Menu

Mode Gelap

News

Terduga Pembunuh Ibu Nuraini, Tinggalkan Jejak Handuk AKABRI di Tebing Watu Sigar Ponorogo

badge-check


					Tim gabungan pemburu Polsek Girisubo serta SAR, telah menemukan handuk warna hijau ada tulisan AKABRI beserta HP, jaket, dan earphone di sekitar tebing Watusigar, Ponorogo (wilayah Girisubo, Gunungkidul), Senin 2 Faberuari 2026. Foto: Instagram@inspirasigunungkidul

Barang-barang ini ditemukan  70 meter di bawah tebing  medan curam, dikonfirmasi milik AS (30),  terduga pembunuh ibunya di Ponorogo, Jawa Timur, oleh keluarganya. Perbesar

Tim gabungan pemburu Polsek Girisubo serta SAR, telah menemukan handuk warna hijau ada tulisan AKABRI beserta HP, jaket, dan earphone di sekitar tebing Watusigar, Ponorogo (wilayah Girisubo, Gunungkidul), Senin 2 Faberuari 2026. Foto: Instagram@inspirasigunungkidul Barang-barang ini ditemukan  70 meter di bawah tebing  medan curam, dikonfirmasi milik AS (30),  terduga pembunuh ibunya di Ponorogo, Jawa Timur, oleh keluarganya.

Penulis: Sri Muryanto  |   Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, PONOROGO– Pada hari Senin, 2 Februari 2026, tim gabungan Polsek Girisubo menemukan handuk warna hijau ada tulisan AKABRI beserta HP, jaket, dan earphone di sekitar tebing Watusigar, Ponorogo (wilayah Girisubo, Gunungkidul).

Barang-barang ini ditemukan  70 meter di bawah tebing  medan curam, dikonfirmasi milik AS (30),  terduga pembunuh ibunya di Ponorogo, Jawa Timur, oleh keluarganya.

Pencarian AS masih berlangsung melibatkan Satreskrim Ponorogo, Polres Gunungkidul, Polsek Girisubo, tim SAR, dan warga, sejak pukul 10.00-16.00 WIB, meski AS belum ditemukan.

Temuan benda-benda itu merujuk kepada AS, terduga pembunuh ibunnya sendiri,  26-27 Januari 2026. 

Di dalam tas punggung AS (berisi sajam, perhiasan, HP, dompet, uang, ATM) ditemukan ditinggalkan di lokasi yang sama, memicu operasi SAR gabungan dengan TNI AL dan Polairud.

Kapolsek Girisubo AKP Agus Supriyanta menyatakan pencarian dimaksimalkan hingga ada temuan pasti, tergantung kondisi cuaca dan lapangan.

Terduga Pembunuh Ibu

AS  sebagai terduga pelaku pembunuhan ibunya sendiri, Nuraini (55), warga Desa Golan, Kecamatan Sukorejo, Ponorogo.

Nuraini ditemukan tewas pada 25 Januari 2026 dengan luka serius di kepala dan leher akibat benda tumpul serta tajam, pintu rumah terkunci dari luar.

AS (30), anak kandungnya, diduga pelaku setelah pulang merantau tiga bulan sebelumnya dan masih buron.

Tetangga korban  curiga setelah Nuraini tak terlihat sejak Minggu siang; dan ternyata setelah dilakukan pintu menemukan jasad korban sudah meninggal dunia. Jasad korban di otopsi RSUD dr. Harjono Ponorogo. 

Kronologi

Tahap Pembunuhan (25-26 Januari 2026)

  • Minggu malam, 25 Januari 2026 : AS pulang dari merantau selama 15 tahun di Bali, (sekitar 3 bulan).  Ia tinggal serumah bersama ibunya. AS diduga memukul Nuraini menggunakan benda tumpul di kepala (luka robek satu kali pukulan keras) dan luka tajam di leher, menyebabkan kematian. Ini saatnya untuk mengatakan ini adalah akhir dari cerita, ini adalah akhir dari cerita.

  • Senin pagi, 26 Januari 2026 (pk. 05.30 WIB) : Tetangga Prayitno curiga karena lampu rumah menyala hingga pagi, makanan berkat tak disentuh, dan tak ada respon saat dipanggil. Ia mengintip ke seluruh penjuru, menemukan jasad berlumuran darah. Laporan ke polisi; Satreskrim Polres Ponorogo olah TKP, amankan 23 barang bukti (gembok, tisu berdarah, balok kayu, dll.). AS hilang, satu-satunya anak yang tak ada di lokasi.

  • 26 Januari 2026 : Otopsi RSUD dr. Harjono Ponorogo konfirmasi pembunuhan sadis (luka kepala benda tumpul + sayatan leher). Konfirmasi keluarga barang milik AS; adiknya mengungkapkan AS pendiam tapi baik, sempat curhat balas dendam 5 hari sebelumnya.

Pelarian AS ke Gunungkidul (26-27 Januari 2026)

  • 26 Januari 2026 : AS kabur ke Gunungkidul, meninggalkan tas punggung di Tebing Watusigar, Girisubo (isi: sajam, perhiasan, HP, dompet, uang, ATM). Tas ditemukan warga, picu gejolak “berdoa misterius”.

  • 27 Januari 2026 : Polsek Girisubo, Satreskrim Ponorogo, Polres Gunungkidul, tim SAR, TNI AL, Polairud mulai operasi gabungan. Kapolsek AKP Agus Supriyanta konfirmasi tas milik AS.

Penemuan Barang Tambahan (2 Februari 2026)

  • Senin, 2 Februari 2026 (pk. 10.00-16.00 WIB) : Tim menemukan 4 barang AS 70 meter di bawah tebing curam: handuk hijau menggambarkan AKABRI, HP, jaket, earphone. Konfirmasi keluarga milik AS. Pencarian lebih lanjut tapi belum menemukan AS; tergantung cuaca.

Kami dijadwalkan untuk dirilis pada tanggal 3 Februari 2026, dan akan dirilis mulai tanggal 3 Februari 2026.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Guru Honorer Blitar Unggah Gaji Rp144 Ribu, Viral di Instagram

4 Februari 2026 - 12:07 WIB

Bareskrim Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Saham Gorengan PT MML

4 Februari 2026 - 11:06 WIB

Terjadi Gejolak Pasar, Pegadaian Punya Aplikasi Tring Solusi Digital Investasi Emas

4 Februari 2026 - 10:01 WIB

Langkah Baru Bansos: Mojokerto Jadi Kota Pilot Project

4 Februari 2026 - 08:59 WIB

Child Grooming Sewa Pacar 1 Jam, Polisi Tasikmalaya Tahan Konten Kreator Shandy Logay

3 Februari 2026 - 21:19 WIB

Perintah Presiden Prabowo Cespleng: 2.600 Orang Bergerak Bersihkan Sampah di Pantai Kuta dan Kedonganan Bali

3 Februari 2026 - 20:43 WIB

Kasus Saham Gorengan, Tim Bareskrim Geledah Kantor PT Shinhan Sekuritas

3 Februari 2026 - 19:45 WIB

Kisah Pilu Siswa SD Ngada: Mama Relakan Aku Pergi, Jangan Menangis Ya Mama!

3 Februari 2026 - 15:14 WIB

Presiden Prabowo: MBG Ciptakan Lapangan Kerja 1 Juta Orang, Digaji Tiap Hari

3 Februari 2026 - 14:54 WIB

Trending di Headline