Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

News

Dua Kali Kehilangan Uang, Ibu Guru SD di Jember Geledah 22 Siswa Disuruh Telanjang Kini Dinonaktikan

badge-check


					SDN 2 Jelbuk, Jember jadi viral, seorang ibu guru wali klas IV sekolah itu dua kali kehilangan uang Rp 200.000, kemudan Rp 75.000. Ia mjengkeal lalu melakukan penggeledahan 22 siswany. Semula tasnya digeledah, tahap mdua seluruh siswa lalu-laki telangan, dan yang perempuan mengenakan pakaian dalam Kini dinonaktifkan mdari mengajar. Foto: ist Perbesar

SDN 2 Jelbuk, Jember jadi viral, seorang ibu guru wali klas IV sekolah itu dua kali kehilangan uang Rp 200.000, kemudan Rp 75.000. Ia mjengkeal lalu melakukan penggeledahan 22 siswany. Semula tasnya digeledah, tahap mdua seluruh siswa lalu-laki telangan, dan yang perempuan mengenakan pakaian dalam Kini dinonaktifkan mdari mengajar. Foto: ist

Penulis: Yoli Andi Purnomo  |   Editor: priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, JEMBER– Kasus oknum guru SD di Kecamatan Jelbuk, Jember, Jawa Timur, yang menelanjangi siswa untuk mencari uang Rp75.000 yang hilang, telah menjadi viral dan memicu kemarahan publik.

Insiden terjadi pada Jumat (6/2/2026) di SDN Jelbuk 02, melibatkan ibu guru wali kelas V berinisial FT merupakan PNS atau PPPK.

Guru tersebut sebelumnya kehilangan Rp200.000 pada Senin (2/2/2026), lalu Rp75.000 lagi, sehingga menggeledah tas 22 siswanya sekitar pukul 08.30 WIB. Penggeledahan tubuh pukul 11.00 WIB: siswa laki-laki diminta telanjang bulat, sementara siswi hanya menyisakan pakaian dalam.

Dinas Pendidikan Jember membebastugaskan sementara guru FT setelah memanggilnya untuk pemeriksaan awal pada Rabu (11/2/2026), dipimpin Kepala Dinas Arief Tjahjono.

Belum ada laporan polisi resmi, tapi mediasi dilakukan dengan wali murid yang mendobrak kelas setelah anak-anak tidak pulang hingga siang.

Sekitar 22 siswa mengalami trauma berat, dengan hanya 6 siswa yang berani kembali ke sekolah; sisanya menolak masuk kelas. Dinas Pendidikan menyediakan trauma healing dan pendampingan psikologis untuk korban.

Identitas lengkap guru berinisial FT di SDN Jelbuk 02, Kecamatan Jelbuk, Jember, belum diungkap secara publik oleh media atau otoritas terkait.

Dinas Pendidikan setempat telah membebastugaskan sementara FT tanpa merilis nama lengkap; kasus masih dalam mediasi dan pemeriksaan awal per 11 Februari 2026.

Plt Kepala Sekolah SDN Jelbuk 02, Arif Rahman, bersikap tertutup terkait kasus oknum guru FT yang menelanjangi siswa.

Arif Rahman menolak beri keterangan detail soal nasib FT atau kronologi kejadian. Ia bilang, “Sudah ditangani Diknas. Kami diminta tanda tangan untuk tidak bicara, kalau saya ngomong nanti saya yang kena.”kata dia.

Ia serahkan sepenuhnya ke Dinas Pendidikan Jember: “Saya serahkan semua ke Diknas, silakan konfirmasi ke sana.”

Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) JemberArif Tjahjono, menyatakan bahwa pihaknya telah menangani kasus oknum guru FT di SDN Jelbuk 02 dengan memprioritaskan pemulihan siswa dan kelancaran belajar mengajar.

Arif menegaskan KBM kembali normal setelah pertemuan dengan wali murid sejak 8 Februari 2026: “Alhamdulillah, kegiatan belajar mengajar ini tidak terganggu dan sudah bisa kami atasi.” Ia juga meminta maaf atas insiden tersebut sambil menyelenggarakan trauma healing bersama KPAI, UPTD PPA, dan Dinsos P3A.

Guru FT dinonaktifkan sementara untuk pembinaan di dinas, dengan rencana pemindahan ke sekolah lain: “Supaya suasana sekolah reda dan tidak ada konflik lanjutan.”

Kepala Dinas Pendidikan Jember, Arif Tjahjono, mengonfirmasi bahwa guru FT dinonaktifkan sementara sejak pemanggilannya pada Senin, 9 Februari 2026.

Guru FT ditarik menjalani pembinaan di kantor Dispendik, bertujuan meredakan suasana sekolah dan mencegah konflik lanjutan. Langkah ini diambil setelah mediasi awal dengan wali murid pada Minggu (8/2/2026).

Selama pembinaan, Dispendik berkoordinasi dengan sekolah lain untuk mutasi FT pasca-proses, agar KBM di SDN Jelbuk 02 kembali normal. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Menelisik Akar Terorisme (27): Kaum Illuminati dan Revolusi Prancis

27 Juni 2026 - 16:44 WIB

Juragan Percetakan Tuduh Tiga Pegawai Mencuri, 21 Hari Dirantai dan Minta Tebusan Rp50 Juta

27 Juni 2026 - 16:18 WIB

Belanda Umumkan Kode Merah: Suhu 39°C Bikin Aspal Meleleh dan Dehidrasi

27 Juni 2026 - 15:44 WIB

Wartawan Diundang Keluar, Presiden Prabowo Ingin Berdiskusi dari Hati ke Hati Bersama Rektor dan Dosen

27 Juni 2026 - 14:57 WIB

Pemkot Surabaya Launching Buku: Bung Karno, Arek Surabaya!

27 Juni 2026 - 10:29 WIB

Korban Meninggal Latsarmil KDMP Jadi 4 Orang, Kemenhan Lakukan Evaluasi Prosedur

27 Juni 2026 - 09:58 WIB

Pria Berkaca Mata dan Bermasker Abu-abu Pegang Setir Terekam CCTV Juanda, Tewasnya Wanita ASN Bangkalan

26 Juni 2026 - 14:58 WIB

Kasatreskrim dan Delapan Kapolsek Jajaran Polres Jombang Resmi Berganti

26 Juni 2026 - 13:46 WIB

Menelisik Akar Terorisme (26): Rahasia Kaum Freemanson

26 Juni 2026 - 12:26 WIB

Trending di News