Penulis: Ari Muryanto | Editor: Priyo Suwarno
KREDONEWS.COM, BATU — Jembatan Cangar yang jadi sorotan karena kerap jadi lokasi aksi nekat, kembali makan korban baru. Malam Jumat, 8 Mei 2026 sekitar pukul 20.45 WIB.
Seorang pemuda nekat terjun melompat dari ketinggian lebih dari 35 meter di jembatan penghubung Kota Batu — Kecamatan Pacet Mojokerto ini, menambah deretan tragedi di lokasi yang sama .
Kejadian ini jadi yang keempat sejak akhir Maret lalu, dan warga semakin resah, meminta pemerintah pasang pagar lebih tinggi dan rutin dijaga ketat.
Korban berinisal RAS (21 tahun), asal: Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang. Ia Karyawan swasta di kawasan Batu. Ditemukan meninggal dunia di dasar jurang, luka parah seluruh tubuh, kepala dan dada paling keras benturan
Sat itu warga penolong juga menemuka Barang bukti berupa sepeda motor Honda Beat terparkir rapi di pinggir jalan
Sepasang sepatu, tas kecil, dompet, kartu identitas, dan catatan tulisan tangan pendek. Tidak ada tanda perkelahian atau kekerasan fisik
Saat dikobfirmasi, AKP Anton Hendri Subagijo, Kapolsek Bumiaji Kota Batu, membenarkan peristiwa itu
“Kami terima laporan warga yang melintas pukul 20.50 WIB, melihat ada motor parkir sendiri, lalu mengintip ke bawah dan melihat sosok tubuh tergeletak,” kata dia.
Tim gabungan polisi, Basarnas, dan petugas Tahura segera turun. Korban sudah tidak bernyawa saat ditemukan.
Berdasarkan barang bawaan dan catatan yang ada, dugaan sementara kuat akibat bunuh diri karena masalah pribadi & ekonomi.
“Tidak ada unsur kriminal.” Konfirmasi , Sabtu 9 Mei 2026
Roby, Petugas Jaga Tahura R. Soerjo memberika informasi bahwa dirinya sempat mrlihat korban, sebelum kejadian
“Saya sempat lihat dia lewat sekitar pukul 20.30, naik motor sendirian, diam saja, tidak terlihat menangis atau marah.”
“Saya kira cuma istirahat sebentar, seperti wisatawan lain. Baru lima belas menit kemudian ada laporan, ternyata sudah kejadian. Saya sangat menyesal, kalau tahu saya pasti cegah.” Kata dia saat diwawancara di akun TikTok @BeritaBatuKota, ditonton 210.000 kali
Catatan Kasus
- 1. 31 Maret 2026: MMA (24 th, Mojokerto) → viral terekam kamera, masalah asmara
- 2. 23 April 2026: DPW (24 th, Lumajang) → masalah pekerjaan & utang
- 3. 27 April 2026: Tidak teridentifikasi → ditemukan warga, motif belum jelas
- 4. 8 Mei 2026: RAS (21 th, Malang) — KASUS TERBARU → masalah ekonomi & tekanan keluarga
AKP Joko Suprianto, Kasat Reskrim Polres Batu memerinci bahwa peristwa Jumat malam.krmarin, menambah daftar korban terjun dari jembatan Cangar.
Ini udah keempat kalinya dalam kurang dari 2 bulan. Ini luar biasa mengkhawatirkan. Kami sudah pasang tanda peringatan, tapi ketinggian pagar pembatas masih sekitar 1,2 meter, masih mudah dilewati.
“Kami sudah usulkan pagar dipertinggi jadi 2 meter dan ada petugas jaga 24 jam.” Tambahnya.
Kabar ini viral, banyak netizen memberi komenta di sejumlah medsos:
1. @sari_rahayu89 (Instagram, 9 Mei 2026)
“Ya Allah… lagi lagi di Cangar. Ini sudah keberapa kali ya? Jembatan ini kok jadi sasaran terus ya? Pemerintah tolong dong, perbaiki pagar, pasang kamera, jaga terus. Kasihan keluarga yang ditinggal, masih muda-muda semua. Harus ada solusi nyata, jangan cuma pasang tulisan ‘Dilarang’ saja.”
Disukai: 14.200 kali, dibagikan: 3.700 kali
2. @mas_dwi_batu (TikTok, 9 Mei 2026)
“Dulu Cangar tempat liburan indah, sekarang jadi tempat menyeramkan. Tiap minggu atau dua minggu ada saja berita sedih begini. Padahal indah pemandangannya, tapi kenapa jadi tempat pelarian? Semoga ini yang terakhir kalinya, dan ada perubahan pagar biar aman.”
Ditonton: 420.000 kali, dikomentari: 2.400 balasan
3. @Hadi_Santoso_Mlg (X / Twitter, 9 Mei 2026)
“Baru kemarin kita bahas harus dipertinggi pagar, eh hari ini sudah ada korban baru. Ini darurat sebenarnya. Jembatan Cangar jadi titik rawan tertinggi di Jatim sekarang. Pemerintah Kota Batu & Mojokerto harus bertindak cepat, jangan menunggu ada korban lagi baru bergerak.”
Dikutip ulang: 4.100 kali, disukai: 8.600 kali
4. @komunitas_wisata_batu (Facebook, 9 Mei 2026)
“Kami warga dan pelaku wisata sangat sedih & khawatir. Wisatawan jadi takut lewat sini. Kami minta: 1) pagar dipertinggi segera; 2) ada pos jaga tetap; 3) ada layanan konseling di sekitar lokasi. Jangan biarkan lagi ada pemuda yang nekat di sini.”
Dibagikan: 7.200 kali
Upaya Pencegahan
Drs. Arief Wicaksono, Kepala Dinas Lingkungan Hidup & Kehutanan Kota Batu, telah melajukan rapat darirat, menggapi insiden itu bersama Pemkab dan Polres Mojokerto.
Keputusan tegas: Mulai Senin besok, pagar pembatas jembatan langsung dipertinggi dari 1,2 m jadi 2,2 m, ditambah kawat berduri halus di bagian atas. Akan ada 2 petugas jaga siang-malam dan dipasang kamera pengawas.
“Kami juga pasang nomor telepon bantuan psikologis besar-besar di sepanjang jembatan. Kami berjanji tidak akan ada lagi korban.” Saat memberikan pernyataan resmi di Balai Kota Batu. **







