Menu ✖

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Internasional

Perang Kata, Trump Kerahkan Kapal Selam Nuklir Dekat Rusia

badge-check


					Salah satu kapal selam nuklir AS Perbesar

Salah satu kapal selam nuklir AS

Penulis: Satwiko Rumekso | Editor: Yobie Hadiwijaya

KREDONEWS.COM, SURABAYA-Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memerintahkan penempatan dua kapal selam nuklir di “wilayah yang tepat” setelah perang kata dengan mantan Presiden Rusia Dmitry Medvedev.

The Independent melaporkan, kapal selam nuklir tersebut kemungkinan dikerahkan di dekat Rusia.

Berbicara kepada wartawan di Gedung Putih pada Jumat (1/8/2025), Trump mengatakan dia harus mengerahkan kapal selam itu.

“Ya, kami harus melakukan itu. Kami hanya harus berhati-hati. Dan sebuah ancaman telah dilontarkan, dan kami pikir itu tidak pantas,” jelas Trump.

Dia menambahkan, pengerahan kapal selam tersebut didasarkan atas keselamatan rakyat AS.

“Ancaman itu datang dari mantan presiden Rusia, dan kami akan melindungi rakyat kami,” papar Trump.

“Dia berbicara tentang nuklir. Ketika Anda berbicara tentang nuklir, kita harus siap. Dan kami benar-benar siap,” lanjutnya.

Dilansir dari Euronews, pengerahan kapal selam tersebut terjadi di tengah ketegangan dengan Medvedev, yang saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia.

Trump dan Medvedev telah berselisih paham dan berperang kata selama berhari-hari di media sosial.

Trump tidak mengatakan dalam postingannya apakah yang ia maksud adalah kapal selam bertenaga nuklir atau bersenjata nuklir.

Dia juga tidak secara spesifik menyebut pernyataan Medvedev mana yang memicu pengerahan kapal selam nuklir.

Sebelumnya, Medvedev telah mengkritik Trump di akun Telegramnya pada Kamis (31/7/2025) dan menyinggung Dead Hand atau “Tangan Mati”.

Frasa tersebut merupakan sebuah referensi untuk sistem otomatis yang sangat rahasia yang diterapkan selama Perang Dingin untuk mengendalikan senjata nuklir negara itu.

Hal itu diucapkan Medvedev setelah Trump mengecam apa yang disebutnya “ekonomi mati” Rusia dan India.

Medvedev juga mengkritik keras ancaman sanksi baru Trump terhadap Rusia atas invasi Moskow yang terus berlanjut ke Ukraina.

Dia juga menuduh Trump bermain ultimatum serta membuat unggahan di plaform X pada Senin (28/7/2025), Trump harus ingat bahwa Rusia adalah kekuatan yang tangguh.

Sedangkan Trump menanggapinya dengan menyebut Medvedev sebagai mantan Presiden Rusia yang gagal, yang merasa dirinya masih presiden.

Medvedev menjabat sebagai Presiden Rusia antara tahun 2008-2012.

Trump juga menuturkan, Medvedev harus berhati-hati dengan ucapannya. “Dia memasuki wilayah yang sangat berbahaya,” ujar Trump.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Kian Liar, AI Gemini Bobol 3 Perusahaan Nyata Saat Uji Coba Keamanan

21 September 2026 - 18:49 WIB

Setiap Ketukan “Prompt” AI Diam-Diam Menguras Listrik Jepang dan Air Afrika

20 September 2026 - 17:38 WIB

“Cium” Asisten Cantik di Lapangan Golf, Trump Gemparkan Netizen

17 September 2026 - 16:00 WIB

Raja Thailand Terbangkan Sendiri Pesawat Boeing 737 -800

15 September 2026 - 17:27 WIB

Resmi Mengaku, Amerika Serikat Kerahkan Senjata Ofensif Aktif di Orbit Bumi

15 September 2026 - 16:48 WIB

Mantan PM Inggris dan Delegasi Barat Nyaris Kena Serangan Drone Rusia

14 September 2026 - 18:51 WIB

Luana Lopes Lara, Mantan Balerina ke Miliarder Paling Tajir, Kalahkan Taylor Swift

6 September 2026 - 18:16 WIB

Google Lakukan Ribuan Perubahan Sistem Setiap Tahun, Siapa Diuntungkan?

3 September 2026 - 19:28 WIB

Bill Gates Peringatkan, AI Dapat Membuat Bencana Ekonomi

28 Agustus 2026 - 19:07 WIB

Trending di Internasional