Menu

Mode Gelap

News

Ratusan Siswa di Jakarta dan Bogor Jadi Korban Keracunan MBG, BGN Belum Mampu Mencegah

badge-check


					Insiden keracunan makan MBG belum berhenti, Jumat 8 Mei 2026, siswa SF di Jakarta Timur dan Bogor Utara sama sama jadi korban keracunan menu MBG. Foto: ist Perbesar

Insiden keracunan makan MBG belum berhenti, Jumat 8 Mei 2026, siswa SF di Jakarta Timur dan Bogor Utara sama sama jadi korban keracunan menu MBG. Foto: ist

Penulis: Yusran Hakim  |  Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, JAKARTA-– Insiden keracunan makanan terjadi kembali dalam pelaksananaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Jumat, 8 Mei 2026.

Kasus keracunan yerus berulan,pemerintah khususnya BGN, belum mampu menerapkan upaya preventif untuk pencegahan keracunan hingga kini.

Sebanyak 252 siswa dari 3 SD di Jakarta Timur dan 35 siswa dari 2 SD di Kabupaten Bogor dilaporkan mengalami gejala mual, muntah, sakit perut, hingga demam usai menyantap makanan program ini.

Kasus ini langsung menjadi sorotan nasional dan ramai diperbincangkan di media sosial, publik mempertanyakan ketatnya pengawasan kualitas makanan.

Tiga Sekolah di Jaktim

Terjadi di SDN Cakung Timur 01, SDN Ujung Menteng 02, SDN Ujung Menteng 03, Kecamatan Cakung, pasokan dari SPPG Cakung Pulogebang 15.

Data Resmi:

– Total terlaporkan bergejala: 252 siswa
– Mendapat penanganan medis: 188 siswa
– Masih rawat inap: 26 siswa (di RS Citra Harapan, RS Firdaus, RSI Pondok Kopi)
– Menu hari itu: Bakmi Jawa ayam suwir, jamur krispi, pangsit isi tahu, semangka, lalapan
– Dugaan penyebab: Pangsit isi tahu berasa masam, diduga terkontaminasi bakteri akibat penyimpanan & pengolahan tidak higienis

Ani Ruspitawati, Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, menjelaskan, “Dari laporan orang tua, ada 252 siswa yang bergejala. Dugaan sementara sumber masalah dari pangsit isi tahu karena banyak anak mengeluh rasanya masam dan tidak wajar. Sampel sudah kami amankan dan kirim ke laboratorium, hasil lengkap diperkirakan keluar Selasa depan. Kondisi anak-anak saat ini stabil, tidak ada yang kritis atau meninggal dunia.” – Konfirmasi kepada detikNews & IDN Times, Sabtu 9 Mei 2026

Hj. Siti Aminah, Orang Tua Siswa SDN Ujung Menteng 03 menambahkan: “Anak saya pulang sekolah langsung muntah 4 kali, demam 39 derajat. Dia bilang pangsitnya bau dan rasanya aneh, beda sekali dari biasanya. Kami sangat khawatir, ini kan program untuk anak, harusnya aman dan sehat.” – Unggahan akun Facebook @SitiAminah_Jaktim, dibagikan 4.200 kali

Kasus Bogor

Terjadi di SDN Cibadak 01 & SDN Sukamakmur 02, pasokan dari SPPG Citeureup, wilayah utara Bogor .

Data Resmi:

– Jumlah korban: 35 siswa (kelas 1–4 SD), gejala lebih ringan: sakit perut, mual, sedikit muntah, semua sudah pulang & sembuh
– Menu: Nasi tim, ikan balado, sayur bening, pisang
– Dugaan: Sayuran kurang matang, bahan ikan tidak segar, atau proses pengolahan kurang higienis.

Dalam Konferensi Pers BGN, Jakarta, Sabtu 9 Mei 2026 Tigor Silaban, Deputi Bidang Standarisasi & Pengawasan Badan Gizi Nasional, ” “Kami langsung turun ke lokasi, cek dapur dan bahan baku. Diduga ada kesalahan dalam pengolahan dan penyimpanan sayuran serta bahan ikan.”

“Kami hentikan sementara operasi SPPG Citeureup, sampel dikirim ke lab, dan semua biaya pengobatan kami tanggung penuh, orang tua tidak perlu bayar sepeser pun.”

Ujang Saepudin, Kepala Sekolah SDN Cibadak 01, menambahkan, “Kami langsung hentikan konsumsi sisa makanan begitu ada anak sakit. Kami harap ada perbaikan, jangan sampai kejadian ini terulang lagi.” – Wawancara di akun TikTok @BeritaBogorRaya.

Komen Warganet

Berikut komentar yang paling banyak disebar dan mendapat tanggapan ribuan pengguna:  @RinaWati_01 (Instagram, 9 Mei 2026)

“Programnya namanya Makan Bergizi Gratis, tapi kenyataannya jadi Makan Beracun Gratis. Sudah berkali-kali kejadian, kenapa pengawasan masih bolong terus? Uang rakyat dipakai banyak, tapi anak-anak malah jadi korban. Tolong diperbaiki serius, jangan cuma bagus di nama saja.”
Disukai: 12.800 kali, dikomentari: 2.100 balasan

@BangJaka_Official (TikTok, 8 Mei 2026)

“Di Jakarta Timur 252 anak, di Bogor 35 anak keracunan bareng-bareng. Emangnya dapur MBG ini dikelola sama siapa? Standarnya mana? Cek kualitasnya kapan? Ini sudah kasus ke berapa kali ya? Kalau begini terus, mending programnya diperbaiki atau dihentikan saja kalau belum siap.”
Ditonton: 340.000 kali, dibagikan: 8.700 kali

@Hendra_Saputra (X / Twitter, 9 Mei 2026)

“Dulu semangat sekali diluncurkan, sekarang malah jadi momok buat orang tua. Tiap bulan pasti ada berita keracunan. Pengawasnya ada berapa orang? Apa cuma dibiarkan begitu saja sampai anak-anak sakit baru ditindak? Sangat kecewa!”
Dikutip ulang: 3.400 kali, disukai: 7.900 kali

@KeluargaIndonesia (Facebook, 9 Mei 2026)

“Kami orang tua makin waswas. Mau anak ikut program takut sakit, tidak ikut kasihan. Pemerintah harus tegas: cabut izin penyedia yang salah, perketat aturan, pastikan bahan baku segar dan higienis. Jangan sampai nyawa anak jadi taruhan.”
Dibagikan: 5.600 kali.**

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Pemuda Pujon Tewas Terjun dari Jembatan Cangar, Peristiwa Keempat Maret- Mei 2026

9 Mei 2026 - 18:53 WIB

Dulu Gendong Anak Menyeberang, Jusuf Hamka Bantu Jembatan Beton 24 x 4.5 M di Jipurafah

8 Mei 2026 - 19:05 WIB

Warga China dan Jepang Tewas, Gunung Dukono Maluku Meletus 18 Orang Butuh Evakuasi

8 Mei 2026 - 17:48 WIB

Gegara tak Bisa Berbahasa Madura, Poltabes Surabaya Ringkus 14 Orang Mafia Perjokian Tes Masuk Unesa

8 Mei 2026 - 16:07 WIB

Kapoltabes Surabaya, Kombes Pol Luthfi Sulistiawan joki Unesa, pemuda cerdas yang sudah tujuh tahun berprose sebagai joki. Foto: instagram@poltabes.surabaya

Dirut Persiba Terbukti Korupsi Rp23 Miliar Divonis 13 Tahun, Catur Adi: Saya Minta Dihukum Mati Saja!

8 Mei 2026 - 14:32 WIB

Catur Adi Prianto adalah direktur Persatuan Sepakbola Balikpapa (Persiba) terbukti bersalah korupsi dana Persiba Rp23 miliar lebih. Foto: Ist

Kapolres Mojokerto Dialog Hati ke Hati dengan Satuan: Memikirkan Masa Depan Anaknya

8 Mei 2026 - 10:33 WIB

Kolase (Kiri) Kapolres Mojokerto AKBP Andi Yudha Pranata, saat berdialog langsung dengan Satuan, 49, tersangka kasus penikaman mertua wanita hingga tewas dan melukai istrinya. Foto: kolase tangkap layar video instagram@ polres_mojokerto

Gempa Kamis 7 Mei 2026: Selat Sunda 4.6 Magnetudo, Tanpa Gejala Tsunami

8 Mei 2026 - 09:13 WIB

DPRD Jombang Sedang Garap Raperda Keamanan Masyarakat: RDP dengan Bangkesbangpol, Masyarakat dan PSHT

7 Mei 2026 - 18:56 WIB

Bupati Jombang Warsubi Lepas Keberangkatan Jemaah Haji Kloter 62: Jangan Lupa Jaga Kesehatan!

7 Mei 2026 - 17:26 WIB

Trending di News