Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

Headline

MTV Tutup 5 Saluran Utamanya Akhir Tahun Ini

badge-check

MTV dikabarkan akan menutup kelima channel utamanya pada 31 Desember 2025.

Salah satu icon saluran televisi pop kultur yang membentuk satu generasi, maka MTV-lah saluran televisinya. Saluran televisi ini telah membentuk musik dan budaya anak muda selama kurang lebih 40 tahun.

Pada 12 Oktober 2025, Paramount Global mengumumkan akan memberhentikan 5 channelnya. Channel-channel yang berhenti tayang itu adalah MTV Music, MTV 80-an, MTV 90-an, Club MTV, dan MTV Live. Kelima channel ini akan berhenti tayang secara permanen pada 31 Desember 2025.

Bagi banyak generasi, saluran-saluran ini adalah cara untuk mendengarkan lagu, menonton video musik, dan merasakan pengaruh serta dampak musik di dunia mereka. Tidak hanya dalam lagu, tetapi juga mode, budaya pop, dan banyak lagi.

Kini yang tersisa dari saluran utama MTV adalah acara TV Catfish dan The Challenge.

Lima saluran yang akan berhenti siaran secara global adalah:

MTV Music – untuk menyiarkan video musik

MTV 80-an – untuk menyiarkan lagu-lagu hit retro dan favorit nostalgia

MTV 90-an – untuk menyiarkan musik rock alternatif dan pop klasik

Club MTV – untuk menyiarkan musik dansa dan ketukan elektronik

MTV Live – untuk menyiarkan pertunjukan secara langsung dan liputan konser.

Penutupan ini akan dimulai dari Britania Raya dan Irlandia, lalu diikuti sejumlah kawasan Eropa kontinental dan pasar internasional lainnya.

Negara-negara yang diperkirakan akan kehilangan saluran-saluran ikonis ini adalah Australia, Polandia, Prancis, Jerman, Austria, Hongaria, dan Brasil.

Salah satu alasan utamanya adalah perubahan kebiasaan menonton. Dengan mudahnya akses penonton ke platform digital seperti YouTube, TikTok, dan Spotify untuk mendengarkan musik atau menonton video, hal ini memangkas permintaan dan jumlah penonton musik TV tradisional.

Paramount Global baru-baru ini merger dengan Skydance Media dan sebagai bagian dari kesepakatan agresif senilai $500 juta yang mencakup strategi pengurangan biaya global, langkah ini wajib dilakukan.

Meskipun saluran seperti MTV Music dan MTV 90s hanya meraih jumlah penonton yang sedikit, yaitu 1,2 juta dan 949.000 pada Juli 2025, jumlah penonton musik TV secara keseluruhan telah menurun secara stabil selama dekade terakhir, sehingga Paramount kini mengalihkan fokus baru ke layanan streaming Paramount+.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Perundungan Seksual Beruntun Libatkan 27 Pelaku, Polisi Sampang Ringkus 17 Tersangka

20 Juli 2026 - 23:05 WIB

Menelisik Akar Terorisme (37): Seni dan Sastra Awal Teror

20 Juli 2026 - 20:37 WIB

Habiburrokhman: Awas UU Perampasan Aset Berubah Jadi Abuse of Power Aparat Penegak Hukum

20 Juli 2026 - 20:12 WIB

19 Siswa SDN Sendangrejo Blora Keracunan, Diduga dari Susu Kotak

20 Juli 2026 - 19:45 WIB

Bukan Sekadar Cameo, Jung Ho-yeon Ukir Sejarah di Final Piala Dunia 2026

20 Juli 2026 - 18:37 WIB

Pengacara Muda Rocky Martin Napitupulu Tewas Terjatuh dari Tingkat 46 Apartemen Mastepiece Jakarta

20 Juli 2026 - 14:08 WIB

Pelaku Perampokan Bersenjata Toko Emas Tapaktuan Ternyata Oknum Polisi, Kini Ditahan di Mapolda Banda Aceh

20 Juli 2026 - 12:01 WIB

Menang di PTUN, Warga Mutiara Regency Total Hadapi Bupati Sidoarjo yang Ajukan Banding

19 Juli 2026 - 20:56 WIB

Pro Bono Hotman Paris Bela Jampindsus, Frank Alexander: 911 Cuma Trik Pemasaran

19 Juli 2026 - 20:06 WIB

Trending di News