Menu

Mode Gelap

Life Style

Media Sosial Mendorong Warga Singapura di Bawah Usia 30 Tahun Oplas

badge-check


					Dj dan influencer Singapura Jade Rasif oplas usia 19 tahun Perbesar

Dj dan influencer Singapura Jade Rasif oplas usia 19 tahun

Penulis: Jacobus E Lato | Editor: Yobie Hadiwijaya

KREDONEWS.COM, JAKARTA-Semakin banyak warga Singapura berusia di bawah 30 tahun yang menjalani operasi plastik (oplas), tetapi dokter memperingatkan tren tersebut dapat memicu kecanduan terhadap perawatan kecantikan dan menyebabkan lebih banyak pekerjaan yang gagal, CNA melaporkan hari ini.

Permintaan untuk pekerjaan kosmetik telah melonjak 30 persen tahun lalu, dengan klien yang lebih muda kini mencapai porsi yang terus bertambah, portal berita Singapura melaporkan, mengutip dokter bedah plastik lokal.

“Anda ingin mencegah generasi muda kecanduan operasi plastik,” kata Dr. Janna Joethy, konsultan senior di Nassim Plastic Surgery.

Menurut laporan berita, tren saat ini yang berlaku di kalangan mereka yang berusia di bawah 30 tahun adalah operasi kelopak mata, pembentukan ulang hidung, dan kontur tubuh, dan mereka sering kali dipengaruhi oleh apa yang mereka lihat di media sosial.

Namun seiring meningkatnya permintaan, jumlah prosedur yang cacat juga meningkat, termasuk kasus yang terkait dengan klinik luar negeri dan praktisi yang tidak terdaftar.

Pengacara R Shankar dari Advox Law mengatakan kepada CNA bahwa ada peningkatan kesadaran akan hak-hak pasien, tetapi menambahkan bahwa membuktikan kelalaian itu sulit dan sebagian besar perselisihan diselesaikan secara pribadi.

“Tidak semua perawatan berjalan lancar. Beberapa bahkan menimbulkan konsekuensi serius seperti kebutaan. Lakukan uji tuntas. Kunjungi praktisi terdaftar yang tepat,” ujarnya.

Dokter veteran juga mengakui bahwa laju pesat dan sifat kompetitif bidang ini memberi tekanan pada klinik untuk mengadopsi prosedur baru dengan cepat, terkadang sebelum hasil jangka panjang diketahui.

DJ dan influencer Singapura Jade Rasif, yang mengaku menjalani operasi plastik pertamanya di usia 19 tahun, mengatakan penting untuk berpikir jangka panjang sebelum menjalani operasi.

“Ketika orang menjalani operasi, terutama di usia muda, termasuk saya, Anda seperti berusaha membuat diri Anda sesuai dengan sebuah ideal, dan ideal itu adalah ideal orang lain,” ujarnya kepada CNA .***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Mengenal Kopi Rendah Asam, Lambung Lebih Nyaman

15 Mei 2026 - 19:16 WIB

Adegan Sydney Sweeney di Euphoria Picu Kritik

13 Mei 2026 - 19:07 WIB

No Na Bawa Indonesia ke THE FIRST TAKE Jepang

12 Mei 2026 - 18:36 WIB

Gejala Hantavirus: Demam hingga Sesak Napas

11 Mei 2026 - 20:39 WIB

BPOM Umumkan 11 Kosmetik Berbahaya

7 Mei 2026 - 19:59 WIB

Pakar Estetik Bedah Plastik, Dr Sophia Heng: Penyempurnaan, Bukan Perubahan Total

26 April 2026 - 10:40 WIB

Kupeluk Kamu Selamanya, Kisah Keluarga yang Menyentuh dan Menggugah Empati

24 April 2026 - 19:38 WIB

KPJ Sabah Specialist Hospital, Pusat Perawatan Kesehatan yang Makin Mendunia Pilihan Pasien Indonesia

22 April 2026 - 11:39 WIB

Setelah Membuat Tato, Perempuan Alami Nyeri dan Mata Kanan Kabur

20 April 2026 - 21:12 WIB

Trending di Life Style