Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

News

Viral Jakarta Punya BPJS untuk Hewan, Begini Tanggapan Warga

badge-check


					Viral Jakarta Punya BPJS untuk Hewan, Begini Tanggapan Warga Perbesar

Penulis: Jayadi | Editor: Aditya Prayoga

KREDONEWS.COM, JAKARTA– Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Perikanan (KPKP) DKI Jakarta, Hasudungan Sidabalok, menegaskan bahwa wacana BPJS Hewan tidak sama dengan skema BPJS untuk manusia. Istilah tersebut lebih sebagai ungkapan yang mudah dipahami masyarakat. Program ini sejatinya berupa subsidi atau potongan biaya layanan kesehatan hewan bagi warga Jakarta yang kurang mampu.

“Kalau BPJS manusia ada iurannya, sementara ini tidak dikenakan iuran sama sekali,” jelas Hasudungan, Kamis (19/6/2025). Ia menambahkan, subsidi akan diberikan saat pemilik membawa hewan ke Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) milik Pemprov DKI. Namun, wacana ini masih tahap awal dan memerlukan kajian komprehensif, termasuk penambahan Puskeswan di lima kota administrasi Jakarta. Saat ini, baru tersedia dua Puskeswan di Ragunan, Jakarta Selatan, dan Pondok Ranggon, Jakarta Timur.

Anggota Komisi C DPRD DKI dari Fraksi PDI Perjuangan, Hardiyanto Kenneth, yang mendorong ide ini, menilai layanan tersebut penting karena tidak semua pemilik hewan berasal dari kalangan mampu. Bahkan, banyak yang merawat kucing atau anjing liar hasil rescue.

“Mereka adalah garda terdepan dalam membantu hewan domestik,” ujar Kenneth.

Program ini juga direncanakan terintegrasi dengan pemasangan microchip untuk pendataan hewan peliharaan. Kenneth berharap Puskeswan Ragunan menjadi barometer pelayanan kesehatan hewan nasional dan berkembang menuju standar internasional.

Secara garis besar, BPJS Hewan adalah skema subsidi, bukan asuransi berbasis iuran. Tujuannya untuk meringankan beban pemilik hewan kurang mampu, mendorong kesejahteraan hewan, serta mengendalikan penyakit menular dan populasi hewan liar melalui layanan kesehatan yang lebih terjangkau. Program ini diproyeksikan dijalankan penuh setelah persiapan infrastruktur rampung, dengan uji coba yang ditargetkan mulai 2026.

Tanggapan masyarakat terhadap program BPJS Hewan di Jakarta menunjukkan beragam pandangan:

Sebagian masyarakat, terutama para pemilik hewan peliharaan dan pakar kesehatan hewan, mendukung inisiatif ini karena dianggap dapat meringankan biaya pemeliharaan dan perawatan hewan bagi warga kurang mampu. Program ini juga dinilai bermanfaat untuk meningkatkan kesehatan hewan dan mencegah penyebaran penyakit zoonosis seperti rabies.

Namun, ada juga kritikan yang menilai bahwa layanan kesehatan hewan di Jakarta saat ini masih sangat terbatas dan belum merata. Beberapa kalangan meminta pemerintah untuk lebih dulu memperkuat layanan dasar kesehatan hewan sebelum meluncurkan program subsidi ini agar program bisa berjalan efektif dan berkelanjutan.

Di sisi lain, sebagian masyarakat menganggap bahwa prioritas anggaran pemerintah sebaiknya untuk masalah sosial dan kesehatan manusia yang masih mendesak, dan mempertanyakan relevansi program BPJS Hewan di tengah keterbatasan dana dan pelayanan publik lainnya.

Ada pula yang memandang bahwa program ini berpotensi baik tapi perlu transparansi dan mekanisme pelaksanaan yang jelas agar manfaatnya tepat sasaran dan tidak menyulitkan warga.

Singkatnya, dukungan ada dari kelompok tertentu dengan catatan kesiapan sarana, pelayanan, dan alokasi anggaran harus diperhatikan. Sementara beberapa kalangan tetap skeptis dan meminta prioritas untuk layanan dasar yang lebih mendesak.****

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Menelisik Akar Terorisme (27): Kaum Illuminati dan Revolusi Prancis

27 Juni 2026 - 16:44 WIB

Juragan Percetakan Tuduh Tiga Pegawai Mencuri, 21 Hari Dirantai dan Minta Tebusan Rp50 Juta

27 Juni 2026 - 16:18 WIB

Belanda Umumkan Kode Merah: Suhu 39°C Bikin Aspal Meleleh dan Dehidrasi

27 Juni 2026 - 15:44 WIB

Wartawan Diundang Keluar, Presiden Prabowo Ingin Berdiskusi dari Hati ke Hati Bersama Rektor dan Dosen

27 Juni 2026 - 14:57 WIB

Pemkot Surabaya Launching Buku: Bung Karno, Arek Surabaya!

27 Juni 2026 - 10:29 WIB

Korban Meninggal Latsarmil KDMP Jadi 4 Orang, Kemenhan Lakukan Evaluasi Prosedur

27 Juni 2026 - 09:58 WIB

Pria Berkaca Mata dan Bermasker Abu-abu Pegang Setir Terekam CCTV Juanda, Tewasnya Wanita ASN Bangkalan

26 Juni 2026 - 14:58 WIB

Kasatreskrim dan Delapan Kapolsek Jajaran Polres Jombang Resmi Berganti

26 Juni 2026 - 13:46 WIB

Menelisik Akar Terorisme (26): Rahasia Kaum Freemanson

26 Juni 2026 - 12:26 WIB

Trending di News