Penulis: Agung Sedayu | Editor: Gandung Kardiyono
KREDONEWS.COM, JAKARTA – Sebanyak 23 prajurit Marinir TNI Angkatan Laut dilaporkan menjadi korban longsor di kawasan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, pada Sabtu, 24 Januari 2026.
Dalam unggahan akun Instagram @jabodetabek24info, disebutkan bahwa 19 di antaranya merupakan anggota Batalyon Infanteri 9 Marinir atau Beruang Hitam yang bermarkas di Lampung. Hingga kini, baru 4 jenazah berhasil ditemukan.
Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali membenarkan kabar tersebut.
Ia menyampaikan bahwa para prajurit sedang melaksanakan latihan pratugas sebagai persiapan pengamanan perbatasan RI–Papua Nugini.
“Memang terdapat 23 anggota marinir yang tertimbun longsor.
Saat ini sudah ditemukan empat personel dalam kondisi meninggal dunia, sementara lainnya masih dalam pencarian,” ujar Ali di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin, 26 Januari 2026.
Proses evakuasi masih berlangsung, namun terkendala cuaca buruk dan akses jalan yang sempit sehingga alat berat belum bisa masuk ke lokasi.
Pencarian dilakukan dengan bantuan drone, thermal detector, serta anjing pelacak.
Ringkasan Berita
– Peristiwa: Longsor melanda Cisarua, Bandung Barat, Sabtu 24 Januari 2026.
– Korban: 23 Marinir TNI AL tertimbun, 4 di antaranya ditemukan meninggal dunia.
– Identitas: 19 korban berasal dari Batalyon Infanteri 9 Marinir (Beruang Hitam) Lampung.
– Kegiatan: Para prajurit sedang latihan pratugas untuk penugasan di perbatasan RI–Papua Nugini.
– Evakuasi: Pencarian masih berlangsung, terkendala cuaca dan akses jalan. Teknologi drone, thermal, dan anjing pelacak digunakan untuk membantu pencarian.**






