’an dan doa bersama para ulama.

Setelah ziarah, acara dilanjutkan ke panggung utama untuk pengajian umum dan penyampaian pesan-pesan keteladanan dari pemikiran K.H. Abdul Wahab Chasbullah.

Lokasi acara dipenuhi ribuan jamaah yang datang dari berbagai daerah, mulai dari warga Jombang, kabupaten sekitar, hingga luar provinsi. Suasana sangat tertib, damai, dan penuh kekeluargaan, dengan pengamanan ketat namun tetap santun dari aparat gabungan Polri dan TNI.

Berpikir Maju

Dalam sambutan utamanya, Wapres Gibran Rakabuming Raka menegaskan, K.H. Abdul Wahab Chasbullah bukan sekadar ulama, melainkan tokoh penggerak yang mewariskan tiga nilai besar: cinta tanah air, persatuan umat, dan keberanian berpikir maju — nilai yang sangat relevan dan dibutuhkan bangsa Indonesia hingga hari ini .

“Mbah Wahab mengajarkan kita: agama harus menyejukkan, agama harus menyatukan, dan agama harus berjalan beriringan dengan kemajuan zaman. Beliau pendiri NU, pejuang kemerdekaan, dan selalu mengingatkan bahwa kekuatan bangsa ada di persatuan, meski berbeda latar belakang,” ujar Wapres di hadapan ribuan hadirin.

Ia juga mengajak para santri dan generasi muda untuk tidak hanya meneladani akhlak mulia, tapi juga berani berinovasi, beradaptasi dengan kemajuan teknologi, dan ikut membangun bangsa.

“Santri harus jadi garda depan kemajuan, jangan tertinggal zaman. Ilmu agama dan ilmu umum harus berjalan beriringan, persis seperti yang diajarkan Mbah Wahab dulu,” tambahnya.

Sementara itu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam sambutannya menyampaikan apresiasi tinggi atas peran ulama dan pesantren sebagai penyangga utama persatuan dan ketenteraman masyarakat.

Ia menegaskan, kepolisian akan terus bersinergi erat dengan ulama dan tokoh agama demi menjaga keamanan, kerukunan, serta mencegah perpecahan di tengah masyarakat.

“Nilai-nilai yang ditanamkan K.H. Abdul Wahab Chasbullah — tentang keadilan, kebenaran, dan pengabdian — adalah pedoman kami dalam menjaga negara. Polri selalu hadir, bersinergi dengan ulama, menjaga keutuhan NKRI, dan memastikan keamanan serta ketertiban masyarakat tetap terjaga baik,” ucap Kapolri.

Warisan Mendiang 

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menambahkan, kehadiran Wapres dan Kapolri ini menjadi momen penting, mengingat Mbah Wahab adalah tokoh yang menempatkan pesantren bukan hanya tempat belajar agama, tapi pusat pendidikan karakter, kader bangsa, dan pemberdayaan masyarakat.

“Beliau berjuang agar Islam yang diajarkan di Indonesia adalah Islam yang damai, moderat, dan cinta tanah air. Warisan itu harus terus dijaga, dihidupkan, dan diterapkan dalam kehidupan bernegara,” ujar Khofifah.

Diketahui, K.H. Abdul Wahab Chasbullah lahir di Jombang tahun 1888, wafat 29 Desember 1971.

Ia menjadi salah satu pendiri Nahdlatul Ulama, anggota BPUPKI, dan berperan besar merumuskan dasar negara serta menjaga keutuhan bangsa pasca kemerdekaan. Atas jasa-jasanya, pemerintah menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional Indonesia. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Pemkot Surabaya Launching Buku: Bung Karno, Arek Surabaya!

27 Juni 2026 - 10:29 WIB

Korban Meninggal Latsarmil KDMP Jadi 4 Orang, Kemenhan Lakukan Evaluasi Prosedur

27 Juni 2026 - 09:58 WIB

Pria Berkaca Mata dan Bermasker Abu-abu Pegang Setir Terekam CCTV Juanda, Tewasnya Wanita ASN Bangkalan

26 Juni 2026 - 14:58 WIB

Kasatreskrim dan Delapan Kapolsek Jajaran Polres Jombang Resmi Berganti

26 Juni 2026 - 13:46 WIB

Menelisik Akar Terorisme (26): Rahasia Kaum Freemanson

26 Juni 2026 - 12:26 WIB

Taubat Bersama di Ponpes Shiddiqiyyah, Kiai Tar: Koruptor Itu Hidup dari Mayat dan Darah Saudaranya

26 Juni 2026 - 11:25 WIB

10 Menit Standing Applause untuk Papermoon Puppet Theatre dari Yogya yang Mengguncang Jerman

25 Juni 2026 - 15:02 WIB

Temuan Jasad Wanita di Parkiran Juanda, Risang: Korban Janji Pulang Sabtu 20 Juni 2026

25 Juni 2026 - 09:10 WIB

Sudah Tiga Orang Meninggal Saat Mengikuti Larsarmil Calon Manajer KDMP di Tiga Lokasi Berbeda

25 Juni 2026 - 08:35 WIB

Trending di News