Menu

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Headline

Program Spesialis di Puskesmas Banyuwangi, Permudah Akses Medis Warga

badge-check


					Program Spesialis di Puskesmas Banyuwangi, Permudah Akses Medis Warga Perbesar

Penulis: Jayadi | Editor: Aditya Prayoga

KREDONEWS.COM, BANYUWANGI– Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, menghadirkan dokter spesialis di setiap puskesmas secara terjadwal.

Kebijakan ini bertujuan memperkuat akses layanan medis komprehensif dari tingkat dasar hingga lanjutan.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani di Banyuwangi, Jumat, mengemukakan bahwa kebijakan itu diterapkan untuk memudahkan akses layanan kesehatan.

Warga yang membutuhkan layanan dokter spesialis kini bisa langsung datang ke puskesmas tanpa perlu menempuh jarak jauh ke rumah sakit.

“Hadirnya dokter spesialis di puskesmas, masyarakat bisa mendapatkan penanganan lebih cepat dan tepat, dan ini juga memperkuat kesinambungan antara pelayanan dasar dan rujukan,” katanya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi Amir Hidayat menyampaikan bahwa dokter spesialis yang dihadirkan meliputi spesialis kandungan (Obgyn), jantung, paru, dan rehabilitasi medik. Mereka ditugaskan secara bergiliran di 26 puskesmas di wilayah itu.

“Dengan program ini puskesmas tak lagi hanya berfungsi sebagai fasilitas layanan dasar, tetapi juga layanan kesehatan komprehensif terhubung dengan rumah sakit daerah,” katanya.

Amir menjelaskan, integrasi ini penting untuk memastikan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan tidak terputus, baik dari sisi pencegahan, penanganan dini, hingga rujukan lanjutan.

Puskesmas di Banyuwangi, lanjut dia, harus menjadi bagian dari rantai layanan yang utuh, bukan sekadar tempat pengobatan dasar.

Selain memperkuat layanan medis, menurut Amir, Pemkab Banyuwangi juga mendorong puskesmas agar masyarakat bisa mengakses layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang merupakan program nasional.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan, tercatat 36 persen warga Banyuwangi telah menikmati layanan ini, dan pemerintah menargetkan cakupannya mencapai 50 persen pada akhir tahun 2025.

Untuk memperluas jangkauan, katanya, tenaga kesehatan Banyuwangi aktif melakukan layanan jemput bola di berbagai titik aktivitas warga, seperti Car Free Day (CFD) dan kegiatan komunitas lainnya.

“Kami hadir langsung di tengah masyarakat agar layanan kesehatan bisa lebih dekat dan merata,” kata Amir.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

KPJ Damansara Specialist Hospital 2, Rumah Sakit Layaknya Hotel

18 Agustus 2026 - 07:39 WIB

Perlawanan/ Eksepsi atas Dugaan Penipuan Rp5 Miliar, Tuding Dakwaan Jaksa Kabur dan Minta Hakim Bebaskan Terdakwa

6 Juli 2026 - 22:43 WIB

Dr. Wong Chung Chek, The Most Wanted Doctor, Ahli Bedah Tulang Belakang Terkemuka di Asia-Pasifik

1 Juli 2026 - 13:55 WIB

Dr. Lee Woo Guan, Ahli Bedah Ortopedi Bertangan Dewa

29 Juni 2026 - 16:19 WIB

Dr Lee Woo Guan: Robot dan Kecanggihan Teknologi Hanya Membantu, Peran Dokter Tetap Nomor Satu

28 Juni 2026 - 12:29 WIB

Dinilai Lamban Tangani Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Terhadap Anak Dibawah Umur, Polresta Sidoarjo Diancam Didemo

9 Juni 2026 - 19:00 WIB

Kuasa Hukum Dua Rekanan Kirim Surat ke Perumda Delta Tirta Harus Bayar Tagihan Rp 1,4 Miliar Sesuai Perintah Hakim Kasasi MA

6 Juni 2026 - 18:56 WIB

Ketika Rumah Kebudayaan Menjadi Arena Perebutan Panggung

11 Mei 2026 - 18:17 WIB

Bupati Fandi Ahmad Yani Beri Sangu Obat dan Vitamin untuk Ratusan Jamaah Haji Asal Kabupaten Gresik

3 Mei 2026 - 19:26 WIB

Trending di Headline