Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

News

Ratusan Siswa di Jakarta dan Bogor Jadi Korban Keracunan MBG, BGN Belum Mampu Mencegah

badge-check


					Insiden keracunan makan MBG belum berhenti, Jumat 8 Mei 2026, siswa SF di Jakarta Timur dan Bogor Utara sama sama jadi korban keracunan menu MBG. Foto: ist Perbesar

Insiden keracunan makan MBG belum berhenti, Jumat 8 Mei 2026, siswa SF di Jakarta Timur dan Bogor Utara sama sama jadi korban keracunan menu MBG. Foto: ist

Penulis: Yusran Hakim  |  Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, JAKARTA-– Insiden keracunan makanan terjadi kembali dalam pelaksananaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Jumat, 8 Mei 2026.

Kasus keracunan yerus berulan,pemerintah khususnya BGN, belum mampu menerapkan upaya preventif untuk pencegahan keracunan hingga kini.

Sebanyak 252 siswa dari 3 SD di Jakarta Timur dan 35 siswa dari 2 SD di Kabupaten Bogor dilaporkan mengalami gejala mual, muntah, sakit perut, hingga demam usai menyantap makanan program ini.

Kasus ini langsung menjadi sorotan nasional dan ramai diperbincangkan di media sosial, publik mempertanyakan ketatnya pengawasan kualitas makanan.

Tiga Sekolah di Jaktim

Terjadi di SDN Cakung Timur 01, SDN Ujung Menteng 02, SDN Ujung Menteng 03, Kecamatan Cakung, pasokan dari SPPG Cakung Pulogebang 15.

Data Resmi:

– Total terlaporkan bergejala: 252 siswa
– Mendapat penanganan medis: 188 siswa
– Masih rawat inap: 26 siswa (di RS Citra Harapan, RS Firdaus, RSI Pondok Kopi)
– Menu hari itu: Bakmi Jawa ayam suwir, jamur krispi, pangsit isi tahu, semangka, lalapan
– Dugaan penyebab: Pangsit isi tahu berasa masam, diduga terkontaminasi bakteri akibat penyimpanan & pengolahan tidak higienis

Ani Ruspitawati, Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, menjelaskan, “Dari laporan orang tua, ada 252 siswa yang bergejala. Dugaan sementara sumber masalah dari pangsit isi tahu karena banyak anak mengeluh rasanya masam dan tidak wajar. Sampel sudah kami amankan dan kirim ke laboratorium, hasil lengkap diperkirakan keluar Selasa depan. Kondisi anak-anak saat ini stabil, tidak ada yang kritis atau meninggal dunia.” – Konfirmasi kepada detikNews & IDN Times, Sabtu 9 Mei 2026

Hj. Siti Aminah, Orang Tua Siswa SDN Ujung Menteng 03 menambahkan: “Anak saya pulang sekolah langsung muntah 4 kali, demam 39 derajat. Dia bilang pangsitnya bau dan rasanya aneh, beda sekali dari biasanya. Kami sangat khawatir, ini kan program untuk anak, harusnya aman dan sehat.” – Unggahan akun Facebook @SitiAminah_Jaktim, dibagikan 4.200 kali

Kasus Bogor

Terjadi di SDN Cibadak 01 & SDN Sukamakmur 02, pasokan dari SPPG Citeureup, wilayah utara Bogor .

Data Resmi:

– Jumlah korban: 35 siswa (kelas 1–4 SD), gejala lebih ringan: sakit perut, mual, sedikit muntah, semua sudah pulang & sembuh
– Menu: Nasi tim, ikan balado, sayur bening, pisang
– Dugaan: Sayuran kurang matang, bahan ikan tidak segar, atau proses pengolahan kurang higienis.

Dalam Konferensi Pers BGN, Jakarta, Sabtu 9 Mei 2026 Tigor Silaban, Deputi Bidang Standarisasi & Pengawasan Badan Gizi Nasional, ” “Kami langsung turun ke lokasi, cek dapur dan bahan baku. Diduga ada kesalahan dalam pengolahan dan penyimpanan sayuran serta bahan ikan.”

“Kami hentikan sementara operasi SPPG Citeureup, sampel dikirim ke lab, dan semua biaya pengobatan kami tanggung penuh, orang tua tidak perlu bayar sepeser pun.”

Ujang Saepudin, Kepala Sekolah SDN Cibadak 01, menambahkan, “Kami langsung hentikan konsumsi sisa makanan begitu ada anak sakit. Kami harap ada perbaikan, jangan sampai kejadian ini terulang lagi.” – Wawancara di akun TikTok @BeritaBogorRaya.

Komen Warganet

Berikut komentar yang paling banyak disebar dan mendapat tanggapan ribuan pengguna:  @RinaWati_01 (Instagram, 9 Mei 2026)

“Programnya namanya Makan Bergizi Gratis, tapi kenyataannya jadi Makan Beracun Gratis. Sudah berkali-kali kejadian, kenapa pengawasan masih bolong terus? Uang rakyat dipakai banyak, tapi anak-anak malah jadi korban. Tolong diperbaiki serius, jangan cuma bagus di nama saja.”
Disukai: 12.800 kali, dikomentari: 2.100 balasan

@BangJaka_Official (TikTok, 8 Mei 2026)

“Di Jakarta Timur 252 anak, di Bogor 35 anak keracunan bareng-bareng. Emangnya dapur MBG ini dikelola sama siapa? Standarnya mana? Cek kualitasnya kapan? Ini sudah kasus ke berapa kali ya? Kalau begini terus, mending programnya diperbaiki atau dihentikan saja kalau belum siap.”
Ditonton: 340.000 kali, dibagikan: 8.700 kali

@Hendra_Saputra (X / Twitter, 9 Mei 2026)

“Dulu semangat sekali diluncurkan, sekarang malah jadi momok buat orang tua. Tiap bulan pasti ada berita keracunan. Pengawasnya ada berapa orang? Apa cuma dibiarkan begitu saja sampai anak-anak sakit baru ditindak? Sangat kecewa!”
Dikutip ulang: 3.400 kali, disukai: 7.900 kali

@KeluargaIndonesia (Facebook, 9 Mei 2026)

“Kami orang tua makin waswas. Mau anak ikut program takut sakit, tidak ikut kasihan. Pemerintah harus tegas: cabut izin penyedia yang salah, perketat aturan, pastikan bahan baku segar dan higienis. Jangan sampai nyawa anak jadi taruhan.”
Dibagikan: 5.600 kali.**

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Binhad dan Kuswartono Serahkan Buku kepada Eri Cahyadi: Ir Soekarno Lahir di Ploso Jombang 1 Juni 1902

28 Juni 2026 - 15:13 WIB

LEAF71+Noyron Hasilkan Mesin Jet AI Berkecepatan 28.000/ Jam

28 Juni 2026 - 13:31 WIB

Dr Lee woo Guan: Robot dan Kecanggihan Teknologi Hanya Membantu, Peran Dokter Tetap Nomor Satu

28 Juni 2026 - 12:29 WIB

Menelisik Akar Terorisme (27): Kaum Illuminati dan Revolusi Prancis

27 Juni 2026 - 16:44 WIB

Juragan Percetakan Tuduh Tiga Pegawai Mencuri, 21 Hari Dirantai dan Minta Tebusan Rp50 Juta

27 Juni 2026 - 16:18 WIB

Belanda Umumkan Kode Merah: Suhu 39°C Bikin Aspal Meleleh dan Dehidrasi

27 Juni 2026 - 15:44 WIB

Wartawan Diundang Keluar, Presiden Prabowo Ingin Berdiskusi dari Hati ke Hati Bersama Rektor dan Dosen

27 Juni 2026 - 14:57 WIB

Pemkot Surabaya Launching Buku: Bung Karno, Arek Surabaya!

27 Juni 2026 - 10:29 WIB

Korban Meninggal Latsarmil KDMP Jadi 4 Orang, Kemenhan Lakukan Evaluasi Prosedur

27 Juni 2026 - 09:58 WIB

Trending di News