Penulis: Arief H. Soesatyo | Editor: Priyo Suwarno
KREDONEWS.COM, JOMBANG– Polres Jombang menggelar konferensi pers terkait temuan mayat lelaki di aliran Sungai Mrican, Megaluh, Jombang, Selasa, 21 April 2026.
Disebutkan satu pelaku utama berinisial Slamet Mahmudi (43), dan Satu pelaku lain Mohammad Abdul Mutolib (36), disebut membantu membuang barang bukti.
Korban bernama Anang Sularso (33), warga Kediri, dan kasusnya dikaitkan dengan motif kecemburuan.
Lokasi pembunuhan yang diungkap polisi berada di Dusun Bangi, Desa Woromarto, Kecamatan Purwoasri, Kabupaten Kediri.
Setelah korban tewas, jasadnya dibuang ke sungai di wilayah Kras, Kediri, lalu hanyut hingga ditemukan di Desa Turipinggir, kecamatan Megaluh, Jombang.
Motif kasus ini berawal dari pembunuhan sebelum jasad dibuang ke sungai di wilayah Megaluh, Jombang.
Dari hasil otopsi, korban berinisial Anang Sularso (33), warga Kediri, dipastikan tewas akibat luka terbuka di leher dan luka benda tajam di wajah; polisi menyebut lokasi pembunuhan berada di Kabupaten Kediri sebelum jasad dibuang ke sungai hingga ditemukan di Jombang.
Slamet Mahmudi disebut sebagai pelaku utama yang menghabisi korban karena motif cemburu. Satu pelaku lain, Mohammad Abdul Mutolib (36), disebut membantu membuang barang bukti.
Dalam sejumlah laporan, korban juga disebut sempat diajak keluar dan minum minuman keras sebelum dibunuh.
Inti temuan
Kasus ini bermula dari penemuan jasad pria tanpa identitas di DAS Mrican, Desa Turipinggir, pada 12 April 2026, dengan kondisi leher tergorok dan tubuh hampir telanjang.
Dalam konferensi pers, Polres Jombang kemudian menyampaikan bahwa kasus tersebut bukan kematian biasa, melainkan pembunuhan yang terkait peristiwa di Kediri.
Keterangan polisi
Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan menyebut korban diperkirakan berusia sekitar 30 tahun dan kematian diduga belum genap 24 jam saat ditemukan.
Sementara itu, dalam konferensi pers, Kasat Reskrim Polres Jombang, AKP Dimas Robin Alexander menjelaskan hasil autopsi menunjukkan luka fatal di leher yang memutus pembuluh darah utama.
Perkembangan kasus
Polisi juga menyatakan motif pembunuhan diduga dipicu kecemburuan, dan senjata tajam yang dipakai masih dicari.
Setelah korban tewas di Kediri, jasadnya dibuang ke sungai hingga hanyut ke wilayah Jombang.
Lokasi pembunuhan yang diungkap polisi berada di Dusun Bangi, Desa Woromarto, Kecamatan Purwoasri, Kabupaten Kediri. Setelah korban tewas, jasadnya dibuang ke sungai di wilayah Kras, Kediri, lalu hanyut hingga ditemukan di Desa Turipinggir, Kecamatan Megaluh, Jombang [3][6]
Kronologi
- Korban Anang Sularso sempat dilaporkan hilang kontak oleh keluarga sebelum jasadnya ditemukan
- Minggu, 12 April 2026, warga menemukan mayat pria di aliran Sungai Mrican/area Megaluh, Jombang, dalam kondisi terluka di leher dan hampir tanpa busana
- Identitas korban kemudian dipastikan sebagai Anang Sularso, warga Kediri
- Hasil penyelidikan dan autopsi menunjukkan korban mengalami luka terbuka di leher dan luka benda tajam di wajah, sehingga polisi menyimpulkan ini kasus pembunuhan
- Polisi mengungkap titik pembunuhan berada di Dusun Bangi, Desa Woromarto, Kecamatan Purwoasri, Kabupaten Kediri
- Setelah kejadian, jasad dibuang ke sungai di wilayah Kras, Kediri, lalu terbawa arus ke Jombang
- Pada 20–21 April 2026, Polres Jombang mengumumkan penangkapan dua tersangka, termasuk Slamet Mahmudi (43), dalam konferensi pers. **







